Sengketa Lahan 10 Desa di Pasuruan Tak Kunjung Usai, Wagub LIRA Jatim Desak Presiden Prabowo Turun Tangan

- Jurnalis

Jumat, 5 Juni 2026 - 17:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_16908288

i

Oplus_16908288

PASURUAN, realitapublik.id – Konflik agraria menahun yang melibatkan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) dengan warga di 10 desa di Kecamatan Lekok dan Nguling, Kabupaten Pasuruan, kembali memanas. Lambannya penyelesaian sengketa yang telah berlangsung puluhan tahun ini dinilai menjadi potret buram belum tuntasnya persoalan pertanahan di Indonesia.

 

Kritik keras datang dari Wakil Gubernur Lsm LIRA Jawa Timur, Ayi Suhaya SH. Ia menilai sangat ironis di tengah usia kemerdekaan Indonesia yang kini menginjak 80 tahun, ribuan warga lokal justru masih hidup dalam bayang-bayang ketidakpastian atas hak tanah yang mereka kelola secara turun-temurun.

Baca Juga :  Rel Kereta Tanpa Palang Pintu Kembali Telan Korban: 2 Siswi Meninggal Tertabrak KA Babaranjang

 

“Ini bukan lagi sekadar sengketa administrasi pertanahan, melainkan soal rasa keadilan rakyat. Bagaimana mungkin setelah 80 tahun Indonesia merdeka, warga di 10 desa harus terus hidup dalam kecemasan akibat konflik yang tak kunjung selesai?” tegasnya. Jumat (5/6/26)

 

Ayi mengapresiasi langkah taktis Bupati dan DPRD Kabupaten Pasuruan yang mulai aktif menginisiasi ruang dialog. Kendati demikian, ia menegaskan bahwa kunci penyelesaian utama berada di tangan pemerintah pusat.

 

Mengingat skala dan dampak sosial-ekonomi yang masif, LIRA meminta Presiden Prabowo Subianto bersama DPR RI turun tangan langsung untuk memfasilitasi rekonsiliasi yang adil dan bermartabat.

Baca Juga :  Jaga Status Lumbung Pangan, Bupati Indramayu Proteksi LP2B dan Siapkan Solusi Modernisasi Buruh Tani

 

“Kami tidak ingin ada pihak yang dirugikan, baik institusi negara maupun masyarakat. Presiden dan DPR RI harus hadir merumuskan win-win solution yang transparan dan konkret, bukan sekadar jargon politik di atas kertas,” cetus pria yang dikenal vokal ini.

 

Menurut Ayi, negara tidak boleh membiarkan konflik agraria ini menjadi “warisan” pahit yang terus dioper dari satu generasi ke generasi berikutnya. Jika hak-hak dasar masyarakat terus diabaikan, maka kehadiran negara di tengah rakyat patut dipertanyakan.

 

Ia menambahkan, ukuran kemerdekaan sebuah bangsa yang hakiki bukan sekadar seremonial upacara tahunan, melainkan sejauh mana negara mampu memberikan jaminan hukum atas hak milik warganya.

Baca Juga :  MENGUJI KEHADIRAN NEGARA, LSM PEJUANG 24 Desak Usut Tuntas Dugaan Adopsi Ilegal Bayi FZ di Pekalongan

 

“Jika rakyat masih harus berjuang puluhan tahun demi kepastian tanahnya sendiri, kita harus jujur mengakui PR bangsa ini belum selesai. Kemerdekaan sejati itu adalah ketika rakyat merasakan keadilan, kepastian hukum, dan perlindungan nyata dari negaranya,” pungkas Ayi.

 

Kasus Lekok dan Nguling kini kembali menjadi ujian penting bagi pemerintahan pusat. Di tengah janji-janji reformasi agraria, masyarakat Kabupaten Pasuruan kini menanti langkah nyata, bukan lagi sekadar wacana yang terus berulang dari tahun ke tahun.

Penulis : Chu

Berita Terkait

Haul Masyayikh Nusantara di Situbondo: Dihadiri Ulama Nasional Hingga Jemaah Malaysia
Menteri Agama RI Resmikan STAI Aisyah binti Abu Bakar, Kampus Khusus Muslimah Berstandar Global
MENGUJI KEHADIRAN NEGARA, LSM PEJUANG 24 Desak Usut Tuntas Dugaan Adopsi Ilegal Bayi FZ di Pekalongan
Pemerintah Pertahankan Tarif Listrik Kuartal III 2026 demi Stabilitas Ekonomi
Suarakan Transparansi, LSM PEJUANG 24 dan FORLINDO JAYA Gelar Aksi Damai 404 di Kajen
Tragedi Berdarah di Pekalongan: Dikejar hingga Depan Rumah, Pria di Kuripan Kertoharjo Ditusuk Kenalan
Situbondo Dilanda Rentetan Bencana, Rumah Ambruk, Rob hingga Pohon Tumbang
Tak Terbukti Korupsi Hibah Pilkada, Ketua Bawaslu Mesuji Deden Cahyono Divonis Bebas
Berita ini 39 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 19 Juli 2026 - 21:20 WIB

Haul Masyayikh Nusantara di Situbondo: Dihadiri Ulama Nasional Hingga Jemaah Malaysia

Minggu, 19 Juli 2026 - 11:58 WIB

Menteri Agama RI Resmikan STAI Aisyah binti Abu Bakar, Kampus Khusus Muslimah Berstandar Global

Minggu, 19 Juli 2026 - 11:51 WIB

MENGUJI KEHADIRAN NEGARA, LSM PEJUANG 24 Desak Usut Tuntas Dugaan Adopsi Ilegal Bayi FZ di Pekalongan

Sabtu, 18 Juli 2026 - 17:54 WIB

Pemerintah Pertahankan Tarif Listrik Kuartal III 2026 demi Stabilitas Ekonomi

Jumat, 17 Juli 2026 - 21:34 WIB

Suarakan Transparansi, LSM PEJUANG 24 dan FORLINDO JAYA Gelar Aksi Damai 404 di Kajen

Kamis, 16 Juli 2026 - 21:19 WIB

Tragedi Berdarah di Pekalongan: Dikejar hingga Depan Rumah, Pria di Kuripan Kertoharjo Ditusuk Kenalan

Kamis, 16 Juli 2026 - 19:43 WIB

Situbondo Dilanda Rentetan Bencana, Rumah Ambruk, Rob hingga Pohon Tumbang

Rabu, 15 Juli 2026 - 21:26 WIB

Tak Terbukti Korupsi Hibah Pilkada, Ketua Bawaslu Mesuji Deden Cahyono Divonis Bebas

Berita Terbaru