BOGOR, realitapublik.id – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat, wisatawan, serta para pendaki untuk meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di kawasan Gunung Salak, Kabupaten Bogor. BMKG memprediksi adanya potensi cuaca ekstrem berupa hujan lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang di wilayah tersebut.
Berdasarkan analisis pemodelan cuaca pegunungan, wilayah Kabupaten Bogor secara umum, termasuk lereng Gunung Salak, telah mulai memasuki masa peralihan musim yang memicu pembentukan awan-awan konvektif secara cepat pada siang menjelang sore hari.
Kepala Stasiun Meteorologi Citeko BMKG, Fathuri Syabani, dalam keterangan tertulisnya menjelaskan bahwa kondisi topografi kawasan pegunungan mempercepat pertumbuhan awan hujan lokal.
“Massa udara yang mengandung uap air terdorong angin menaiki lereng pegunungan Gunung Gede Pangrango dan Gunung Salak, mengalami pendinginan cepat, hingga menciptakan fenomena hujan orografis,” ungkap Fathuri. Kondisi inilah yang melandasi mengapa area sekitar gunung sering mendadak diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga deras.
Mengingat kontur Gunung Salak yang curam serta karakteristik cuaca pegunungan yang sangat dinamis dan cepat berubah, BMKG mengeluarkan beberapa rekomendasi penting demi keselamatan publik:
- Hindari Zona Pohon Rawan Tumbang:
Saat angin kencang melanda, dilarang keras berlindung di bawah pohon besar atau baliho. [1]
- Persiapan Logistik Jalur Pendakian: Bagi pendaki yang tetap beraktivitas, wajib melengkapi diri dengan perlengkapan anti-air (jas hujan/raincoat), pakaian hangat ekstra, dan alat navigasi yang memadai. [1]
- Waspadai Aliran Sungai: Wisatawan yang berada di destinasi wisata air terjun (curug) atau sungai di kaki Gunung Salak diminta segera menjauh jika debit air meningkat atau berubah menjadi keruh secara mendadak.
Masyarakat disarankan untuk terus memantau pembaruan cuaca secara berkala (real-time) melalui aplikasi resmi InfoBMKG atau mengunjungi kanal resmi BMKG Kabupaten Bogor sebelum melakukan perjalanan luar ruangan.(red)
Penulis : Redaksi






