PASURUAN realitapublik.id – Proyek perbaikan plengsengan di samping Jembatan Purut, tepatnya pada akses jalan menuju Karangwingko, mendulang sorotan publik. Selain terkesan lambat dan mengulur waktu, pengerjaan proyek ini disinyalir dilakukan secara asal-asalan serta mengabaikan aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).
Berdasarkan pantauan di lokasi pada Senin (5/10/2026), tak satu pun pekerja yang terlihat menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) atau perlengkapan keselamatan standar. Selain itu, rambu peringatan di sekitar lokasi sangat minim, padahal kawasan tersebut merupakan jalur umum yang terbilang padat lalu lintas.
Kondisi di lapangan makin memprihatinkan dengan tumpukan material batu yang berserakan hingga memakan hampir separuh bahu jalan. Sementara di sisi lain, galian lubang yang cukup dalam hanya dibatasi selembar garis polisi (police line), sehingga sangat berpotensi memicu kecelakaan lalu lintas.
Dugaan minimnya keterbukaan informasi publik makin menguat lantaran papan nama proyek dipasang di lokasi yang tersembunyi dan sulit diakses warga.
Keluhan senada disampaikan oleh salah seorang pengguna jalan yang melintas di area tersebut. Ia mengaku resah dengan kondisi jalan yang membahayakan keselamatan warga, terutama saat malam hari.
“Bagaimana ini, tumpukan batu sudah lama dibiarkan mengganggu dan memakan hampir separuh jalan. Sementara galian lubang sungai di sebelahnya cuma diberi police line. Kalau malam hari, takutnya ada warga yang terperosok karena minim penerangan dan pembatas. Harusnya pelaksana proyek lebih memikirkan safety, bukan sekadar pasang tali begitu saja,” ujarnya dengan nada kesal.
Melihat banyaknya pelanggaran dan potensi bahaya di lokasi, dinas terkait didesak untuk segera turun tangan melakukan evaluasi serta memberikan teguran keras kepada pihak kontraktor pelaksana. (*)






