TULANG BAWANG BARAT, realitapublik.id — Harapan Karim, warga Tiyuh Penumangan, Kecamatan Tulang Bawang Tengah, untuk mendapatkan pengobatan intensif akhirnya menemui titik terang. Merespons laporan masyarakat, tim gabungan Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) bergerak cepat dengan turun langsung mengunjungi kediaman Karim, Selasa (07/04/2026).
Kunjungan kemanusiaan ini dilakukan oleh tim gabungan yang terdiri dari unsur Asisten 1 Pemkab Tubaba, Dinas Kesehatan (Puskesmas Panaragan), Dinas Sosial, Baznas, Camat Tulang Bawang Tengah, serta Kepala Tiyuh Penumangan.
Kedatangan tim gabungan ini merupakan wujud nyata kepedulian pemerintah terhadap kondisi kesehatan warganya. Selain melakukan pemeriksaan medis, tim juga mendengar langsung kendala administratif dan finansial yang dihadapi keluarga Karim terkait rencana rujukan pengobatan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Abdul Muluk, Bandar Lampung.
Kepala Puskesmas Panaragan, mewakili Dinas Kesehatan, memastikan bahwa pihaknya akan memfasilitasi kebutuhan medis Karim agar proses pengobatan berjalan lancar.
“Bidan desa kami sudah melakukan pemeriksaan sejak pagi tadi. Sekarang tim kami di Penumangan kembali hadir untuk memastikan kebutuhan pasien. Kami juga akan segera memproses surat permohonan ke Baznas guna membantu biaya operasional rujukan pengobatan ke RS Abdul Muluk,” ujar Kepala Puskesmas di sela kunjungan.
Sementara itu, pihak Baznas Tubaba menyatakan kesiapannya dalam menyalurkan dukungan dana sosial untuk meringankan beban keluarga yang selama ini terkendala biaya pengobatan.
Maryusup, perwakilan pihak keluarga sekaligus tetangga yang sejak awal mengawal kondisi Karim, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih yang mendalam atas perhatian sigap dari Pemerintah Kabupaten Tubaba.
“Kami sangat berterima kasih kepada Bapak Bupati, Wakil Bupati, Baznas, Dinkes, Camat, serta Kepala Tiyuh yang telah turun langsung melihat dan memberikan bantuan kepada Pak Karim. Semoga beliau segera mendapatkan penanganan medis dan diberikan kesembuhan,” tutur Maryusup dengan haru.
Respons cepat ini diharapkan menjadi contoh nyata bagaimana birokrasi dapat hadir di tengah masyarakat yang sedang membutuhkan. Kini, Karim selangkah lebih dekat menuju akses pengobatan yang layak, berkat sinergi antara aspirasi warga dan ketanggapan pemerintah daerah. (*)
Penulis : Rody Sandra







