KEPANJEN MALANG realitapublik.id – Gelaran Musyawarah Cabang (Muscab) DPC PKB Kabupaten Malang yang berlangsung di Hotel Grand Miami, Minggu (29/03/2026), menjadi panggung pembuktian bagi H. Ali Murtadlo, S.H., M.AP. Sosok yang akrab disapa Gus Tadlo ini muncul sebagai kandidat tunggal paling potensial setelah mengantongi dukungan solid dari 22 Dewan Pengurus Anak Cabang (DPAC).
Dukungan dari 22 kursi dari total 33 kecamatan di Kabupaten Malang bukanlah sekadar statistik. Ini adalah pernyataan politik dari arus bawah yang menginginkan kepemimpinan organik. Dukungan mayoritas absolut ini praktis menempatkan Bendahara DPC PKB aktif tersebut di posisi “di atas angin” dalam bursa pemilihan ketua periode lima tahun ke depan.
Ketua DPAC PKB Bululawang, M. Shodiq, menegaskan bahwa dukungan massal ini lahir dari evaluasi objektif terhadap rekam jejak Gus Tadlo. Menurutnya, Gus Tadlo adalah representasi pemimpin yang meniti karier benar-benar dari nol.
“Beliau berangkat dari bawah, dari DPAC Jabung. Beliau bukan pemimpin yang tiba-tiba turun dari langit. Gus Tadlo merasakan sendiri pahit getirnya berjuang di tingkat akar rumput. Itulah mengapa 22 kecamatan satu suara,” tegas Shodiq di sela-sela persiapan Muscab.
Statusnya sebagai alumnus Pondok Pesantren Al Falah Ploso Kediri juga memberikan bobot moral dan kultural yang kuat di mata konstituen PKB yang berbasis Nahdliyin. Pengalamannya sebagai mantan Ketua MWC NU Jabung hingga Wakil Komandan Banser Jawa Timur dianggap sebagai jaminan loyalitas yang tak terbantahkan.
Ketajaman Gus Tadlo tidak hanya terlihat di internal partai, tetapi juga teruji di medan tempur elektoral. Pada Pileg 2024 lalu, ia menorehkan prestasi gemilang dengan meraih 18.500 suara, angka tertinggi di internal PKB Kabupaten Malang.
Keberhasilannya mempertahankan kursi DPRD untuk periode kedua, sekaligus menjabat sebagai Ketua Komisi II, menjadi bukti “tangan dinginnya” dalam urusan strategi dan kebijakan publik. Di parlemen, ia dikenal vokal tanpa kompromi dalam menyuarakan hak rakyat, sebuah kualitas yang krusial untuk menjaga marwah partai di masa depan.
Daya tarik utama Gus Tadlo terletak pada dualitas karakternya. Ia dikenal supel dan luwes dalam berkomunikasi lintas sektor, namun tetap bisa bersikap tegas jika menyangkut kepentingan organisasi maupun masyarakat luas.
“Gaya komunikasinya menjadi pembeda. Ia bisa masuk ke semua kalangan, dari kiai sepuh hingga generasi milenial. Ini strategi vital untuk membesarkan PKB di tengah dinamika politik yang semakin kompleks,” tambah Shodiq.
Dengan dukungan 22 DPAC yang sudah terkunci, Muscab di Hotel Grand Miami hari ini diprediksi akan menjadi momentum pengukuhan Gus Tadlo sebagai nahkoda baru. Jika estafet kepemimpinan ini berjalan mulus, PKB Kabupaten Malang dipastikan memasuki babak baru di bawah kendali kader muda yang bervisi teknokratis namun tetap berakar kuat pada nilai-nilai santri.
Hingga berita ini diturunkan, suasana di Hotel Grand Miami terus menghangat dengan kehadiran delegasi dari berbagai kecamatan yang siap mengawal suara untuk kemenangan Gus Tadlo.
Penulis : Bil







