Gempur Rokok Ilegal, Polres Pasuruan Perkuat Jaringan Informan Hingga Patroli Siber

- Jurnalis

Senin, 25 Mei 2026 - 18:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_16908288

i

Oplus_16908288

PASURUAN (Realitapublik.id) — Polres Pasuruan menegaskan komitmennya dalam memberantas peredaran rokok ilegal melalui sinergi lintas sektor dan keterlibatan aktif masyarakat. Penegasan ini demi menyelamatkan potensi kerugian pendapatan negara serta melindungi ekosistem industri lokal.

 

Komitmen tersebut disampaikan langsung oleh Kasi Humas Polres Pasuruan, Iptu Joko Suseno, dalam acara talkshow interaktif bertajuk “Sinergi Pemerintah Daerah dengan Stakeholders dalam Deteksi Dini Peredaran Rokok Ilegal” di LPPL Radio Suara Pasuruan, Senin (25/5/2026).

 

Iptu Joko Suseno memaparkan bahwa kepolisian memegang tiga peran krusial dalam mendeteksi dini peredaran rokok tanpa pita cukai resmi ini, yaitu optimalisasi fungsi intelijen dan penyelidikan, penegakan hukum (represif), serta kolaborasi bersama Bea Cukai, Pemkab Pasuruan, dan elemen masyarakat.

 

Guna memutus mata rantai distribusi rokok ilegal, Polres Pasuruan menerapkan formula khusus yang menyasar dari hulu hingga hilir:

Baca Juga :  Polres Pekalongan Gelar Operasi Sarang Narkoba di Tempat Hiburan Malam Kecamatan Kajen

 

Pendekatan Preemtif (Penyuluhan): Menggelar sosialisasi berkala 1-2 kali sebulan ke pasar tradisional hingga pelosok desa untuk mengedukasi pedagang mengenai sanksi hukum pidana cukai.

 

Pendekatan Preventif (Pencegahan): Mengintensifkan patroli rutin dan membentuk forum komunikasi cepat dengan perangkat desa setempat.

 

Pendekatan Represif (Penindakan): Menggelar Operasi Pasar Gabungan secara berkala bersama Bea Cukai Pasuruan, Satpol PP, dan Dinas Perdagangan untuk menyita produk ilegal.

 

“Bentuk nyata sinergi kami adalah Operasi Pasar Gabungan. Kami juga memperkuat jejaring dengan perangkat desa agar setiap ada laporan mengenai indikasi peredaran rokok ilegal bisa langsung cepat kami tindak lanjuti di lapangan,” ujar Iptu Joko Suseno.

 

Pihak kepolisian mengakui tantangan di lapangan saat ini semakin kompleks. Para pelaku kini mulai meninggalkan cara-cara konvensional dan beralih menggunakan modus operandi yang lebih beragam, seperti sistem ranjau (putus kontak) hingga bertransaksi memanfaatkan platform digital (online).

Baca Juga :  Perkuat Sinergi dengan Ulama, Kapolri Silaturahmi dengan Rais Aam PBNU di Surabaya

 

Menyiasati hal tersebut, Polres Pasuruan bergerak cepat dengan memperkuat jaringan informan di tingkat bawah serta meningkatkan intensitas patroli siber (cyber patrol) guna memantau pergerakan akun-akun yang menjajakan rokok ilegal di media sosial maupun marketplace.

 

Di akhir sesi, Kasi Humas mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Pasuruan untuk berani menjadi mata dan telinga aparat. “Jika menemukan rokok tanpa pita cukai atau menggunakan pita cukai palsu, segera laporkan ke pihak berwajib. Dengan melapor, kita menyelamatkan penerimaan negara,” tegasnya.

 

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Pasuruan, Yudha Triwidya Sasongko, yang turut hadir sebagai narasumber menjelaskan bahwa Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) memiliki kontribusi yang sangat besar bagi kelangsungan fasilitas publik di wilayahnya.

Baca Juga :  Jumat Berkah, Polsek Tumijajar Bagikan Hasil Panen Sawah Kolam Biosaka, Wujudkan Kedaulatan Pangan

 

“Hasil cukai yang dipungut negara itu sejatinya kembali lagi ke masyarakat Pasuruan, terutama dalam menyokong dan mendanai layanan jaminan kesehatan gratis serta pembangunan puskesmas dan RSUD. Karena itu, kami mendorong warga untuk tidak membeli rokok ilegal demi pembangunan Kabupaten Pasuruan sendiri,” urai Sekda.

 

Di sisi lain, perwakilan elemen masyarakat yang hadir mengusulkan agar Kantor Bea Cukai Pasuruan menyusun formula kolaborasi yang lebih inklusif. Formula tersebut diharapkan bisa menyentuh lingkungan sekolah, asosiasi jasa pengiriman (logistik online), hingga paguyuban pedagang kelontong agar pengawasan menjadi berlapis dan mempersempit ruang gerak para pelaku. (*)

Penulis : Chu

Berita Terkait

Bentrokan Pemuda PN dan KS Berakhir Damai di Polres Pasuruan Kota
Sinergitas POLRI Bersama Nahdlatul Ulama (NU) Sejalan Dengan semangat Amar ma’ruf Nahi mungkar
Jumat Berkah, Polsek Tumijajar Bagikan Hasil Panen Sawah Kolam Biosaka, Wujudkan Kedaulatan Pangan
Bareskrim Polri Ungkap Dugaan Impor Ilegal 1.257 Balpres di Subang
Polres Lampung Utara Gelar Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 Tahun 2026
Penyidik Polres Pasuruan Kota Beberkan Perkembangan Penanganan Kasus UU ITE yang Menyeret Wanita Mengaku Wartawati
Korlantas Polri akan menggelar Operasi Patuh 2026 secara serentak mulai Senin 26 Oktober hingga 8 November 2026
Berharap Karhutla Lekas Berlalu, Kapolres Pasuruan Bersama Ribuan Santri Ponpes Dalwa Gelar Salat Istisqa
Berita ini 26 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 1 November 2026 - 19:00 WIB

Bentrokan Pemuda PN dan KS Berakhir Damai di Polres Pasuruan Kota

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 08:36 WIB

Sinergitas POLRI Bersama Nahdlatul Ulama (NU) Sejalan Dengan semangat Amar ma’ruf Nahi mungkar

Jumat, 30 Oktober 2026 - 19:27 WIB

Jumat Berkah, Polsek Tumijajar Bagikan Hasil Panen Sawah Kolam Biosaka, Wujudkan Kedaulatan Pangan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 04:57 WIB

Bareskrim Polri Ungkap Dugaan Impor Ilegal 1.257 Balpres di Subang

Rabu, 28 Oktober 2026 - 12:13 WIB

Polres Lampung Utara Gelar Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 Tahun 2026

Senin, 26 Oktober 2026 - 13:46 WIB

Penyidik Polres Pasuruan Kota Beberkan Perkembangan Penanganan Kasus UU ITE yang Menyeret Wanita Mengaku Wartawati

Minggu, 25 Oktober 2026 - 19:35 WIB

Korlantas Polri akan menggelar Operasi Patuh 2026 secara serentak mulai Senin 26 Oktober hingga 8 November 2026

Selasa, 20 Oktober 2026 - 22:37 WIB

Berharap Karhutla Lekas Berlalu, Kapolres Pasuruan Bersama Ribuan Santri Ponpes Dalwa Gelar Salat Istisqa

Berita Terbaru