Kota Pasuruan, realitapublik.id – Laki-laki paruh baya berinisial M (58), warga Perum Graha Indah blok A, Kelurahan Krapyak, Kecamatan Gadingrejo, Kota Pasuruan ditemukan tewas gantung diri, Selasa (22/4/2025), sekitar pukul 18.40 WIB.
Informasi yang dihimpun realitapublik.id, korban diduga mengakhiri hidupnya lantaran mengalami depresi akibat penyakit jantung yang dideritanya tidak kunjung sembuh.
Ketika ditemukan, korban dalam posisi leher terikat tali yang diikatkan menggunakan ban dan kawat ke fentilasi angin di atas pintu kamar mandi. Korban pertama kali ditemukan oleh menantu dan cucunya.
Melihat korban dalam kondisi lehernya terikat dengan tubuh menggantung, menantu dan cucu korban langsung berteriak minta tolong.
Teriakan minta tolong itu terdengar oleh YS selaku anak korban yang juga merupakan saksi kejadian.
Saat itu juga YS langsung bergegas menuju sumber suara teriakan minta tolong dari istri dan anaknya (menantu dan cucu korban) yang berada di dekat kamar mandi.
Setibanya di depan kamar mandi, YS melihat tubuh korban dalam posisi leher terikat tali yang diikatkan menggunakan ban dan kawat ke fentilasi angin diatas pintu kamar mandi.
Selain itu, YS juga melihat mulut korban mengeluarkan air ludah serta lidah menjulur.
Setelah itu tubuh korban diturunkan ke lantai oleh YS bersama istri dan anaknya.
Sesaat setelah itu, Ketua RT setempat datang ke rumah korban untuk memastikan kondisi korban dan melaporkan ke kepolisian.
Tidak lama kemudian, pihak kepolisian bersama tim Inafis dan bidan sekitar tiba di lokasi kejadian.
Ipda Muhammad Junaidi, Kasi Humas Polres Pasuruan Kota menerangkan, pihak Polsek Gadingrejo dan bidan sekitar melakukan identifikasi lokasi dan guna melakukan otopsi. Namun pihak keluarga korban tidak bersedia dilakukan visum et repertum.
“Dari keluarga mengisarahkan itu adalah serangan jantung,” kata Ipda Muhammad Junaidi.
Pihak kepolisian mengambil kesimpulan, bahwa kejadian tersebut murni gantung diri dan akibat kejadian tersebut nyawa korban tidak bisa diselamatkan.
“Jadi menurut keterangannya pihak identifikasi bahwa memang benar itu adalah bunuh diri murni sudah diketahui ada cairan yang keluar dari alat kelamin, lanjut ke alat gantung diri ada, dan jeratan talinya juga ada, dan menurut ahlinya dipastikan itu murni bunuh diri,” pungkas Ipda Muhammad Junaidi.(*)
Penulis : Koko
Editor : Abdul Hakim






