TULANG BAWANG BARAT, realitapublik.id — Bagian Psikologi (Bag Psi) Biro SDM Polda Lampung kembali menggelar kegiatan Mapping Psikologi Berkala secara kolektif dan rutin tahunan bagi personel Polres Tulang Bawang Barat (Tubaba). Kegiatan ini berlangsung di Aula Sarja Arya Racana Mapolres Tubaba pada Kamis (8/10/2026).
Kegiatan pemetaan psikologi ini merupakan bagian dari upaya pembinaan sumber daya manusia guna memastikan kesiapan mental serta kondisi psikologis personel dalam menjalankan tugas kepolisian di lapangan.
Tes psikologi tersebut juga menjadi salah satu persyaratan utama dalam proses pinjam pakai senjata api (senpi) dinas organik. Melalui pemetaan berkala ini, kondisi psikologis setiap personel dapat terukur sehingga penggunaan senpi dinas tetap sesuai dengan prosedur, profesional, dan bertanggung jawab.
Ps. Kabag Psikologi Polda Lampung, Kompol Putu Denny Surya Permana, S.Psi., M.M., melalui Ps. Paurpsipers Bagpsy Ro SDM Polda Lampung, Ipda Noval Syafutra, S.Psi., menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mendukung pelaksanaan tugas kepolisian yang humanis serta mengedepankan prinsip kehati-hatian.
“Tes psikologi ini bukan sekadar formalitas, melainkan instrumen penting untuk memastikan personel pemegang senjata api dinas benar-benar memenuhi aspek psikologis yang dipersyaratkan,” ujar Ipda Noval.
Sementara itu, Kapolres Tulang Bawang Barat, AKBP Himmawan Setiawan, S.I.K., M.Tr.Opsla., melalui Kabag SDM Kompol A. Pancarudin, S.H., M.M., mengungkapkan bahwa sasaran utama kegiatan ini meliputi tes psikologi bagi pemegang senpi organik, pemetaan (mapping), hingga konseling psikologi bagi anggota yang menghadapi kendala pribadi maupun kedinasan.
“Mapping psikologi ini merupakan agenda rutin tahunan yang terselenggara atas kerja sama Polres Tubaba dengan Bagian Psikologi Biro SDM Polda Lampung,” jelas Kompol Pancarudin.
Ia menambahkan, kegiatan tersebut diikuti sebanyak 100 personel yang terdiri atas Pejabat Utama (PJU), perwira, Bintara yang mengemban jabatan perwira, seluruh pemegang senpi dinas, serta personel yang nilai e-mental-nya memerlukan pendampingan atau konseling. (*/Rody Sandra)
Editor : Red






