LAMPUNG UTARA, Realitapublik.id — Implementasi program strategis nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Lampung Utara kembali didera kabar miring. Sejumlah wali murid di SDN 02 Cempaka, Kecamatan Sungkai Jaya, melayangkan kritik pedas kepada Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Cempaka Putih di bawah naungan Yayasan Daur Said, Sabtu (14/03/2026).
Pemicunya adalah temuan paket buah semangka yang kondisinya memprihatinkan; busuk, masih muda (berwarna pucat), dan dinilai tidak layak konsumsi oleh para siswa.
Selain masalah kualitas pangan, pengelola dapur diduga kuat mengabaikan instruksi Wakil Kepala BGN, Sony Sonjaya. Dalam aturannya, setiap paket MBG wajib mencantumkan tabel rincian harga satuan dan informasi kandungan gizi pada kemasan demi transparansi publik. Namun, paket yang diterima siswa SDN 02 Cempaka tidak dilengkapi informasi tersebut.

“Kami pertanyakan, di mana fungsi kontrol ahli gizinya? Ini menggunakan uang negara, jangan main-main dengan nutrisi anak kami,” tegas salah satu wali murid yang meminta identitasnya dirahasiakan.
Kekecewaan wali murid ini bukan tanpa alasan. Masyarakat masih menyimpan trauma mendalam atas insiden keracunan massal yang pernah terjadi sebelumnya di wilayah yang sama. Berdasarkan hasil uji laboratorium kala itu, ditemukan kandungan bakteri berbahaya pada menu mi yang dikonsumsi siswa.
“Dulu sudah pernah ada anak-anak keracunan karena makanan dari SPPG ini. Sekarang, mereka memberikan buah semangka yang busuk dan pucat. Ini sangat berbahaya jika dikonsumsi anak-anak,” imbuhnya dengan nada kecewa.
Wali murid mendesak agar Badan Gizi Nasional (BGN), Pemerintah Kabupaten Lampung Utara, dan DPRD setempat segera turun ke lapangan. Mereka menuntut adanya evaluasi total terhadap izin operasional dan manajemen Yayasan Daur Said sebagai vendor penyedia makanan.
Praktik ini dianggap mencederai citra program “Nawa Cita” Presiden Prabowo Subianto yang bertujuan menekan angka stunting dan menciptakan SDM unggul menuju Indonesia Emas.
Hingga berita ini diterbitkan, upaya konfirmasi kepada pihak Yayasan Daur Said melalui sambungan telepon belum membuahkan hasil. Meski nomor dalam keadaan aktif, pihak pengelola dapur belum memberikan keterangan resmi terkait distribusi buah yang tidak layak tersebut.
Di sisi lain, pihak sekolah SDN 02 Cempaka juga didesak untuk lebih selektif dan berani menolak kiriman menu dari vendor jika secara fisik sudah terlihat tidak memenuhi standar kualitas pemerintah.(*)
Penulis : Rody Sandra







