SITUBONDO, realitapublik.id — Program Bantuan Pemerintah Program Revitalisasi Satuan Pendidikan di SD Negeri 2 Gunung Malang, Kecamatan Suboh, Kabupaten Situbondo, kini telah memasuki tahap pengerjaan fisik secara menyeluruh. Proyek yang didanai oleh APBN T.A. 2026 sebesar Rp761.011.700 ini ditargetkan selesai dalam waktu 90 hari kalender, terhitung sejak Agustus hingga November 2026.
Pantauan di lokasi pada Kamis (10/09/2026) menunjukkan pengerjaan berjalan profesional. Sebuah mesin molen tampak beroperasi di halaman untuk mengaduk material semen, sementara para pekerja aktif bergerak dengan menerapkan standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang ketat, lengkap mengenakan alat pelindung diri (APD) seperti helm keselamatan (safety helmet), rompi reflektif, dan perlengkapan pelindung lainnya.
Kepala SDN 2 Gunung Malang, Walid Hadad, menyatakan optimismenya terhadap kelangsungan proyek ini.
“Pelaksanaan proyek dilakukan secara swakelola dengan melibatkan komite sekolah serta warga sekitar. Revitalisasi fisik kali ini mencakup perbaikan intensif pada 3 ruang kelas, kantor sekolah, 3 unit MCK/toilet, pembangunan pagar halaman, serta pemasangan paving block seluas 350 meter. Selain infrastruktur bangunan, proyek ini juga mencakup paket pengadaan mebeler baru seperti kursi, meja, lemari, papan tulis, papan absen, hingga rak sepatu untuk menunjang kenyamanan belajar siswa,” ujarnya.
Lebih lanjut, Walid Hadad juga memaparkan bahwa tata kelola administrasi terhadap material bangunan lama tetap berjalan tertib hukum sesuai regulasi daerah.
“Pelaksanaan pembongkaran Barang Milik Daerah oleh Pengguna Barang didampingi langsung oleh Bidang Aset BKAD Kabupaten Situbondo dengan melampirkan data barang yang akan diproses, sesuai dengan data pada Kartu Inventaris Barang (KIB),” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa proses penghapusan aset tersebut dilakukan secara transparan.
“Diadakan pula penelitian dan penilaian terhadap barang yang akan dijual oleh Organisasi Perangkat Daerah yang bersangkutan dan dituangkan dalam Berita Acara. Selanjutnya, hasil penelitian dan penilaian tersebut akan dijadikan dasar penetapan nilai limit penjualan barang milik daerah oleh Pengguna Barang,” tambah Walid.
Senada dengan Kepala Sekolah, Ketua Komite SDN 2 Gunung Malang, H. Jamaluddin, menegaskan bahwa keterlibatan masyarakat menjadi kunci utama transparansi proyek.
“Selaku komite, kami terus mengawal proses pembangunan fisik gedung maupun penataan halaman luar seperti pagar dan paving ini. Hubungan kerja swakelola berjalan baik, dan koordinasi dengan pihak sekolah sangat terbuka demi kepentingan bersama,” ungkap Jamaluddin.

Di lokasi pembangunan, para pekerja tampak kompak dan penuh disiplin dalam menyelesaikan target harian. Salah satu pekerja, Pak Kardi, menceritakan bagaimana ritme kerja harian di lapangan yang tertata rapi.
“Setiap pukul 09.00 pagi, kami istirahat sejenak untuk sarapan. Karena rumah semua pekerja dekat dengan lokasi proyek, biasanya kami pulang ke rumah masing-masing. Pukul 09.15 kami sudah kembali bekerja di sini. Kemudian pada pukul 12.00 kami ambil waktu isoma (istirahat, salat, makan), lalu jam 13.00 kembali lanjut bekerja hingga selesai jam 16.00 sore,” urai Pak Kardi secara rinci mengenai jadwal keseharian mereka di proyek sekolah.
Kekompakan tim lapangan ini diamini oleh rekan kerjanya, Pak Kom, yang juga ikut menambahkan bahwa seluruh tenaga kerja adalah penduduk asli daerah setempat.
“Seluruh pekerja yang ikut membangun di sini adalah orang asli Gunung Malang sendiri. Jadi kami semua merasa punya tanggung jawab lebih untuk memberikan hasil terbaik buat sekolah anak-cucu kami,” tegas Pak Kom penuh semangat.
Dengan sisa waktu pengerjaan yang ada, pihak P2SP dan seluruh pekerja optimis fasilitas baru serta seluruh kelengkapan mebeler di SDN 2 Gunung Malang dapat segera selesai sesuai jadwal demi meningkatkan mutu dan kenyamanan pendidikan di Kecamatan Suboh.(*)
Penulis : Abdul Hakim






