TULANG BAWANG BARAT (Realitapublik.id) – Program Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) di Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) memasuki babak baru. Tim dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) bersama Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Lampung turun langsung meninjau kesiapan lokasi di Kecamatan Tulang Bawang Udik, Kamis (21/5/2026).
Program SNT ini merupakan langkah strategis nasional untuk menghadirkan sistem pendidikan yang terintegrasi secara vertikal, mulai dari jenjang SD, SMP, hingga SMA dalam satu kawasan pendidikan terpadu.
Perwakilan tim verifikator, Akrom, menjelaskan bahwa peninjauan lapangan ini merupakan tindak lanjut (tahap verifikasi dan validasi) setelah proposal yang diajukan oleh Pemerintah Kabupaten Tubaba lolos dalam tahap review di tingkat pusat. Kabupaten Tubaba menjadi salah satu wilayah terpilih di Provinsi Lampung yang masuk dalam radar pengembangan program ini.
Dalam kunjungannya ke salah satu titik lokasi di SMP Marga Kencana, Akrom memaparkan bahwa tim fokus melihat potensi kelayakan sekolah serta memetakan faktor-faktor apa saja yang sekiranya bisa menghambat berjalannya program SNT ke depan.
“Tujuan kami turun ke bawah adalah untuk melihat apakah jika nanti program ini dikembangkan, sekolah-sekolah yang ditunjuk siap berjalan konseptual secara nasional. Untuk syarat mutlaknya harus ada tiga sekolah (SD, SMP, SMA) yang posisinya berdekatan atau dalam satu kawasan,” ujar Akrom kepada awak media.
Lebih lanjut, Akrom menekankan bahwa poin krusial yang dinilai adalah kesiapan Lahan dan kondisi sarana prasarana (sarpras). Proyek ini nantinya tidak melulu membangun dari nol, melainkan melakukan peningkatan status (upgrading) pada fasilitas sekolah yang sudah eksis.
“Luasan lahan sebetulnya tidak dipatok secara kaku, tetapi yang paling penting adalah tersedianya lahan kosong yang memadai di sekitar sekolah untuk pembangunan gedung baru guna meng-upgrade fasilitas yang masih kurang agar sesuai standar nasional. Saat ini secara nasional sudah ada 126 titik, dan target kuota berikutnya adalah 50 titik sekolah,” tambahnya.
Agenda peninjauan strategis Kemendikdasmen ini mendapat kawalan dan dukungan penuh dari jajaran eksekutif Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang Barat.
Turut hadir mendampingi tim di lapangan antara lain Asisten III Setdakab Tubaba Untung Budiono, Kepala Dinas Pendidikan Tubaba Cheri Sopian, S.H., M.H., beserta jajaran kepala sekolah setempat.
Pemerintah Kabupaten Tubaba menaruh harapan besar agar seluruh instrumen persyaratan yang diverifikasi oleh tim pusat dapat terpenuhi dengan mulus, sehingga megaproyek kawasan pendidikan terpadu ini bisa segera terealisasi tanpa hambatan demi mencetak generasi emas di Bumi Ragem Sai Mangi Wawai. (*)
Penulis : Rody Sandra






