PASURUAN realitapublik.id — Lembaga Pelindung dan Pelestari Budaya Nusantara (LP2BN) Pasuruan Raya bersama para penggiat budaya menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sekaligus acara Wilujengan. Kegiatan ini berlangsung khidmat di kompleks Makam Adipati Wiranegara atau Untung Suropati, Mancilan, Pasuruan.
Acara ini dihadiri langsung oleh Ketua LP2BN, Bopo Soleh, bersama tokoh-tokoh penting dan ratusan anggota lintas elemen. Di antara jajaran tokoh yang hadir antara lain Ust. Abdurokman, Gus Nardi, Ki Achmad Rifai, Ki Rubani, Ki Puti Sutama, Mas Sugeng Ranggeh, Bopo Munir (Grup Lintas Agama), Bopo Eko Susiyono Sebani, Pak Yudi Liong (perwakilan Khonghucu), serta Bopo Aries dari Kejayan.

Dalam sambutannya, Bopo Soleh menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya acara ini serta mengucapkan terima kasih kepada seluruh penggiat budaya, warga, hingga anak-anak yang menyempatkan hadir.
“Matur puji syukur dhateng Allah SWT ingkang pundi dalu menika kula panjenengan sareng-sareng mengeti utawi peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW ingkang dipuntempataken wonten Adipati Wiranegara alias Mbah Untung Suropati. Mugi-mugi pengetan menika beto manfaat ingkang sae,” tutur Bopo Soleh.
Bopo Soleh menegaskan pentingnya meneladani perjuangan leluhur, khususnya Mbah Untung Suropati yang makamnya tetap diuri-uri (dirawat dan dilestarikan) selama hampir empat abad. Nilai utama yang patut diteladani adalah keteladanan sifat sepi ing pamrih, rame ing gawe bekerja keras membela negara tanpa mengharapkan imbalan pribadi.
Ia juga mengungkapkan rasa harunya atas perkembangan kegiatan rutin LP2BN. Berawal dari rutinitas tiap Kamis Legi yang dirintis dari nol, kini kegiatan kebudayaan tersebut telah berjalan hingga putaran ke-10 dan mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat luas.
Tak hanya pembacaan doa dan wilujengan, acara malam itu juga dimeriahkan oleh pertunjukan seni tradisional Terbang Jidor (atau Terbang Tuo/Sepuh). Seni pembacaan diba’an ini merupakan tradisi luhur masa lalu yang sempat tenggelam dan kini terancam punah. Pada zaman dahulu, tradisi diba’an Terbang Jidor bisa berlangsung hingga 7 jam lamanya.
Melalui momentum Maulid Nabi ini, LP2BN berkomitmen untuk terus merawat, melindungi, dan melestarikan warisan budaya leluhur agar kembali bangkit dan dikenal oleh generasi penerus.
Penulis : Saichu






