Petani & Aktivis Luruk Kantor SIER/PIER Pasuruan Agar Tidak Ada Transaksi Jual Beli Tanah Yang Diduga Di Kuasai Oleh Oknum Mafia Tanah

- Jurnalis

Rabu, 17 Januari 2024 - 18:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pasuruan, RealitaPublik – Puluhan warga dari 2 desa Curah Dukuh dan Selotambak Kec, Kraton, Kab, Pasuruan. mendatangi kantor SIER/PIER Pasuruan, Rabu, 17 Januari 2024. Mereka menolak adanya jual beli tanah yang menjadi sengketa tersebut.

Dari pantauan di lapangan, Puluhan warga tersebut long march datangi Kantor SIER/PIER Pasuruan yang ada di Jalan Curah Dukuh, Kec, Kraton Kab, Pasuruan.

Masyarakat dari berbagai elemen, termasuk para aktivis Elpamas dalam bentuk gabungan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dan masyarakat kali ini melakukan aksi damai. Mereka berorasi sekaligus menyampaikan pesan penolakan jual beli tanah dan diduga ada oknum Mafia Tanah.

Aksi ini diikuti oleh petani dari Desa Curah Dukuh dan Desa Selotambak kecamatan Kraton Kabupaten Pasuruan yang didampingi oleh aktivis yang tergabung ELPAMAS dari Surapati, M Bara dan LPK Pasopati Nusantara.

Baca Juga :  Respons Cepat Polres Blitar Kota dan Tim Jibom Brimob Polda Jatim Berhasil Evakuasi Bom Udara Aktif
Foto istimewa: Usai Aksi Demo Dan Audensi Foto Bersama

Hasyim selaku petani dari desa Curah Dukuh Mengatakan Mohon lahan saya yang di kuasa i oleh oknum harus di bebaskan dan tidak di kuasa i merekah”.ucapnya

Lanjut Hasyim Menyampaikan Harapan saya tanah tersebut harus di kembalikan kepada pemiliknya, sedangkan dasar-dasar meraka yang menguasai saya juga tidak tau tiba-tiba ada penguasaan Lahan yang di kuasa i oleh salah satu oknum sedangkan warga juga punyak bukti SPPT,  Leter C, dan Petok D sedangkan kita juga tidak merasa menjual belikan tanah tersebut ke meraka.

Lahan yang di kuasa i oleh oknum mafia tanah itu sekitar 120 hektar yang ikut Selotambak dan juga Curah Dukuh dan saya kurang jelas peran Kj Khoiron yang jelas itu dugaan sebagai penyerobot tanah dan dugaan mafia tanah sedangkan saya sendiri tidak tau Kj Khoiron itu orang mana”.Tutupnya Hasyim selaku petani juga warga Curahdukuh.

Baca Juga :  Dinilai Berlebihan, Ketua IWO Lampung Tolak Penghargaan dari Polda

Menanggapi hal ini, Kepala divisi PIER Sudarto menjelaskan bahwa sejauh ini pihaknya tengah mengkaji dan masukan dari bawah terkait tanah yang dimaksud.

Klarifikasi dari  Darto selaku kepala keamanan kawasan Pier menyampaikan kami tidak mungkin masuk Rana yang diluar dan proses sertifikat ke SHM dari petok itu Rana nya BPN.

“Tidak ada intervensi dari manapun kami menghormati situasi warga sekalian dan akan menjadi bahan evaluasi ke depan yang sebenarnya tanah itu milik siapa, dan dalam kegiatan transaksi Jual Beli saat ini di tunda.” Tegas Darto.

Baca Juga :  Polres Lampung Utara Gelar Doa Bersama Lintas Agama Peringati Hari Bhayangkara ke-80 

Unjuk rasa tersebut merupakan wujud dari hak demokratis masyarakat dalam menyampaikan pendapat. sala satu dari kelompok Elpamas Kusuma menyampaikan tuntutan, banyak dugaan oknum yang tidak bertanggung jawab melalui program PTSL di BPN Kab Pasuruan, tanpa ada pemberitahuan kepada Pengelolah atau petani Desa Selotambak.

“Didalam Proses Pembuatan Sertifikat melalui program PTSL lahan seluas 120 Hektar diatas namakan Segelintir orang- orang yang tidak bertanggung jawab dan sangat merugikan para Pengelolah atau petani Desa Selotambak”.Ucap Kusuma

Lanjut Kusuma selaku kordinator mengucapkan Saya juga sangat bertrimakasi terutama kepada Kapolres Pasuruan Kota dan jajarannya untuk mengawal Aksi Demo sampai kondusif dan aman,” Tutupnya Kusuma(Ony)

Berita Terkait

Satu Dekade Lebih Menanti, Spanyol Juara Piala Dunia 2026: Warga Pasuruan Sukseskan Nobar di Yonzipur 10
LSM HARIMAU Bakal Bangun RS Harapan Rakyat Indonesia Maju di Banjarnegara, Fokus Pelayanan Masyarakat Kecil
Abaikan Palang Pintu, Seorang Warga Batang Tewas Tertemper Kereta Api Kamandaka
Tulus Majukan Tiyuh Marga Asri, Susilo Widodo Mantap Mantapkan Diri Maju Pilkati
Polres Pekalongan Kota Ungkap Motif Penusukan Maut di Kuripan Kertoharjo, Pelaku Terancam 5 Tahun Penjara
23 PCNU Jawa Tengah Usung Gus Yusuf Maju Calon Ketum PBNU di Muktamar ke-35
Haul Masyayikh Nusantara di Situbondo: Dihadiri Ulama Nasional Hingga Jemaah Malaysia
Menteri Agama RI Resmikan STAI Aisyah binti Abu Bakar, Kampus Khusus Muslimah Berstandar Global
Berita ini 338 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 21 Juli 2026 - 07:18 WIB

Satu Dekade Lebih Menanti, Spanyol Juara Piala Dunia 2026: Warga Pasuruan Sukseskan Nobar di Yonzipur 10

Senin, 20 Juli 2026 - 18:06 WIB

LSM HARIMAU Bakal Bangun RS Harapan Rakyat Indonesia Maju di Banjarnegara, Fokus Pelayanan Masyarakat Kecil

Senin, 20 Juli 2026 - 17:27 WIB

Abaikan Palang Pintu, Seorang Warga Batang Tewas Tertemper Kereta Api Kamandaka

Senin, 20 Juli 2026 - 16:47 WIB

Tulus Majukan Tiyuh Marga Asri, Susilo Widodo Mantap Mantapkan Diri Maju Pilkati

Senin, 20 Juli 2026 - 11:05 WIB

23 PCNU Jawa Tengah Usung Gus Yusuf Maju Calon Ketum PBNU di Muktamar ke-35

Minggu, 19 Juli 2026 - 21:20 WIB

Haul Masyayikh Nusantara di Situbondo: Dihadiri Ulama Nasional Hingga Jemaah Malaysia

Minggu, 19 Juli 2026 - 11:58 WIB

Menteri Agama RI Resmikan STAI Aisyah binti Abu Bakar, Kampus Khusus Muslimah Berstandar Global

Minggu, 19 Juli 2026 - 11:51 WIB

MENGUJI KEHADIRAN NEGARA, LSM PEJUANG 24 Desak Usut Tuntas Dugaan Adopsi Ilegal Bayi FZ di Pekalongan

Berita Terbaru

Oplus_16908288

Artikel Opini

Gedung Kejaksaan Prioritas Siapa?

Selasa, 21 Jul 2026 - 07:25 WIB