Peserta Simbang Kulon Night Carnival Meninggal Usai Tampil Kenakan Kostum Monster

- Jurnalis

Jumat, 11 September 2026 - 22:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_16908288

i

Oplus_16908288

PEKALONGAN, realitapublik.id — Gelaran Simbang Kulon Night Carnival (SKNC) yang berlangsung di Kecamatan Buaran, Kabupaten Pekalongan, pada Kamis malam (10/9/2026) menyisakan duka mendalam. Salah seorang peserta berinisial AF (±40), warga Simbang Kulon Gang 1, dikabarkan meninggal dunia pada Jumat (11/9/2026) sekitar pukul 04.00 WIB.

 

Sebelum berpulang, almarhum sempat tampil aktif memeriahkan barisan pawai. AF diketahui bergerak dan menari selama lebih dari lima jam penuh mengenakan kostum karnaval berkarakter monster yang berbobot berat serta cukup tertutup.

Baca Juga :  Kritisi Sidak Lapas Cibinong, Formapera Tantang Ombudsman Bongkar Oknum DPR yang "Bermain Proyek"

 

Beredar dugaan sementara bahwa korban mengalami sesak napas akibat kekurangan pasokan oksigen setelah menggunakan kostum ketat dalam durasi panjang di tengah kerumunan massa. Kendati demikian, penyebab pasti kematian korban masih menunggu pernyataan resmi dari pihak medis maupun kepolisian setempat.

Baca Juga :  Kecelakaan Beruntun Tiga Motor di Medono Pekalongan, Dua Orang Luka-Luka

 

Insiden ini memicu gelombang ucapan belasungkawa mendalam dari warga sekitar dan sesama peserta karnaval. Salah seorang peserta berinisial AS membenarkan adanya kabar duka tersebut.

 

“Bener ada kabar duka, salah satu peserta karnaval dikabarkan tutup usia. Penyebab pastinya saya tidak tahu, Mas,” ujar AS.

Baca Juga :  Polri Tetapkan Bupati Gowa Tersangka Dugaan Korupsi Perizinan dan Gratifikasi

 

Peristiwa ini menjadi evaluasi penting bagi penyelenggaraan acara serupa di masa mendatang. Pihak panitia diharapkan lebih memperhatikan aspek keselamatan, seperti penyediaan tim medis siaga untuk antisipasi kondisi darurat seperti pingsan atau sesak napas, hingga penerapan rekayasa lalu lintas dan petunjuk jalan alternatif yang lebih tertata. (*)

Penulis : Fery Eka spt

Berita Terkait

Isu Kenaikan Pendapatan DPRD Kota Pasuruan Diproyeksikan Menuai Kritik Publik di Tengah Efisiensi Anggaran  
Dugaan Penggelapan Motor di Purwosari Jalan di Tempat, Korban Kecewa Kinerja Polsek
Proyek Plengsengan Jembatan Purut Sorotan: Diduga Asal-Asalan dan Abaikan K3
Sempat Lepas dan Bikin Geger Warga, Kerbau Kurban Haul Mbah Nur Walangsanga Berhasil Ditemukan Selamat
Sembunyi di Kebun Belakang Pasar Laladon, Penjualan Tramadol Diduga Dibekingi Oknum Aparat
Harumkan Nama Orang Tua dan Daerah, Putra Asal Lampung Utara Resmi Naik Pangkat Lettu Pomau
Menyulap Desa demi Ribuan Tamu: Ketulusan Warga Bandar Abung Hidupkan Gotong Royong dan Ekonomi
Peringati Anniversary ke-7, Media Lumbung Berita Gelar Santunan dan Pentas Seni
Berita ini 24 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 5 Oktober 2026 - 14:21 WIB

Isu Kenaikan Pendapatan DPRD Kota Pasuruan Diproyeksikan Menuai Kritik Publik di Tengah Efisiensi Anggaran  

Senin, 5 Oktober 2026 - 12:12 WIB

Dugaan Penggelapan Motor di Purwosari Jalan di Tempat, Korban Kecewa Kinerja Polsek

Senin, 5 Oktober 2026 - 08:56 WIB

Proyek Plengsengan Jembatan Purut Sorotan: Diduga Asal-Asalan dan Abaikan K3

Senin, 5 Oktober 2026 - 07:34 WIB

Sempat Lepas dan Bikin Geger Warga, Kerbau Kurban Haul Mbah Nur Walangsanga Berhasil Ditemukan Selamat

Minggu, 4 Oktober 2026 - 18:48 WIB

Harumkan Nama Orang Tua dan Daerah, Putra Asal Lampung Utara Resmi Naik Pangkat Lettu Pomau

Minggu, 4 Oktober 2026 - 18:43 WIB

Menyulap Desa demi Ribuan Tamu: Ketulusan Warga Bandar Abung Hidupkan Gotong Royong dan Ekonomi

Minggu, 4 Oktober 2026 - 15:13 WIB

Peringati Anniversary ke-7, Media Lumbung Berita Gelar Santunan dan Pentas Seni

Minggu, 4 Oktober 2026 - 10:15 WIB

Prof. Warsito Lepas Ribuan Peserta Semadap Blaze Fun Walk 2026 Darul Fattah

Berita Terbaru