Didampingi LBH dan LSM, Wikarno Laporkan Kasus Kematian Anaknya yang Dianggap Tidak Wajar ke Polisi

- Jurnalis

Sabtu, 26 April 2025 - 15:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wikarno didampingi tim dari LBH serta sejumlah aktivis LSM, saat di Mapolres Pekalongan Kota. (Foto: M. Izul Faqih/realitapublik.id)

i

Wikarno didampingi tim dari LBH serta sejumlah aktivis LSM, saat di Mapolres Pekalongan Kota. (Foto: M. Izul Faqih/realitapublik.id)

Kota Pekalongan, realitapublik.id – Wikarno, warga Pragak Gang 1, Kelurahan Noyontaansari, melaporkan secara resmi dugaan kematian tak wajar anaknya, DKA (17), ke Polres Pekalongan Kota pada Sabtu siang (26/04/2025). Dalam pelaporan ini, Wikarno didampingi tim dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) serta sejumlah aktivis Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM).

 

Kuasa hukum keluarga, M. Yusuf, menjelaskan bahwa DKA anak Wikarno, dilaporkan hilang sejak Sabtu, 5 April 2025, setelah pihak keluarga melakukan upaya pencarian yang tidak membuahkan hasil.

Baca Juga :  Momen Haru Mewarnai Nikah Massal Gratis Pemkab Indramayu 2026

 

Dalam melakukan pencarian, pihak keluarga mencari secara intensif ke berbagai tempat yang biasa dikunjungi korban, termasuk rumah kerabat, tempat nongkrong, serta instansi pemerintah seperti Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Rumah Perlindungan Sosial Berbasis Masyarakat (RPSBM).

 

Lima hari berselang, tepatnya pada 10 April 2025, pihak RPSBM datang ke rumah keluarga untuk menyampaikan kabar duka. Dalam kunjungannya, mereka menginformasikan bahwa DKA telah meninggal dunia dan telah dimakamkan oleh pihak berwenang di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Sapuro.

Baca Juga :  Sidang Sengketa Tanah Kantor Kelurahan Bukir Kembali Ditunda

 

Kabar tersebut membuat keluarga terkejut, terlebih setelah mereka menerima foto-foto jenazah yang menunjukkan adanya luka lebam di beberapa bagian tubuhnya. Temuan ini menghadirkan tanda tanya besar bagi keluarga yang ditinggalkan. Mereka menilai, banyak kejanggalan dari kematian DKA.

 

Usai melihat foto jenazah DKA yang kondisi jasadnya diduga telah mengalami unsur kekerasan atau tindakan yang tidak wajar, Wikarno ayah DKA dengan didampingi LBH dan LSM langsung memasukkan laporan ke Polres Pekalongan Kota. Keluarga menuntut keadilan dan transparansi penyebab kematian anggota keluarga mereka.

Baca Juga :  Proyek Pemeliharaan Irigasi di Tiyuh Daya Asri Tubaba Disorot: Dikerjakan Asal-Asalan dan Tanpa Papan Informasi

 

“Fakta-fakta ini menuntut pengusutan yang serius dan transparan. Kami meminta kepolisian untuk membuka tabir di balik kematian DKA, dan jika ada unsur pidana, kami mendorong penegakan hukum yang tegas,” tegas M. Yusuf dalam keterangannya.

 

Pihak keluarga berharap aparat penegak hukum dapat menindaklanjuti laporan ini secara profesional, mengingat aspek kemanusiaan dan keadilan yang dipertaruhkan dalam kasus ini.(*)

Penulis : M. Izul Faqih/Hema Sembada

Editor : Abdul Hakim

Berita Terkait

Menghadapi Musim Hujan: Mengelola Trauma Banjir Lewat Kesiapsiagaan Mental dan Fisik
Kodam XVIII/Kasuari Berduka, Prajurit Brigif 26/GP Pratu Andi Syarif Bugis Meninggal Dunia
Dugaan Pungli Berkedok Komite, MTsN Kota Pasuruan Bakal Dilaporkan MASAKO ke Kanwil Kemenag Jatim
Papan Rekening Komite MTsN Pasuruan Ditutupi, Sinyal Kelola Dana Tak Sehat?
Dituding Ada Pungli Komite, Papan Rekening di Resepsionis MTsN Kota Pasuruan Mendadak Diamankan Saat Wartawan Datang
Dampak Karhutla Sumsel: Udara PALI dan Palembang Masih Berbahaya
Cederai Moralitas Pendidikan, AMCD Kecam Keras Kasus Asusila di MTsN Kota Pasuruan
Bupati Situbondo Masuk 22 Tokoh Muda Nahdliyin Inspiratif 2026 Versi FJN
Berita ini 44 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 20:11 WIB

Menghadapi Musim Hujan: Mengelola Trauma Banjir Lewat Kesiapsiagaan Mental dan Fisik

Minggu, 25 Oktober 2026 - 15:18 WIB

Kodam XVIII/Kasuari Berduka, Prajurit Brigif 26/GP Pratu Andi Syarif Bugis Meninggal Dunia

Minggu, 25 Oktober 2026 - 10:30 WIB

Dugaan Pungli Berkedok Komite, MTsN Kota Pasuruan Bakal Dilaporkan MASAKO ke Kanwil Kemenag Jatim

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 21:42 WIB

Dituding Ada Pungli Komite, Papan Rekening di Resepsionis MTsN Kota Pasuruan Mendadak Diamankan Saat Wartawan Datang

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 20:35 WIB

Dampak Karhutla Sumsel: Udara PALI dan Palembang Masih Berbahaya

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 15:00 WIB

Cederai Moralitas Pendidikan, AMCD Kecam Keras Kasus Asusila di MTsN Kota Pasuruan

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 13:41 WIB

Bupati Situbondo Masuk 22 Tokoh Muda Nahdliyin Inspiratif 2026 Versi FJN

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 11:13 WIB

Label Infus Muat Nama Pasien Lain, Keluarga Soroti Prosedur Keselamatan di RSUD Kraton

Berita Terbaru