BATANG, Realitapublik.id — Kecelakaan kerja tragis menimpa seorang pekerja kapal cantrang di perairan Sungai Sambong, kawasan Pelabuhan Perikanan Batang, Minggu (08/02/2026) pagi. Korban dilaporkan terjepit baling-baling kapal sebelum akhirnya hanyut terbawa arus sungai yang sedang meluap.
Korban diketahui bernama Eko Kudiran (35), warga Dukuh Sumur, Desa Ujung Negoro, Kecamatan Kandeman, Kabupaten Batang.
Peristiwa bermula saat korban bersama rekannya, Subandriyo, melakukan pemeriksaan pada bagian propeller atau kipas KM Tunggal Pangestu yang sedang mengalami kendala teknis (trouble). Kapal tersebut tengah bersandar di sebelah timur SPBN AKR.
Korban menyelam ke bawah air menggunakan alat selam tradisional, sementara rekannya memantau dari atas kapal. Karena merasa curiga korban tak kunjung muncul, Subandriyo menyusul menyelam dan mendapati korban dalam posisi terjepit di antara kipas kapal.
Kasatpolairud Polres Batang, Iptu Eko Nugrahanto, mengonfirmasi kondisi tersebut. “Korban turun menyelam untuk memeriksa kipas kapal. Saat diperiksa oleh saksi, korban ditemukan dalam keadaan terjepit di antara kipas kapal,” ujarnya, Minggu (08/02/2026).
Saksi sempat berusaha membebaskan korban dengan cara menaikkan diri ke kapal dan memutar kemudi agar jepitan pada kipas terlepas. Namun naas, setelah terlepas dari jepitan, tubuh korban justru langsung terseret arus Sungai Sambong yang sangat deras akibat kiriman air hujan dari wilayah pegunungan.
Hingga berita ini diturunkan, tim gabungan yang terdiri dari TNI AL, Sat Pol Airud Polres Batang, relawan, dan warga sekitar masih terus melakukan penyisiran di sepanjang aliran sungai. Namun, cuaca ekstrem dan derasnya arus menjadi kendala utama dalam proses pencarian.
Masyarakat dihimbau untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat beraktivitas di wilayah perairan. Wilayah Jawa Tengah saat ini tengah menghadapi potensi bencana hidrometeorologi berupa hujan lebat disertai angin kencang yang dapat memicu kenaikan debit air sungai secara mendadak.
“Warga harus tetap waspada karena bencana bisa datang kapan saja, terutama di tengah cuaca ekstrem seperti saat ini,” pungkas Iptu Eko Nugrahanto.
Penulis : Fery Eka Saputra







