Foto: Suasana di lokasi SPPG 005 Situbondo, Jl. PB Sudirman, Kelurahan Patokan, saat para pelamar hendak mengikuti tes wawancara. (Photo: realitapublik.id)
SITUBONDO, realitapublik.id – Fenomena menarik terjadi di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) 005 Situbondo. Sebanyak 940 pelamar menyerbu lowongan kerja di lembaga tersebut, menunjukkan tingginya antusiasme sekaligus besarnya harapan warga Situbondo untuk mendapatkan pekerjaan.
Perwakilan Yayasan SPPG 005 Situbondo, Anis Wahdi, membenarkan membludaknya jumlah pelamar tersebut. Ia menjelaskan bahwa proses seleksi dilakukan dalam dua tahap, yakni seleksi administrasi dan wawancara.
“Total ada 940 pelamar yang mendaftar. Setelah melalui tahap seleksi administrasi, sebanyak 55 orang dinyatakan gugur karena tidak sesuai ketentuan,” ujar Anis kepada realitapublik.id, Kamis (7/5/2026).
Rincian pelamar yang tidak lolos seleksi awal meliputi 25 orang karena berdomisili di luar Situbondo, 26 orang tidak memiliki ijazah minimal SMA/sederajat, serta 4 orang tidak menyertakan berkas ijazah dalam lamarannya.
“Dari total tersebut, 885 orang dinyatakan lolos seleksi administrasi dan hari ini mereka mengikuti tes wawancara,” ungkapnya.
Namun, persaingan dipastikan akan sangat ketat. Sebab, dari 885 peserta wawancara, pihak yayasan hanya akan merekrut 47 orang sebagai relawan atau pekerja.
Mereka nantinya akan mengisi berbagai posisi strategis, mulai dari Aslap, Ahli Gizi, Akuntan, hingga tim operasional dapur seperti bagian persiapan, pengolahan, pemorsian, distribusi, dan cuci ompreng.

Membludaknya pendaftar di kantor SPPG 005 Situbondo, Jl. PB Sudirman, Kelurahan Patokan ini mendapat perhatian serius dari Komisi IV DPRD Situbondo. Ketua Komisi IV, Supoyo SH, bahkan langsung turun ke lapangan untuk melakukan inspeksi mendadak (sidak) saat tes wawancara berlangsung.
Supoyo menilai, ketimpangan antara jumlah pelamar dan kuota yang tersedia merupakan potret nyata masih tingginya angka pengangguran di Kabupaten Situbondo.
“Hasil pantauan kami, jumlah pelamar ini luar biasa. Ini bukti bahwa masyarakat kita masih sangat haus akan lapangan pekerjaan. Sampai-sampai ada pelamar dari luar kota yang ikut mencoba peruntungan di sini,” tegas Supoyo.
Meski mengapresiasi pihak pengelola yang berani berinvestasi dan membuka peluang kerja bagi warga lokal, Supoyo memberikan catatan kritis bagi Pemerintah Kabupaten Situbondo. Ia meminta Pemkab segera mencari terobosan untuk menarik lebih banyak investor agar bisa menyerap tenaga kerja secara masif.
“Rasio antara pencari kerja dan lowongan sangat timpang; daftar hampir seribu, yang diterima tidak sampai lima puluh orang. Ini harus jadi perhatian serius Pemkab Situbondo untuk menarik investor sebanyak-banyaknya ke sini,” pungkasnya. (*)
Penulis : Abdul Hakim






