KOTA PEKALONGAN, realitapublik.id – Niat hati ingin sembuh, Rokhmiyati (43) justru diselimuti kecemasan mendalam. Warga Wiradesa yang sedang dirawat di RS Siti Khotijah ini mendapati alat medis yang masuk ke tubuhnya diduga tidak steril.
Pemicunya adalah temuan sang suami, Soni, yang melihat kejanggalan pada kantong infus istrinya, Sabtu malam, 25 April 2026, di ruang perawatan rumah sakit tersebut.
“Saya kaget melihat kondisi infus itu. Ada coretan dan seperti ada nama pasien lain. Sejak kejadian itu, istri saya jadi kepikiran terus, bahkan sampai tidak bisa tidur,” ujar Soni, Minggu, 26 April 2026.
Temuan tersebut seketika mengubah suasana ruang perawatan menjadi penuh ketegangan.
Pihak keluarga sangat menyayangkan kejadian ini. Mengingat infus adalah alat sekali pakai, risiko kontaminasi menjadi ancaman nyata.
Terkait temuan dalam insiden itu, praktisi hukum kesehatan, H. Bayu Agung Pribadi, SKM., SH., MH.Kes., saat dimintai tanggapannya, ia menyampaikan bahwa jika dugaan tersebut benar, maka hal itu berpotensi melanggar standar pelayanan medis dan prinsip keselamatan pasien.
Ia menegaskan bahwa dalam praktik pelayanan kesehatan, penggunaan alat medis sekali pakai wajib mengikuti standar sterilisasi yang ketat dan tidak boleh digunakan ulang karena dapat menimbulkan risiko bagi pasien.
Sementara itu, Ketua Umum DPP LSM Pejuang 24, Teguh Hadi Santoso, menyampaikan bahwa pihaknya meminta adanya klarifikasi terbuka dari pihak rumah sakit terkait dugaan tersebut. Ia menegaskan bahwa keselamatan pasien harus menjadi prioritas utama dalam setiap pelayanan kesehatan.
“Kami mendorong adanya penjelasan yang transparan agar tidak menimbulkan keresahan di masyarakat. Jika memang terdapat pelanggaran, maka harus ada evaluasi dan penegakan standar yang tegas,” ujarnya.
Sejauh ini, upaya konfirmasi kepada pihak rumah sakit masih terus dilakukan guna memperoleh penjelasan yang berimbang.
Kasus ini kini menjadi sorotan publik, menunggu jawaban pasti dari manajemen rumah sakit terkait transparansi standar operasional mereka.(*)
Penulis : Wagiyono
Editor : Red







