Dana Desa Merosot, Balon Kades PAW Selomukti Abul Hasan Siapkan Solusi Strategis 

- Jurnalis

Senin, 25 Mei 2026 - 13:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Balon Kades PAW Selomukti, Abul Hasan. (Photo: realitapublik.id)

i

Balon Kades PAW Selomukti, Abul Hasan. (Photo: realitapublik.id)

Abul Hasan, balon Kades PAW Desa Selomukti, Kecamatan Mlandingan, Kabupaten Situbondo. 

 

SITUBONDO, realitapublik.id – Abul Hasan, adalah salah satu tokoh yang telah resmi mendaftarkan diri dalam kontestasi Pemilihan Kepala Desa Antar Waktu (Pilkades PAW) Desa Selomukti, Kecamatan Mlandingan, Kabupaten Situbondo tahun 2026.

 

Ketika ditemui realitapublik.id di kediamannya di Desa Selomukti, pada Minggu (24/5/2026), tokoh yang dikenal dekat dengan berbagai kalangan dan aktif di bidang pertanian serta keagamaan ini berkomitmen tidak mengumbar janji manis. Ia memilih fokus pada program konkret, utamanya optimalisasi pelayanan publik yang cepat, transparan, dan berkeadilan.

 

Dalam wawancara ini, Abul juga menyampaikan tentang potensi agraria Desa Selomukti. Abul menilai, potensi agraria Desa Selomukti dapat menjadi solusi strategis di tengah penurunan alokasi Dana Desa (DD). Demi mendorong kemandirian desa, ia mengaku telah menyiapkan sejumlah gagasan, salah satunya mengoptimalkan pengelolaan lahan Tanah Kas Desa (TKD).

Baca Juga :  Dukung Sensus Ekonomi 2026, Wagub Jihan Nurlela Tinjau Langsung Pendataan Pelaku Usaha di Mal

 

“Jika pola pengelolaan lahan TKD dioptimalkan, saya optimistis Desa Selomukti mampu mencapai kemandirian, terintegrasi dalam pembangunan, serta membuka peluang usaha baru yang bermuara pada peningkatan pendapatan masyarakat,” ujar Abul.

 

Guna meminimalkan risiko gagal panen, Abul menjelaskan pemerintah desa ke depan dapat menerapkan skema pemanfaatan aset yang sah sesuai Permendagri Nomor 1 Tahun 2016 melalui tiga opsi utama:

 

1. Sewa Produktif: Menyewakan lahan dengan tarif proporsional yang disesuaikan tingkat kesuburan tanah serta akses irigasi.

2. Bagi Hasil: Pemerintah desa menyediakan lahan dan modal sarana produksi, sementara petani mengelola tenaga kerja dengan sistem pembagian keuntungan yang disepakati bersama.

Baca Juga :  Momentum Hari Anak Nasional, Golkar Tubaba Gaungkan Komitmen Penuhi Hak Anak

3. Kerja Sama Pemanfaatan (KSP): Berkolaborasi dengan investor swasta atau akademisi untuk membangun kawasan pertanian terpadu hingga agrowisata.

 

Selain ketiga opsi tersebut, Abul menekankan pentingnya gagasan keempat, yaitu penerapan teknologi pertanian presisi. Menurutnya, inovasi teknologi mutlak diperlukan untuk menekan biaya produksi sekaligus mendongkrak hasil panen secara signifikan.

 

Langkah strategis berikutnya adalah hilirisasi dan penguatan pasca-panen. Petani didorong untuk tidak langsung menjual produk pertanian dalam bentuk mentah demi mendapatkan nilai tambah yang maksimal.

 

“Kita bisa memfasilitasi proses grading & packaging (penyortiran dan pengemasan) agar produk lokal mampu menembus pasar ritel modern,” tuturnya.

 

Ia mencontohkan, saat harga komoditas seperti cabai atau melon anjlok, Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) bersama penggerak PKK dapat mengambil peran untuk mengolahnya menjadi produk turunan bernilai ekonomi tinggi, seperti pasta cabai atau olahan pangan kreatif lainnya.

Baca Juga :  HUT ke-19 IPeKB, Penyuluh KB se-Situbondo Salurkan Nutrisi MBG 3B di Desa Alas Bayur

 

“Di sisi lain, sinergi dan koordinasi aktif dengan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Situbondo akan terus kita jalin secara intensif,” kata bakal calon (Balon) Kades Antar-Waktu Selomukti ini.

 

Abul menegaskan, seluruh implementasi skema kerja sama pemanfaatan aset desa tersebut tetap mengacu pada regulasi resmi yang berlaku di JDIH Kementerian Dalam Negeri.

 

“Hal ini sangat penting agar seluruh proses administrasi memiliki payung hukum yang kuat dan tidak menyalahi aturan di kemudian hari,” pungkasnya. (*)

Penulis : Abdul Hakim

Berita Terkait

Mengawal Estafet Kepemimpinan: LSM Pejuang 24 Kokohkan Kemitraan dengan Polres Pekalongan Kota
Rayakan Hari Anak, TP PKK Situbondo Padukan Layanan Kesehatan dan Inovasi ‘Becak Mapan’ di SDN 1 Tamansari
Jalan di Temiyang Mulus, Warga Ucapkan Terima Kasih kepada Bupati Lucky Hakim
Uri-uri Budaya Pasuruan: Bangun Generasi Berkarakter, Dorong UMKM, dan Bebas Narkoba
Konsolidasi Akar Rumput, DPD II Golkar Tubaba Gelar Muscam Lambu Kibang dan Targetkan Kemenangan Pemilu
KKN Kolaboratif Unej-Unars Garap Pupuk Bokashi dan Digitalisasi UMKM di Desa Mojodungkol
Sapa Warga Tiyuh Mekar Sari Jaya, H. Putra Jaya Umar Tekankan Pentingnya Memahami Ideologi Pancasila
Satpol PP dan Damkar Pekalongan Intensifkan Patroli di Alun-Alun Kajen Usai Temuan Miras dan Kondom
Berita ini 650 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 08:52 WIB

Mengawal Estafet Kepemimpinan: LSM Pejuang 24 Kokohkan Kemitraan dengan Polres Pekalongan Kota

Senin, 27 Juli 2026 - 17:21 WIB

Rayakan Hari Anak, TP PKK Situbondo Padukan Layanan Kesehatan dan Inovasi ‘Becak Mapan’ di SDN 1 Tamansari

Senin, 27 Juli 2026 - 11:35 WIB

Jalan di Temiyang Mulus, Warga Ucapkan Terima Kasih kepada Bupati Lucky Hakim

Minggu, 26 Juli 2026 - 22:18 WIB

Uri-uri Budaya Pasuruan: Bangun Generasi Berkarakter, Dorong UMKM, dan Bebas Narkoba

Minggu, 26 Juli 2026 - 18:48 WIB

Konsolidasi Akar Rumput, DPD II Golkar Tubaba Gelar Muscam Lambu Kibang dan Targetkan Kemenangan Pemilu

Minggu, 26 Juli 2026 - 15:42 WIB

KKN Kolaboratif Unej-Unars Garap Pupuk Bokashi dan Digitalisasi UMKM di Desa Mojodungkol

Minggu, 26 Juli 2026 - 07:27 WIB

Sapa Warga Tiyuh Mekar Sari Jaya, H. Putra Jaya Umar Tekankan Pentingnya Memahami Ideologi Pancasila

Sabtu, 25 Juli 2026 - 15:08 WIB

Satpol PP dan Damkar Pekalongan Intensifkan Patroli di Alun-Alun Kajen Usai Temuan Miras dan Kondom

Berita Terbaru