KOTABUMI realita publik.id – Tepat satu tahun yang lalu, 20 Februari 2025, Dr. Hamartoni, M.Si., dan Romli, S.Kom., M.H., resmi dilantik oleh Presiden di Monumen Nasional (Monas) Jakarta sebagai Bupati dan Wakil Bupati Lampung Utara. Kini, memasuki satu tahun masa kepemimpinan di kabupaten berjuluk Ragem Tunas Lampung tersebut, refleksi kerja nyata mulai membuahkan hasil yang signifikan bagi masyarakat.
Meski satu tahun merupakan waktu yang singkat dalam kalender konstitusi—terlebih dengan tantangan cuaca ekstrem dan bencana alam—Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Utara di bawah komando Hamartoni-Romli menunjukkan komitmennya melalui aksi nyata di lapangan, mulai dari pemenuhan kebutuhan dasar, evakuasi bencana, hingga penguatan layanan kesehatan.
Capaian Ekonomi dan Kesejahteraan
Dalam acara Refleksi Kinerja Satu Tahun yang digelar di Gedung Pusiban Agung, Selasa (3/2/2026), Sekretaris Daerah Dra. Intji Indriati, M.H., memaparkan sejumlah capaian indikator makro yang menggembirakan.
Pertumbuhan ekonomi Lampung Utara melonjak menjadi 5,12 persen di tahun 2025, dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya 4,10 persen. Sejalan dengan itu, angka kemiskinan berhasil ditekan dari 16,92 persen menjadi 15,78 persen, yang berarti sebanyak 6.920 jiwa berhasil keluar dari zona kemiskinan.
Kualitas hidup masyarakat juga meningkat, tercermin dari Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang naik dari 71,42 ke angka 72,28. Sementara itu, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) turun tipis dari 5,85 persen menjadi 5,78 persen.
Transformasi Layanan Publik dan Kesehatan
Pembenahan sektor kesehatan menjadi sorotan utama. RSUD Ryacudu kini tampil dengan wajah baru melalui digitalisasi dan penyederhanaan alur birokrasi. Hal ini berdampak pada kenaikan Bed Occupancy Ratio (BOR) dari 6,2 persen (2024) menjadi 21,23 persen (2025), serta raihan penghargaan Opini Kualitas Tinggi dari Ombudsman RI.
Inovasi lain yang dirasakan langsung masyarakat adalah program PAKSU (Pelayanan Administrasi Kependudukan Jemput Bola) yang menjangkau 150 desa, serta layanan Puskesmas MIDER yang mencatat 28.123 kunjungan selama Maret-Desember 2025. Di sektor pendidikan, sebanyak 15.553 seragam sekolah gratis telah dibagikan kepada peserta didik baru SD dan SMP, dengan target meningkat menjadi 22.632 seragam pada 2026.
Lumbung Pangan dan Hilirisasi Pertanian
Di sektor agraria, Lampung Utara mempertegas posisinya sebagai lumbung pangan di Provinsi Lampung. Dengan produksi jagung mencapai 150.315 ton dan ubi kayu sebanyak 767.435 ton, kabupaten ini menduduki peringkat kedua penghasil ubi kayu terbesar di Lampung.
Langkah strategis dilakukan melalui hilirisasi, salah satunya pembangunan pabrik pengolahan tapioka swasta dan perluasan areal perkebunan tebu seluas 5.893 hektare. Capaian ini menempatkan Lampung Utara sebagai daerah dengan proses perluasan dan bongkar ratun tercepat kedua secara nasional.
Sinergi dan Keterbukaan Informasi
Menutup laporannya, Sekda Intji Indriati menegaskan bahwa keberhasilan ini adalah hasil kolaborasi lintas sektoral. Pemkab Lampung Utara juga kian adaptif dengan teknologi melalui layanan informasi berbasis aplikasi digital guna mendukung keterbukaan informasi publik.
“Kegiatan refleksi ini menjadi momentum untuk memperkuat sinergi dan kolaborasi demi menyempurnakan kebijakan serta implementasi program secara berkelanjutan,” ujar Intji di hadapan Bupati dan Wakil Bupati yang hadir mengenakan seragam dinas harian (Khaki).
Bagi masyarakat Lampung Utara, satu tahun kepemimpinan Hamartoni-Romli bukan sekadar perayaan simbolik, melainkan fondasi awal menuju daerah yang lebih maju, aman, dan sejahtera. (*)
Pewarta: Rodi Sandra
Editor : Red







