LAMPUNG UTARA, realitapublik.id — Deretan umbul-umbul kuning bertuliskan Desa Bandar Abung melambai tertiup angin sore, berbaris rapi di sepanjang jalan aspal nan mulus. Di bawah rindangnya pepohonan, riuh tawa dan gemercik suara sapu lidi warga memecah keheningan desa. Tanpa diupah sepeser pun, masyarakat di pelosok Kecamatan Abung Surakarta, Kabupaten Lampung Utara, tampak sibuk bersolek mempercantik pemukiman.
Warga bahu-membahu menyulap tanah lapang dan memperindah setiap sudut kampung. Aksi swadaya ini membawa satu tujuan mulia: menyambut kedatangan ribuan anggota Pramuka dengan kehangatan khas keluarga sendiri.
Desa Bandar Abung secara resmi terpilih menjadi tuan rumah perhelatan akbar Gladian Pimpinan Regu (Dianpinru) dan Gladian Pimpinan Sangga (Dianpinsat) Kwartir Cabang Lampung Utara pada 9 hingga 11 Oktober 2026 mendatang. Ribuan Pramuka penegak dan penggalang terbaik se-kabupaten dipastikan akan tumpah ruah serta berkemah di desa tersebut.
Di tengah arus modernisasi yang sarat dinilai dengan materi, tingkah warga Bandar Abung hadir sebagai anomali yang menyejukkan. Penunjukan desa sebagai pusat kegiatan justru disikapi warga dengan sukacita dan rasa bangga, alih-alih menganggapnya sebagai beban.
Kepala Desa Bandar Abung, Edi Purnomo, S.E., tidak mampu menyembunyikan rasa harunya saat menyaksikan kesadaran warga yang bergerak secara spontan. Jauh sebelum acara dimulai, masyarakat berbondong-bondong membawa peralatan dari rumah untuk kerja bakti membabat rumput, meratakan lahan perkemahan, hingga menyiapkan area singgah.
“Ini sejarah bagi kami. Bandar Abung kembali dipercaya untuk kedua kalinya menjadi tuan rumah kegiatan sebesar ini. Tentu ini menjadi kebanggaan kita bersama,” ujar Edi Purnomo dengan mata berkaca-kaca, Minggu (4/10/2026).
Ia menyadari penuh bahwa menjaga ketertiban serta kenyamanan ribuan peserta bukanlah tugas yang ringan. Namun, berkaca pada solidnya kerja sama warga, ia optimistis perhelatan akan berlangsung sukses.
“Tanpa dukungan masyarakat, kegiatan ini tidak ada artinya. Mari kita tunjukkan jati diri kita sebagai warga yang ramah, kompak, dan bersatu,” tegasnya.
Daya tarik agenda kepramukaan ini tidak hanya membakar kembali semangat gotong royong warga, melainkan turut memantik urat nadi perekonomian lokal. Kehadiran ribuan peserta, pembina, serta panitia selama tiga hari berturut-turut menjadi peluang emas bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) setempat.
Ibu-ibu rumah tangga di Bandar Abung mulai bersiap menjajakan aneka kuliner lokal, makanan ringan, hingga minuman segar di seputar lokasi perkemahan. Di sisi lain, para pemilik warung kelontong menambah ketersediaan stok barang dagangan hingga berlipat ganda dari biasanya. Perhelatan kepramukaan ini secara tidak langsung menjelma sebagai pusat kegiatan ekonomi yang siap memutar roda perekonomian masyarakat.
Perpaduan antara keramahan pedesaan, ketulusan gotong royong, serta geliat ekonomi mikro mewarnai kesiapan Bandar Abung. Warga berkomitmen memastikan para peserta tidak hanya membawa pulang bekal ilmu kepemimpinan, tetapi juga kenangan berkesan tentang keramahan desa.
“Mari kita sukseskan bersama. Pramuka Lampung Utara: Berkarakter, Berprestasi, Bersinergi,” tutup Edi Purnomo penuh optimisme. (*/Rody Sandra)






