TULANG BAWANG BARAT realitapublik.id — Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) dari Fraksi PDI Perjuangan, Arib Bandarsah, kembali turun ke tengah masyarakat. Agenda reses tahap ini digelar secara hangat di kediaman Bapak Gunawan, mempertemukan sang legislator dengan warga Tiyuh Makarti dan Tiyuh Sumber Rejo, Kecamatan Tumijajar, Rabu (01/04/2026).
Kehadiran Arib disambut antusias oleh warga yang ingin menyampaikan keluh kesah serta harapan pembangunan di wilayah mereka secara langsung dan dialogis.
Dalam sambutannya, Arib Bandarsah menekankan bahwa reses adalah kewajiban konstitusional sekaligus ruang bagi dirinya untuk mempertanggungjawabkan amanah yang diberikan rakyat.
“Terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada saya. Reses ini merupakan kesempatan emas bagi saya untuk bertemu langsung dengan masyarakat, menyerap aspirasi secara terbuka, dan mendengarkan apa yang benar-benar menjadi kebutuhan di bawah,” ujar Arib.
Dalam sesi tanya jawab yang berlangsung dinamis, masyarakat Tiyuh Makarti secara spesifik menitipkan tiga poin utama yang menyentuh aspek ekonomi dan infrastruktur dasar:
Pemberdayaan KWT: Permohonan dukungan bagi Kelompok Wanita Tani (KWT) untuk meningkatkan produktivitas ekonomi rumah tangga.
Rehabilitasi Jalan: Perbaikan akses jalan yang menjadi urat nadi aktivitas warga sehari-hari.
Pembangunan Talud: Usulan pembangunan talud atau drainase guna mengantisipasi luapan air dan menjaga ketahanan struktur jalan.
Menanggapi rentetan usulan tersebut, politisi PDI Perjuangan ini memberikan jawaban yang lugas. Ia menegaskan tidak ingin memberi “angin surga” atau janji manis semata, melainkan akan fokus pada pengawalan anggaran di tingkat legislatif.
“Saya tidak ingin berjanji muluk-muluk yang nantinya hanya menjadi janji kosong. Namun, insya Allah saya berkomitmen memperjuangkan dan mengupayakan semaksimal mungkin di gedung DPRD agar harapan warga Tiyuh Makarti dan Sumber Rejo bisa segera terwujud,” tegasnya.
Kegiatan reses ini diakhiri dengan suasana penuh kekeluargaan. Arib berharap wadah ini menjadi bukti bahwa pembangunan di Tubaba haruslah berbasis pada kebutuhan riil masyarakat.
Acara ditutup dengan doa bersama sebagai wujud rasa syukur atas kelancaran kegiatan, dilanjutkan dengan sesi foto bersama antara warga dan sang legislator sebagai simbol kebersamaan dalam membangun daerah. (*)
Penulis : Rody Sandra







