YOGYAKARTA, realitapublik.id — Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) kembali mencatat aktivitas vulkanik Gunung Merapi. Gunung berapi aktif ini teramati menyemburkan lava pijar sebanyak satu kali ke arah Sungai Sat dan Sungai Putih dengan estimasi jarak luncur maksimum 1,7 hingga 1,8 kilometer.
Berdasarkan pengamatan visual di lapangan, puncak Gunung Merapi sempat tertutup kabut tebal dengan asap kawah teramati nihil. Sementara itu, kondisi cuaca di sekitar area gunung tampak mendung dengan suhu udara mencapai 17°C dan tingkat kelembapan udara berada di angka 99%.
Portal resmi MAGMA BPPTKG mencatat serangkaian aktivitas kegempaan dalam periode pengamatan terkini. Gempa guguran terekam sebanyak 30 kali dan gempa Hybrid/Fase terekam sebanyak 17 kali.
Hingga saat ini, tingkat aktivitas Gunung Merapi yang berketinggian ±2.968 meter di atas permukaan laut (mdpl) tersebut masih dipertahankan pada Status Siaga (Level III). Gunung Merapi secara berkala terus menunjukkan aktivitas vulkaniknya berupa guguran lava pijar, awan panas guguran, serta lontaran material vulkanik.
Sebagai langkah antisipasi, bahaya lontaran material vulkanik saat erupsi diperkirakan dapat mencapai radius 3 kilometer dari puncak kawah. Selain ke Sungai Sat dan Sungai Putih, potensi alur guguran lava dan awan panas Gunung Merapi secara umum mengalir ke beberapa sungai di sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Bedog, Sungai Bebeng, Sungai Boyong, Sungai Krasak, serta sektor tenggara yaitu Sungai Gendol dan Sungai Woro.
Masyarakat yang tinggal di dalam kawasan rawan bencana dan beraktivitas di sekitar radius bahaya Gunung Merapi diimbau untuk selalu mengutamakan keselamatan jiwa keluarga. Warga diminta siap siaga untuk mengungsi ke tempat yang lebih aman sesuai panduan pihak berwenang hingga situasi aktivitas vulkanik dinyatakan mereda.
Penulis : Fery Eka spt






