Wali Murid Sebuah SD Negeri di Bogor Keluhkan Les Berbayar 

- Jurnalis

Selasa, 11 Februari 2025 - 16:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bogor, realitapublik.id – Seluruh wali murid menginginkan anaknya dapat mengikuti kegiatan les atau bimbingan belajar (bimbel). Sebab, dengan mengikuti bimbel, anaknya dapat memahami pelajaran, menyelesaikan tugas sekolah, dan mempersiapkan diri untuk ujian. Bimbel juga dapat membantu siswa mengembangkan potensi dan keterampilan belajarnya.

 

 

Sayangnya, kegiatan les tersebut diselenggarakan tidak secara gratis kepada siswa. Kondisi ini terjadi di SDN Pasireurih 04, Kecamatan Tamansari, Bogor.

 

 

Informasi terhimpun realitapublik.id, untuk bisa mengikuti kegiatan bimbel di SD tersebut, setiap murid kelas 2 diwajibkan membayar sebesar Rp 75 ribu. Nominal sebesar Rp 75 ribu itu untuk 8 kali pertemuan bimbel/les. Hal ini menuai pro dan kontra sehingga tidak semua murid kelas 2 mengikuti kegiatan bimbel atau les berbayar tersebut.

 

 

Kegiatan les itu, dapat menjadi sarana pendukung anak untuk bisa meraih nilai akademik yang lebih baik. Namun cukup ironis jika siswa yang mengikuti kegiatan bimbel itu mendapat kisi kisi atau bocoran soal setiap hendak diadakan ulangan sekolah.

Baca Juga :  Perjalanan Linda Benny: Dari Pengusaha Sukses Delanggu hingga Mengemban Amanah Wabup Klaten

 

 

Tidak heran, jika sejumlah wali murid menilai, dengan diselenggarakan bimbel atau les itu seakan hanya dijadikan sebagai sarana bisnis belaka.

 

 

Selain itu, sejumlah wali murid juga meragukan nilai hasil ulangan sekolah yang diperoleh siswa yang mengikuti les tersebut apakah obyektif atau tidak.

 

 

Terkait nilai hasil ulangan yang dinilai tidak obyektif, dijumpai pada hasil ulangan mapel Bahasa Indonesia dan Matematika sejumlah siswa.

 

 

Padahal, beberapa siswa yang ikut les diketahui jumlah jawaban yang salah, sama jumlahnya dengan jumlah hasil ulangan siswa yang tidak ikut les. Tapi nilai hasil ulangan siswa yang ikut les lebih tinggi dari nilai yang diperoleh siswa yang tidak ikut les.

Baca Juga :  Penuh atutias dan semangat, Sukamto S.Pd.I menggelar Do'a bersama dan Bakso Terapi dan bekam bersama DPD Parthi Tubaba. menjaga kesehatan dan pengobatan di Tiyuh daya sakti Jelang Pilkati

 

 

Menurut keterangan wali kelas 2A dan 2B, Rosa, kalau di Mapel Bahasa Indonesia, jawabannya ada point point nilai. “Kalau Matematika itu saya salah dan saya sudah konfirmasi ke orang tua,” kata Rosa kepada awak media di SDN Pasir Eurih 4 Tamansari, Selasa, 4 Februari 2025.

 

 

Rosa mengaku kegiatan bimbel atau les berbayar kepada murid kelas 2 sudah diketahui dan mendapat izin dari kepala sekolah.

 

 

“Sudah diijinkan dan mengetahui Kepala sekolah adanya les sekolah berbayar itu,” kata Rosa.

 

 

Terpisah, wali murid lainnya mengeluhkan perlakuan yang didapat antara murid yang mengikuti kegiatan bimbel atau les dengan murid yang tidak ikut les, terlihat ada perbedaan. Seakan siswa yang ikut dalam kegiatan bimbel mendapat perlakuan yang special.

Baca Juga :  Berkedok Kamuflase, Dugaan Peredaran Obat Keras Tramadol di Ciadeg Bogor Resahkan Warga

 

 

Karena mendapatkan perlakuan yang berbeda, siswa yang tidak mengikuti kegiatan les bisa merasa minder. Hal itu dapat berdampak pada kejiwaan siswa tersebut.

 

 

Seperti telah diketahui, dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan, pada bagian kelima yang memuat Pasal 181 disebutkan pendidik dan tenaga kependidikan baik perseorangan maupun kolektif, dilarang memungut biaya dalam memberikan bimbingan belajar atau les kepada peserta didik di satuan pendidikan.

 

 

Larangan tersebut juga tertuang pada pasal 198 yang berbunyi dewan pendidikan, komite sekolah atau madrasah dilarang memungut biaya bimbingan belajar atau les dari peserta didik atau orang tua atau walinya di satuan pendidikan.(*)

Penulis : Lucy

Editor : Abdul Hakim

Berita Terkait

Rekapitulasi Pilkati Serentak TUBABA 2026, Berikut Daftar Kepalo Tiyuh Terpilih 
Konflik Anggota DPRD Malang dan Pak Dur Berakhir Damai, Kasus Tetap Lanjut Berproses
Selundupkan 5 Kg Ganja Lewat Ekspedisi, Petani Asal Pujon Ditangkap Polres Batu
Pilkati Serentak Tubaba 2026, Kapolres dan Forkopimda Tinjau Kesiapan Pengamanan TPS
Permudah Usulan Bansos, Pemkec Suboh Fasilitasi Layanan Portal Perlinsos di Mojodungkol
ASDP Utamakan Keselamatan, Evakuasi Seluruh Penumpang dan Awak KMP Batumandi Berhasil Dilakukan
Pilkati Karta Tanjung Selamat Terancam Ricuh, Forkopimda Tubaba Disorot Tak Kunjung Hadir
HUT Ke-62 Golkar, DPD II Tubaba Menyatu dengan Warga Lewat Kegiatan Sosial
Berita ini 452 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 19:21 WIB

Rekapitulasi Pilkati Serentak TUBABA 2026, Berikut Daftar Kepalo Tiyuh Terpilih 

Kamis, 22 Oktober 2026 - 14:50 WIB

Konflik Anggota DPRD Malang dan Pak Dur Berakhir Damai, Kasus Tetap Lanjut Berproses

Rabu, 21 Oktober 2026 - 19:08 WIB

Selundupkan 5 Kg Ganja Lewat Ekspedisi, Petani Asal Pujon Ditangkap Polres Batu

Rabu, 21 Oktober 2026 - 14:12 WIB

Pilkati Serentak Tubaba 2026, Kapolres dan Forkopimda Tinjau Kesiapan Pengamanan TPS

Rabu, 21 Oktober 2026 - 11:18 WIB

Permudah Usulan Bansos, Pemkec Suboh Fasilitasi Layanan Portal Perlinsos di Mojodungkol

Selasa, 20 Oktober 2026 - 22:30 WIB

ASDP Utamakan Keselamatan, Evakuasi Seluruh Penumpang dan Awak KMP Batumandi Berhasil Dilakukan

Selasa, 20 Oktober 2026 - 22:16 WIB

Pilkati Karta Tanjung Selamat Terancam Ricuh, Forkopimda Tubaba Disorot Tak Kunjung Hadir

Selasa, 20 Oktober 2026 - 15:16 WIB

HUT Ke-62 Golkar, DPD II Tubaba Menyatu dengan Warga Lewat Kegiatan Sosial

Berita Terbaru