TULANG BAWANG BARAT, Realitapublik.id — Warga Tiyuh (Desa) Kagungan Ratu, Kecamatan Tulang Bawang Udik, Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) dikejutkan dengan penemuan sesosok mayat pria lansia yang tergantung di area perkebunan karet, Selasa (10/02/2026) pagi.
Korban diketahui bernama Bah Wagidi (75), warga Suku 5 RT 3 tiyuh setempat. Jenazah korban pertama kali ditemukan oleh seorang warga yang hendak melintas di area perkebunan sekitar pukul 10.30 WIB.
Kepalo Tiyuh Kagungan Ratu, Nurohman, mengonfirmasi bahwa pihak Kepolisian telah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan pemeriksaan luar secara medis. Berdasarkan hasil identifikasi, kejadian tersebut dinyatakan murni bunuh diri.
“Pihak kepolisian sudah melakukan pemeriksaan mendalam di lokasi. Hasilnya memang murni gantung diri, tidak ditemukan adanya bekas luka atau tanda-tanda kekerasan fisik lain pada tubuh korban, selain bekas jeratan tali di bagian leher,” jelas Nurohman saat mendampingi petugas di lokasi kejadian.
Berdasarkan informasi salah satu warga, korban terakhir kali terlihat meninggalkan rumah pada Selasa pagi dengan mengenakan kaos dan celana panjang berwarna hitam tanpa membawa peralatan apa pun.
Nurohman menambahkan bahwa korban diketahui memiliki riwayat penyakit menahun yang diduga memicu tekanan psikologis. “Dahulu Bah Wagidi ini memang memiliki riwayat penyakit stroke. Kami dari pihak tiyuh sudah berusaha memberikan perhatian, namun tampaknya beban hidup yang bersangkutan cukup berat,” imbuhnya.
Tim medis dari Puskesmas setempat yang melakukan pemeriksaan luar juga memperkuat kesimpulan kepolisian bahwa tidak ada indikasi keterlibatan pihak lain dalam peristiwa tragis ini. Atas dasar tersebut, pihak keluarga memutuskan untuk tidak melakukan otopsi dan menerima kejadian ini sebagai musibah.
Jenazah korban telah diserahkan kepada pihak keluarga untuk segera dimakamkan secara layak.
Peristiwa ini menjadi duka mendalam bagi warga sekitar yang mengenal korban sebagai sosok orang tua yang baik. Menanggapi kejadian ini, Nurohman selaku Kepalo Tiyuh mengimbau seluruh warganya untuk lebih terbuka jika menghadapi permasalahan hidup.
“Saya berharap kepada seluruh warga, apabila ada permasalahan atau beban pikiran, mari kita musyawarahkan bersama. Kami pihak tiyuh siap membantu mencarikan solusi. Jangan sampai beban pikiran dipendam sendiri hingga mengambil keputusan seperti ini,” pungkasnya.







