Protes “Jalur Maut” Jembatan Bukwedi, GM-FKPPI dan Warga Tutup Jalan Gelar Istighosah

- Jurnalis

Rabu, 17 Juni 2026 - 10:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_16908288

i

Oplus_16908288

KOTA PASURUAN, realitapublik.id — Kecewa karena keluhan soal kerawanan jalur alternatif perbaikan Jembatan Bukwedi tak kunjung direspons pemerintah, puluhan warga bersama Generasi Muda Forum Komunikasi Putra-Putri Purnawirawan dan Putra-Putri TNI-Polri (GM-FKPPI) Kota Pasuruan menggelar aksi unjuk rasa, Rabu (17/6/2026) pagi.

 

Aksi yang dimulai sekira pukul 09.00 WIB tersebut diwarnai dengan penutupan jalan dan istighosah atau doa bersama di pertigaan Kelurahan Bukir, Kecamatan Gadingrejo, Kota Pasuruan. Akibat pemblokiran ini, arus lalu lintas di kawasan tersebut sempat mengalami kemacetan total selama beberapa jam.

 

Ketua GM-FKPPI Kota Pasuruan, Ayi Suhaya, S.H., menyatakan bahwa aksi ini merupakan puncak kekesalan warga dari wilayah Kraton hingga Kebonagung. Pasalnya, pengalihan arus ke jalur alternatif selama dua bulan terakhir akibat proyek perbaikan Jembatan Bukwedi telah memicu rentetan kecelakaan yang menelan korban jiwa.

Baca Juga :  Memeriahkan HUT ke-4 Tiyuh Marga Asri, Pemerintah Tiyuh Gelar Sholawatan, Doa Bersama, dan Seni Kuda Lumping

 

“Jalur alternatif ini sudah menjadi ‘jalur maut’. Sudah ada korban meninggal dunia, luka berat, hingga luka ringan. Namun, sampai detik ini tidak ada tindakan nyata dari pemangku kebijakan, termasuk para anggota DPRD Kota Pasuruan yang terkesan menutup mata,” ujar Ayi di sela-sela aksi.

 

Dalam orasinya, Ayi mengecam keras kinerja Wali Kota, Wakil Wali Kota, hingga jajaran legislatif, terutama ketua & anggota DPRD kota Pasuruan dari Daerah Pemilihan (Dapil) Gadingrejo. Massa menilai para pejabat daerah tidak memiliki empati atas jatuhnya korban jiwa di jalur tersebut. Kekecewaan itu juga dituangkan massa melalui bentangan banner protes, salah satunya bertuliskan: “Walikota dan wakil walikota jangan 3D tok… (Datang, Duduk dan Duit)”.

 

Selain menyasar kepala daerah dan legislatif, orator aksi juga mengkritik tajam performa Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kota Pasuruan beserta jajarannya yang dinilai pasif dalam mengurai keruwetan lalu lintas. Menurut massa, Dishub terkesan makan gaji buta tanpa memberikan kontribusi nyata di lapangan.

Baca Juga :  14 Tahun Mengabdi, IWO Berbagi Kebahagiaan di SD Muhammadiyah Bukit Duri

 

Untuk mengatasi tingginya angka kecelakaan akibat bercampurnya kendaraan kecil dengan kendaraan berat di jalur arteri, GM-FKPPI menawarkan usulan konkret terkait rekayasa lalu lintas:

 

Kendaraan dari Arah Surabaya (Barat): Truk berukuran besar (truk potong) wajib dilarang melintasi jalur umum kota dan dialihkan langsung untuk masuk melalui Exit Tol PIER (Pasuruan Industrial Estate Rembang). Jalur arteri hanya diperuntukkan bagi kendaraan kecil, pickup, dan truk mini.

 

Kendaraan dari Arah Probolinggo (Timur): Kendaraan berat dari arah timur harus dipaksa masuk melalui Exit Tol Grati, sehingga tidak membebani jalanan kota yang sedang padat akibat penyempitan jalur alternatif.

Baca Juga :  Bupati PALI Dipanggil KPK, Pemkab: Hanya Saksi, Masyarakat Jangan Berspekulasi

 

“Pencampuran truk besar dan kendaraan kecil di jalur alternatif ini sangat berbahaya. Jalurnya padat, pengendara roda dua atau mobil kecil kesulitan menyalip, dan ini yang memicu kecelakaan fatal. Regulasi kelas jalan harus ditegaskan,” tegas Ayi.

 

Mengingat mandeknya respons di tingkat lokal, GM-FKPPI menyatakan akan melayangkan aduan langsung kepada Presiden RI Prabowo Subianto.

 

Mereka berharap Presiden selaku panglima komando tertinggi dapat menegur keras Wali Kota, Wakil Wali Kota, hingga jajaran DPRD Kota Pasuruan yang dianggap lalai dan abai terhadap keselamatan nyawa masyarakatnya sendiri.

 

Hingga berita ini diturunkan, aksi doa bersama dan pemblokiran jalan di pertigaan Bukir telah membubarkan diri secara tertib, namun warga mengancam akan melakukan aksi yang lebih besar jika tuntutan rekayasa lalu lintas tidak segera diimplementasikan oleh Dinas Perhubungan setempat.

Penulis : Hasan Kuk

Editor : Chu

Berita Terkait

Kawal Aspirasi Warga Pekalongan Utara, Pejuang 24 Desak Perbaikan Jalan hingga Pembangunan Jembatan
Massa Aksi Demo Bertahan hingga Sore di Gedung DPR, Dinamika Lapangan Semakin Memanas
Tingkatkan Kesiapsiagaan Bencana, Presiden Prabowo Minta Setiap Daerah Miliki Gudang Logistik
Aparatur Tiyuh Se-Tubaba Demo Tuntut Siltap 6 Bulan Tertunda, Ancam Mogok Kerja
Pimpinan DPR Berjanji Mundur Jika RUU Perampasan Aset Tak Sah Sebelum 15 Desember 2026
Destry Damayanti Tegaskan BI Tetap Independen meski Sinergi dengan Pemerintah Diperkuat
Kreator dan Jurnalis Keluhkan Jaringan Internet Hilang Saat Aksi di Depan Gedung DPR RI
Peringatan Maulid Nabi dan Wilujengan LP2BN Pasuruan di Makam Adipati Wiranegara
Berita ini 138 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 28 Agustus 2026 - 00:27 WIB

Kawal Aspirasi Warga Pekalongan Utara, Pejuang 24 Desak Perbaikan Jalan hingga Pembangunan Jembatan

Kamis, 27 Agustus 2026 - 20:04 WIB

Massa Aksi Demo Bertahan hingga Sore di Gedung DPR, Dinamika Lapangan Semakin Memanas

Kamis, 27 Agustus 2026 - 18:28 WIB

Tingkatkan Kesiapsiagaan Bencana, Presiden Prabowo Minta Setiap Daerah Miliki Gudang Logistik

Kamis, 27 Agustus 2026 - 18:00 WIB

Aparatur Tiyuh Se-Tubaba Demo Tuntut Siltap 6 Bulan Tertunda, Ancam Mogok Kerja

Kamis, 27 Agustus 2026 - 17:57 WIB

Pimpinan DPR Berjanji Mundur Jika RUU Perampasan Aset Tak Sah Sebelum 15 Desember 2026

Kamis, 27 Agustus 2026 - 12:42 WIB

Kreator dan Jurnalis Keluhkan Jaringan Internet Hilang Saat Aksi di Depan Gedung DPR RI

Rabu, 26 Agustus 2026 - 22:04 WIB

Peringatan Maulid Nabi dan Wilujengan LP2BN Pasuruan di Makam Adipati Wiranegara

Rabu, 26 Agustus 2026 - 15:19 WIB

Memeriahkan HUT ke-4 Tiyuh Marga Asri, Pemerintah Tiyuh Gelar Sholawatan, Doa Bersama, dan Seni Kuda Lumping

Berita Terbaru