KOTA PASURUAN, Realitapublik.id — Kepolisian Resor (Polres) Pasuruan Kota menunjukkan komitmen kuat dalam menjaga kondusivitas wilayah selama bulan suci Ramadan. Melalui gelaran Operasi Pekat Semeru 2026, jajaran kepolisian berhasil mengungkap 11 kasus penyakit masyarakat (pekat) dengan mengamankan 12 orang tersangka.
Hasil operasi tersebut dipaparkan dalam konferensi pers yang digelar di ruang Rupatama Sanika Satyawada, Mapolres Pasuruan Kota, Rabu (11/03/2026).
Operasi Pekat Semeru 2026 berlangsung selama 12 hari, terhitung sejak 25 Februari hingga 8 Maret 2026. Sasaran operasi ini meliputi berbagai jenis tindak kriminalitas yang meresahkan warga, mulai dari premanisme, prostitusi, narkoba, hingga peredaran bahan peledak (petasan).
Wakapolres Pasuruan Kota, Kompol Yokbeth Wally, menjelaskan bahwa pengungkapan kasus perjudian menjadi yang paling menonjol dalam operasi kali ini.
“Selama pelaksanaan Operasi Pekat Semeru 2026, kami berhasil mengungkap 11 kasus dengan total 12 tersangka. Kasus perjudian mendominasi dengan tiga kasus dan tiga tersangka, di mana para pelaku terlibat praktik judi online melalui perangkat telepon genggam,” jelas Kompol Yokbeth.
Selain perjudian, polisi memberikan perhatian serius pada peredaran bahan peledak menjelang Idulfitri. Petugas berhasil mengamankan satu tersangka penyalahgunaan bahan peledak beserta barang bukti berupa ratusan butir petasan siap pakai dan bahan mentah untuk merakit mercon. Langkah ini diambil guna mencegah insiden ledakan yang sering kali memakan korban jiwa di masa menjelang lebaran.
Secara rinci, sebaran kasus yang berhasil diungkap meliputi:
Perjudian: 3 Kasus (3 Tersangka)
Narkoba: 3 Kasus (4 Tersangka)
Premanisme: 3 Kasus (3 Tersangka)
Prostitusi: 1 Kasus (1 Tersangka)
Bahan Peledak: 1 Kasus (1 Tersangka)
Kompol Yokbeth menegaskan bahwa berakhirnya Operasi Pekat Semeru bukan berarti pengawasan melemah. Sebaliknya, Polres Pasuruan Kota akan semakin mengintensifkan patroli dan penindakan, terutama untuk mengantisipasi gangguan kamtibmas di sisa bulan Ramadan hingga hari raya.
“Kami mengimbau masyarakat untuk ikut aktif menjaga keamanan lingkungan masing-masing. Jika menemukan aktivitas mencurigakan atau penyakit masyarakat, segera lapor ke petugas. Partisipasi warga sangat penting untuk menciptakan suasana Ramadan yang damai dan kondusif,” pungkasnya.
Penulis : Chu







