SNT Masuk Tahap Verifikasi, Tim Kemendikdasmen dan BPMP Lampung Sidak ke Tulang Bawang Udik

- Jurnalis

Jumat, 22 Mei 2026 - 00:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_16908288

i

Oplus_16908288

TULANG BAWANG BARAT (Realitapublik.id) – Program Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) di Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) memasuki babak baru. Tim dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) bersama Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Lampung turun langsung meninjau kesiapan lokasi di Kecamatan Tulang Bawang Udik, Kamis (21/5/2026).

 

Program SNT ini merupakan langkah strategis nasional untuk menghadirkan sistem pendidikan yang terintegrasi secara vertikal, mulai dari jenjang SD, SMP, hingga SMA dalam satu kawasan pendidikan terpadu.

 

Perwakilan tim verifikator, Akrom, menjelaskan bahwa peninjauan lapangan ini merupakan tindak lanjut (tahap verifikasi dan validasi) setelah proposal yang diajukan oleh Pemerintah Kabupaten Tubaba lolos dalam tahap review di tingkat pusat. Kabupaten Tubaba menjadi salah satu wilayah terpilih di Provinsi Lampung yang masuk dalam radar pengembangan program ini.

Baca Juga :  Jaga Mutu Pembangunan, Pemkab Batang Aktifkan Kembali Program UHC pada Akhir 2026

 

Dalam kunjungannya ke salah satu titik lokasi di SMP Marga Kencana, Akrom memaparkan bahwa tim fokus melihat potensi kelayakan sekolah serta memetakan faktor-faktor apa saja yang sekiranya bisa menghambat berjalannya program SNT ke depan.

 

“Tujuan kami turun ke bawah adalah untuk melihat apakah jika nanti program ini dikembangkan, sekolah-sekolah yang ditunjuk siap berjalan konseptual secara nasional. Untuk syarat mutlaknya harus ada tiga sekolah (SD, SMP, SMA) yang posisinya berdekatan atau dalam satu kawasan,” ujar Akrom kepada awak media.

Baca Juga :  Peserta Simbang Kulon Night Carnival Meninggal Usai Tampil Kenakan Kostum Monster

 

Lebih lanjut, Akrom menekankan bahwa poin krusial yang dinilai adalah kesiapan Lahan dan kondisi sarana prasarana (sarpras). Proyek ini nantinya tidak melulu membangun dari nol, melainkan melakukan peningkatan status (upgrading) pada fasilitas sekolah yang sudah eksis.

 

“Luasan lahan sebetulnya tidak dipatok secara kaku, tetapi yang paling penting adalah tersedianya lahan kosong yang memadai di sekitar sekolah untuk pembangunan gedung baru guna meng-upgrade fasilitas yang masih kurang agar sesuai standar nasional. Saat ini secara nasional sudah ada 126 titik, dan target kuota berikutnya adalah 50 titik sekolah,” tambahnya.

Baca Juga :  Ketua MPR RI Ahmad Muzani: Alumni HMI Punya Kontribusi Besar bagi Perjalanan Bangsa

 

Agenda peninjauan strategis Kemendikdasmen ini mendapat kawalan dan dukungan penuh dari jajaran eksekutif Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang Barat.

 

Turut hadir mendampingi tim di lapangan antara lain Asisten III Setdakab Tubaba Untung Budiono, Kepala Dinas Pendidikan Tubaba Cheri Sopian, S.H., M.H., beserta jajaran kepala sekolah setempat.

 

Pemerintah Kabupaten Tubaba menaruh harapan besar agar seluruh instrumen persyaratan yang diverifikasi oleh tim pusat dapat terpenuhi dengan mulus, sehingga megaproyek kawasan pendidikan terpadu ini bisa segera terealisasi tanpa hambatan demi mencetak generasi emas di Bumi Ragem Sai Mangi Wawai. (*)

Penulis : Rody Sandra

Berita Terkait

Sidang Gugatan Sengketa Tanah Waris Rejoso di PN Bangil Ditunda akibat Tergugat Mangkir dan Berkas Belum Lengkap
Keterangan Kepsek vs Mandor Kontradiktif di Tengah Proyek Revitalisasi TK DWP 1 Mlandingan Rp557 Juta
Korban Diduga Keracunan Makan Bergizi Gratis di Batang Melonjak Jadi 276 Orang
Rakyat Menderita, Pemkot Buta Realita: Mahasiswa Segel Gedung DPRD Kota Pasuruan
IWO Lampung Raih Penghargaan Anugerah Unila Be Strong 2026
SITIREJO CUP V 2026: 48 Tim Voli Terbaik se-Jawa Timur Siap Guncang Lapangan Buwek Wagir
Masa Jabatan Berakhir Juni 2027, DPMD Situbondo Minta Pemdes Siapkan Pengisian Anggota BPD Baru
Tekan Inflasi, Pasar Murah Diskoperindag Situbondo di Desa Gunung Malang Diserbu Warga
Berita ini 40 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 24 September 2026 - 18:08 WIB

Sidang Gugatan Sengketa Tanah Waris Rejoso di PN Bangil Ditunda akibat Tergugat Mangkir dan Berkas Belum Lengkap

Kamis, 24 September 2026 - 10:53 WIB

Keterangan Kepsek vs Mandor Kontradiktif di Tengah Proyek Revitalisasi TK DWP 1 Mlandingan Rp557 Juta

Kamis, 24 September 2026 - 08:30 WIB

Korban Diduga Keracunan Makan Bergizi Gratis di Batang Melonjak Jadi 276 Orang

Rabu, 23 September 2026 - 22:07 WIB

Rakyat Menderita, Pemkot Buta Realita: Mahasiswa Segel Gedung DPRD Kota Pasuruan

Rabu, 23 September 2026 - 12:34 WIB

SITIREJO CUP V 2026: 48 Tim Voli Terbaik se-Jawa Timur Siap Guncang Lapangan Buwek Wagir

Selasa, 22 September 2026 - 15:12 WIB

Masa Jabatan Berakhir Juni 2027, DPMD Situbondo Minta Pemdes Siapkan Pengisian Anggota BPD Baru

Selasa, 22 September 2026 - 09:50 WIB

Tekan Inflasi, Pasar Murah Diskoperindag Situbondo di Desa Gunung Malang Diserbu Warga

Senin, 21 September 2026 - 23:33 WIB

Enceng Gondok Meluas di Sungai Kali Loji, Warga Krapyak dan Panjang Wetan Desak Pemkot Pekalongan Turun Tangan

Berita Terbaru