KOTA PASURUAN realitapublik.id – Gemuruh riuh ribuan pasang mata menjadi saksi sejarah runtuhnya sang raksasa. Di atas kertas, laga final Turnamen Sepak Bola U-45 Petahunan Cup Kota Pasuruan 2026 yang digelar pada Senin sore (1/6/2026) adalah milik Old Star Kota Pasuruan. Bagaimana tidak? Tim berkostum putih itu adalah tim elit binaan PSSI Persekab Pasuruan yang diisi nama-nama besar. Namun, sepak bola punya caranya sendiri untuk melahirkan keajaiban.
Di bawah tatapan langsung Ketua DPRD Kota Pasuruan, H. M. Toyib, serta deretan tokoh penting seperti H. Rifai, H. Koko Madriko, dan H. Aris Ubaidillah, sebuah drama 2×45 menit tersaji di lapangan sebelah rumah dinas Ketua DPRD, Jalan Jendral Ahmad Yani, Karangketug.
Peluit babak pertama baru saja ditiup tepat pukul 15:30 WIB. Belum genap lima menit laga berjalan, ketika publik masih memprediksi dominasi Old Star, petaka itu datang. Sunar, sang predator Fortuna Star Sebani, berhasil melepaskan tembakan maut yang mengoyak jala Old Star. Skor 1-0, stadion bergemuruh!
Old Star yang tersengat mencoba bangkit, namun mereka justru masuk ke dalam perangkap taktik Fortuna Star. Memasuki menit ke-15, giliran Prayit yang pamer magis. Dikepung, dihadang, dan ditekan oleh barisan pertahanan lawan, Prayit melakukan aksi solo run yang nekat. Dengan ketenangan luar biasa, ia melewati kepungan tersebut dan kembali memaksa kiper Old Star memungut bola dari gawangnya. Skor berubah 2-0.
Sepuluh menit berselang, mimpi buruk Old Star kian menjadi nyata. Menit ke-25, Prayit kembali melepaskan tendangan keras bagai roket yang menghujam telak ke gawang lawan. 3-0!
Pihak Old Star panik luar biasa. Pergantian pemain cepat dilakukan demi mengejar ketertinggalan, namun hingga peluit jeda ditiup, sang unggulan dipaksa tunduk tanpa balas di babak pertama.
Memasuki babak kedua pukul 16:21 WIB, Old Star mengerahkan seluruh sisa kejayaan mereka. Serangan demi serangan dilancarkan untuk meruntuhkan pertahanan Fortuna Star. Namun sore itu, Fortuna Star Sebani tampil layaknya tembok karang yang mustahil ditembus.
Alih-alih memperkecil ketertinggalan, Old Star justru berulang kali nyaris kebobolan lewat serangan balik kilat Fortuna Star. Hingga peluit panjang akhir pertandingan berbunyi, papan skor tidak berubah: 3-0 untuk kemenangan telak Fortuna Star Sebani. Tim non-unggulan lokal ini sukses menumbangkan raksasa yang katanya tak terkalahkan.

“Atas kemenangan ini, kita ucapkan terima kasih, ini semua atas rida Gusti Allah! Fortuna Star, Kelurahan Sebani, resmi menjadi Juara 1! Hidup Fortuna Star!,” ujar Ayi Suhaya, S.H., Manajer Fortuna Star Sebani.
Sambil mengepalkan tangan ke udara, Ayi menambahkan dengan lantang, “Kami bangga dengan kekompakan dan soliditas para pemain hari ini. Mereka sukses mengkeokan, catat ya, catat!, mengkeokan Old Star Kota Pasuruan yang katanya top markotop itu! Merdeka!”
Kegembiraan juga diungkapkan oleh Jainul Jidoor, tokoh pemuda Sebani, yang meluapkan kemenangan ini lewat sebuah pantun menggelitik.
“Kami lebih suka diragukan daripada diandalkan. Ubur-ubur ikan lele, Sebani moro-moro (tiba-tiba) ngangkat piala, Lee…!” kelakarnya penuh tawa.
H. M. Toyib selaku penggagas turnamen mengaku sangat bersyukur atas suksesnya laga perdana ini. Ia melihat turnamen ini bukan sekadar ajang seru-seruan para veteran, melainkan pemantik api semangat untuk generasi muda.
“Event seperti ini perlu dicontoh. Para pemain dari liga yang sudah off ternyata masih mampu menunjukkan taji dan sportivitas luar biasa di tingkat daerah. Alhamdulillah, pertandingan berjalan aman, kondusif, dan kualitas permainannya sangat berkelas,” ujar H. M. Toyib bangga.
Ia memproyeksikan bahwa ke depan, keterlibatan para mantan pemain sepak bola ini akan dijadikan motor penggerak untuk membangkitkan dan membina bibit-bibit muda di Kota Pasuruan.
Dengan berakhirnya laga epik selain mendapatkan piala, berikut adalah peta kekuatan akhir Petahunan Cup 2026:
– Juara 1 Fortuna Star Sebani Rp 3.000.000
– Juara 2 Old Star Kota Pasuruan Rp 1.500.000
– Juara 3 Walmur Suryanaga Rp 750.000
– Juara 4 Bukir FC Rp 750.000
Pesta Fortuna Star Sebani semakin lengkap setelah dua bintang mereka, Okta dan Prayit, dianugerahi penghargaan piala khusus atas torehan gol terbaik sepanjang turnamen. Sore itu di Karangketug, sejarah baru telah ditulis dengan tinta emas oleh sang pembunuh raksasa, Fortuna Star Sebani!.
Penulis : Hasan Kuk
Editor : Red






