KOTA PASURUAN, realitapublik.id — Kejuaraan Pencak Silat “Madinah Van Java 2 se-Jawa Timur” resmi digelar di Gedung Olahraga (GOR) Kota Pasuruan. Pembukaan ajang olahraga ini ditandai dengan penabuhan gong oleh Wali Kota Pasuruan, Dr. H. Adi Wibowo, S.T.P., M.Si., bersama Ketua DPRD Kota Pasuruan, H. M. Toyib, serta dihadiri jajaran Forkopimda, Kapolsek dan Koramil, BPJS Ketenagakerjaan, Dispora, dan para tokoh pengasuh perguruan pencak silat.
Rangkaian kejuaraan ini berlangsung selama tiga hari yang dimulai sejak Jumat, 18 September 2026, dengan agenda teknis dan sosialisasi dari IPSI Jawa Timur. Pada hari kedua, Sabtu (19/9/2026), pertandingan resmi dimulai sejak pukul 07.00 WIB hingga malam hari di dua arena yang mempertandingkan kategori seni tanding dan seni tunggal.

Ketua IPSI Kota Pasuruan, H. Farid Misbah, menjelaskan bahwa kejuaraan tahun ini diikuti oleh 595 pesilat yang tergabung dalam 48 kontingen mewakili sekolah, perguruan, dan klub di Jawa Timur. Ajang ini mempertandingkan berbagai kategori usia, mulai dari usia dini (5–8 tahun dan 8–10 tahun), pra-remaja, remaja, hingga dewasa.
“Kejuaraan ini merupakan salah satu upaya mendukung visi dan misi Wali Kota Pasuruan, khususnya dalam mengembangkan potensi atlet. Kami ingin mendatangkan peserta dari luar daerah sehingga Kota Pasuruan juga menjadi tempat berlangsungnya kegiatan olahraga bertaraf regional,” ujar H. Farid.
Ia mengakui jumlah peserta tahun ini mengalami sedikit penurunan dibandingkan gelaran edisi pertama akibat adanya agenda kejuaraan serupa yang berlangsung bersamaan di Kota Malang dan Surabaya. Kendati demikian, pihak penyelenggara tetap mengapresiasi antusiasme para kontingen yang memilih untuk hadir di Kota Pasuruan.
Untuk kategori tanding, kompetisi dibagi menjadi kelas Pemasalan dan Prestasi. Pada kategori Pemasalan usia dini, penganugerahan medali diberikan bagi juara 1 hingga 4 beserta tambahan hadiah dari BPJS Ketenagakerjaan. Sementara pada kategori Prestasi, para pesilat bertarung ketat menembus babak semi final dan final untuk memperebutkan predikat pesilat terbaik se-Jatim. Panitia juga menyediakan bermacam-macam doorprize seperti sepeda gunung dan cenderamata bagi para kontingen.

Sementara itu, Wali Kota Pasuruan Adi Wibowo menyampaikan apresiasi tinggi atas konsistensi IPSI Kota Pasuruan yang mampu menyelenggarakan kejuaraan ini secara berkelanjutan. Menurutnya, ajang ini bukan sekadar kompetisi, melainkan ruang mempererat silaturahmi, memupuk sportivitas, serta mendorong pengembangan sport tourism di Kota Pasuruan.
“Ini bukan hanya tentang pertandingan, tetapi juga bagaimana para atlet dari berbagai perguruan bisa saling mengenal, bersilaturahmi, dan membangun persatuan. Pencak silat merupakan warisan budaya bangsa yang juga menjadi wadah pembinaan generasi muda untuk meraih prestasi,” tutur Adi Wibowo.
Ajang tahunan ini sekaligus diproyeksikan sebagai ajang pembinaan dan seleksi atlet menuju agenda olahraga mendatang, salah satunya Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) Jawa Timur yang rencananya diselenggarakan di Surabaya. (Indri/Chu)






