KOTA PASURUAN, realitapublik.id — Pihak Kelurahan Randusari bersama Koordinator Karnaval menggelar mediasi serta klarifikasi terbuka terkait isu pembagian nominal hadiah perlombaan yang sempat dikeluhkan peserta. Pertemuan yang dihadiri dua orang penampil (penerima juara) tersebut meluruskan adanya kesalahpahaman (misscommunication) mengenai alokasi dan transparansi penggunaan dana hadiah.
Lurah Randusari, Rudi Kurniawan, menegaskan bahwa pihak kelurahan tidak mengambil keuntungan maupun memotong dana hadiah kemenangan sedikit pun. Seluruh nominal apresiasi sepenuhnya diserahkan kepada koordinator dan tim lapangan untuk dikelola bersama secara transparan.
“Saya pasrahkan penuh, tidak minta sepeser pun. Itu hak kalian semua sebagai bentuk apresiasi atas raihan juara. Terserah disepakati bersama, apakah untuk apresiasi maupun acara makan-makan bersama,” tegas Rudi.
Rudi menambahkan bahwa keberhasilan yang diraih merupakan buah dari kerja keras kolektif. Menurutnya, dinamika atau perbedaan pendapat mengenai pembagian dana merupakan hal lumrah yang dapat diselesaikan secara bijak melalui komunikasi yang baik.
Dalam kesempatan yang sama, Koordinator Karnaval memaparkan secara mendetail alokasi dana hadiah yang diterima setelah dipotong pajak resmi sebesar Rp4.300.000 (dari total hadiah kotor Rp5.000.000):
Pengembalian Modal & Operasional: Digunakan untuk menutup sebagian biaya awal pembuatan rancangan busana/kostum buatan sendiri (yang menghabiskan anggaran hingga Rp8.500.000), serta biaya transportasi dan angkut operasional armada.
Apresiasi Penampil Utama: Diserahkan uang tunai sebesar Rp250.000 per orang untuk dua penampil utama (total Rp500.000).
Apresiasi Tim Pendukung: Pembagian operasional bagi tim pendukung, penata konsep, hingga perias (make-up artist).
Kebersamaan Tim: Sisa dana sebesar Rp1.900.000 dialokasikan sepenuhnya untuk acara syukuran dan makan bersama seluruh anggota tim, penari, hingga kru pendukung.
Koordinator menekankan bahwa porsi alokasi terbesar diarahkan untuk acara syukuran bersama agar seluruh kru yang terlibat, bukan hanya penampil di panggung dapat merasakan manfaat dan kebahagiaan atas perjuangan kolektif tersebut.
Sementara itu, perwakilan penampil, Mas Udin, menyampaikan aspirasinya terkait kebutuhan operasional pribadi (seperti pembelian perlengkapan penunjang penampilan) yang dirasa belum sebanding dengan nominal tunai langsung yang diterima.
Namun, usai mendengarkan penjelasan terperinci mengenai besarnya beban operasional tim secara keseluruhan, suasana mediasi berakhir kondusif dan diwarnai rasa saling memahami. Pihak-pihak yang hadir sepakat menjadikan dinamika ini sebagai evaluasi penting untuk meningkatkan koordinasi dan komunikasi di masa mendatang.
Melalui penyampaian hak jawab ini, persoalan internal terkait dana hadiah karnaval dinyatakan selesai secara kekeluargaan. Seluruh pihak berkomitmen untuk tetap solid dan bersiap mengukir prestasi kembali pada event-event selanjutnya.
Penulis : Chu






