LAMPUNG UTARA, realitapublik.id — Polemik mengenai belum terfungsinya infrastruktur air bersih dari Dana Alokasi Khusus (DAK) di Desa Purbasakti, Kecamatan Abung Surakarta, akhirnya mendapat kejelasan. Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Lampung Utara, Dirgantara, S.T., M.T., menegaskan bahwa proyek tersebut secara administratif sudah dilakukan serah terima.
Penjelasan ini disampaikan guna merespons pandangan publik terkait bangunan fisik yang tampak sudah berdiri namun belum sepenuhnya dirasakan manfaatnya oleh masyarakat sekitar.
Dalam keterangannya, Dirgantara menjelaskan bahwa proses serah terima pekerjaan telah dilaksanakan dengan disaksikan oleh pihak Pemerintah Desa setempat. Saat ini, status proyek tersebut berada dalam masa perawatan oleh pihak kontraktor.
“Proyek tersebut sudah kami serah terimakan, dan saat proses berlangsung Kepala Desa juga hadir di lokasi. Perlu diketahui, saat ini masih dalam masa perawatan selama 6 bulan. Jika ada kerusakan dalam kurun waktu tersebut, masih menjadi tanggung jawab sepenuhnya dari pihak pemborong,” jelas Dirgantara saat ditemui di ruang kerjanya.
Ia menambahkan, setelah masa perawatan enam bulan berakhir, maka tanggung jawab pemeliharaan sepenuhnya akan beralih kepada pengelola di tingkat desa.
Mengingat lokasi infrastruktur air bersih ini berdekatan dengan fasilitas ibadah (masjid), Kadis Perkim mengimbau masyarakat untuk menjaga aset tersebut dengan baik. Air bersih ini diproyeksikan untuk mendukung kebutuhan jamaah dalam berwudu serta kebutuhan harian warga sekitar.
“Mari dijaga bersama karena masyarakat pasti sangat membutuhkan. Gunakan dengan baik, dan jika ada kerusakan setelah masa perawatan habis, mohon segera diperbaiki secara mandiri melalui pengelolaan desa agar tidak terbengkalai,” tambahnya.
Meski pihak dinas dan pengawas pekerjaan mengeklaim proses administrasi telah tuntas, fakta di lapangan menunjukkan bahwa aliran air belum berfungsi secara maksimal. Hingga berita ini diterbitkan, pihak kontraktor atau pemborong belum memberikan keterangan teknis mengenai kendala aliran air tersebut kepada awak media.
Masyarakat berharap agar masa perawatan ini benar-benar dimanfaatkan oleh pemborong untuk memastikan mesin dan jaringan pipa berfungsi normal sebelum dilepas sepenuhnya kepada warga, agar proyek bernilai besar ini tidak menjadi bangunan yang sia-sia.
Penulis : Rody Sandra







