BATANG, realitapublik.id — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Batang, Jawa Tengah, memastikan akan mengaktifkan kembali status Program Cakupan Kesehatan Semesta (Universal Health Coverage/UHC) mulai triwulan akhir 2026 setelah sempat dihentikan lantaran penyesuaian anggaran.
Bupati Batang, M. Faiz Kurniawan, menyatakan bahwa melalui pengaktifan kembali program ini, masyarakat dipastikan dapat mengakses fasilitas kesehatan secara gratis hanya dengan menunjukkan Kartu Tanda Penduduk (KTP).
“Kami akan memulai kembali UHC pada akhir tahun 2026 ini. Masyarakat bisa kembali menikmati layanan berobat gratis cukup dengan menggunakan KTP setempat,” ujar M. Faiz Kurniawan, Minggu (6/9/2026).
Faiz menjelaskan bahwa skema berobat gratis ini diproyeksikan mulai berjalan aktif pada Oktober atau November 2026, berpatokan pada kesiapan alokasi fiskal daerah dalam menopang pembiayaan jaminan kesehatan masyarakat.
Pengembalian status Program UHC ini berjalan sejajar dengan penataan ulang prioritas pembangunan daerah melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) Tahun 2026.
“Meski ruang fiskal daerah berada dalam tekanan defisit, pemerintah daerah optimistis prioritas pelayanan dasar kesehatan dan infrastruktur publik akan tetap dapat direalisasikan secara berkelanjutan,” tegasnya.
Berdasarkan data Pemkab Batang, terdapat pergeseran dan penyesuaian belanja daerah yang naik 3,3 persen atau bertambah Rp62,31 miliar. Dengan demikian, total belanja daerah diproyeksikan mencapai Rp1,95 triliun.
Peningkatan signifikan terlihat pada pos belanja modal yang melambung 54,18 persen atau naik Rp84,64 miliar dari pagu awal Rp156,21 miliar menjadi Rp240,85 miliar. Lonjakan belanja modal tersebut dialokasikan khusus untuk percepatan pembangunan infrastruktur fisik, terutama perbaikan jalan dan irigasi.
“Pada APBD-P 2026 ini, kami mengusulkan alokasi untuk perbaikan jalan hampir Rp50 miliar. Sejumlah wilayah yang menjadi prioritas pengerjaan infrastruktur perhubungan ini antara lain akses di Juragan, Depok, Bakalan, Limpung, dan Kalangsono,” tambahnya.
Langkah Pemkab Batang dalam mengaktifkan kembali program UHC serta mempercepat pembangunan infrastruktur mendapat sambutan positif dari masyarakat setempat, mengingat pelayanan kesehatan dan infrastruktur yang memadai merupakan kebutuhan dasar publik.
Penulis : Fery Eka spt






