Warga Kebumen Main Layangan di Area Persawahan, Tewas Tersambar Petir 

- Jurnalis

Minggu, 20 Oktober 2024 - 16:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Petugas dari Polres Kebumen dan warga di TKP, area pesawahan Desa Ambalkliwonan, Kecamatan Ambal.

Petugas dari Polres Kebumen dan warga di TKP, area pesawahan Desa Ambalkliwonan, Kecamatan Ambal.

Kebumen,realitapublik.id – Insiden tragis terjadi di Desa Ambalkliwonan, Kecamatan Ambal, Kabupaten Kebumen pada Sabtu, 19 Oktober 2024. Seorang warga tewas tersambar petir ketika tengah bermain layangan di area persawahan di desa setempat.

 

Berdasarkan informasi dari pihak kepolisian, peristiwa ini terjadi sekitar pukul 19.15 WIB saat kondisi cuaca mulai gerimis dan kilatan petir saling bersahutan di langit.

 

Korban tewas diketahui bernama Pardi (40), warga desa setempat. Korban meninggal di lokasi kejadian dengan kondisi tubuhnya mengalami luka bakar serius.

 

Kejadian bermula korban bermain layangan bersama dua orang temannya, yakni Salim Makhfud (23) dan Nur Fauzi (34). Kedua temannya tersebut juga warga desa setempat.

 

Namun, ketiganya tetap melanjutkan aktivitas bermain layangan, tanpa menyadari bahaya yang mengancam dari cuaca buruk.

 

Kapolres Kebumen, AKBP Recky melalui Plt Kasihumas Polres Kebumen, Aiptu Nanang Faulatun, menjelaskan bahwa saat petir menyambar, Pardi dan Salim tengah memegang tali layangan untuk mengendalikan layangan mereka.

 

“Ketika kilat menyambar, korban Pardi dan Salim Makhfud sedang memegang tali layangan, sementara korban Nur Fauzi berada di belakang mereka. Pardi langsung terkena sambaran petir yang menyebabkan luka bakar serius dan meninggal di tempat,” ujarnya, Minggu 20 Oktober 2024.

Baca Juga :  Luar Biasa! di Bawah Kepemimpinan Walikota Agustina Wilujeng, Kinerja Pemkot Semarang Melesat ke 10 Besar Nasional

 

Sementara itu, Salim yang juga memegang tali layangan mengalami luka di bagian pelipis dan kepala bagian belakang, namun beruntung tidak sampai mengalami luka fatal. Sedangkan Nur Fauzi, yang berada tepat di belakang kedua korban, berhasil selamat dari sambaran petir tanpa cedera yang serius.

 

Ketiga korban kemudian dievakuasi oleh warga setempat yang segera melaporkan insiden tersebut kepada pihak berwenang.

 

Setelah menerima laporan, petugas kepolisian dan tim medis segera menuju lokasi untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut. Berdasarkan hasil pemeriksaan medis, Pardi dipastikan meninggal akibat sambaran petir.

 

“Korban Pardi diduga kuat meninggal akibat terkena sambaran petir, sesuai dengan kondisi luka bakar yang dialaminya dan keterangan dari korban selamat,” tambah Aiptu Nanang.

 

Insiden ini mengingatkan kembali akan bahaya bermain di area terbuka saat cuaca buruk, terutama ketika ada kilat atau petir.

Baca Juga :  Dinilai Kebal Hukum, Karaoke Diva Nekat Beroperasi Meski Disegel Satpol PP, Warga Desak Bupati dan Kapolres Bertindak!

 

Pihak kepolisian pun mengimbau masyarakat, khususnya di daerah pedesaan yang masih sering beraktivitas di luar ruangan, agar lebih waspada terhadap kondisi cuaca. “Kami mengimbau warga agar tidak melakukan aktivitas di tempat terbuka, terutama saat ada petir. Ini sangat berbahaya,” tegasnya.

 

Sementara itu, warga Desa Ambalkliwonan masih dalam suasana duka atas kepergian Pardi. Menurut tetangga korban, Pardi dikenal sebagai sosok yang baik dengan warga sekitar. Pihak keluarga korban juga telah menerima kejadian ini dengan penuh rasa duka. Jenazah Pardi telah dibawa ke rumah duka untuk dimakamkan.

 

Sementara itu, Salim yang masih mengalami luka akibat sambaran petir telah mendapatkan perawatan medis lebih lanjut di puskesmas terdekat. Kondisinya kini dilaporkan stabil dan ia diharapkan segera pulih dari luka yang dideritanya. Nur Fauzi, yang menjadi saksi mata dalam kejadian ini, juga masih dalam kondisi trauma akibat insiden tersebut.

Baca Juga :  Bentengi Keluarga dari Narkoba dan Judi Online: H. Putra Jaya Umar Sosialisasikan Perda Pencegahan Narkotika di Gunung Timbul

 

Pihak kepolisian menyatakan akan terus memantau kondisi para korban yang selamat dan memberikan dukungan kepada keluarga yang ditinggalkan. Selain itu, aparat juga akan meningkatkan patroli dan sosialisasi terkait bahaya petir, terutama di musim penghujan yang kini tengah berlangsung.

 

Kejadian ini juga menjadi pengingat bagi masyarakat luas untuk selalu memperhatikan kondisi cuaca sebelum beraktivitas di luar ruangan, terutama ketika bermain layangan atau kegiatan lain yang melibatkan benda-benda yang dapat menghantarkan listrik.

 

Petir merupakan salah satu fenomena alam yang tak bisa diprediksi dengan tepat, sehingga kehati-hatian sangat diperlukan.

 

Di tengah musim hujan, masyarakat diharapkan lebih waspada terhadap fenomena petir yang lebih sering terjadi. “Kami akan terus melakukan sosialisasi terkait bahaya petir dan pentingnya kewaspadaan saat cuaca buruk,” tutup Aiptu Nanang dalam keterangannya.

 

Tragedi ini meninggalkan duka mendalam bagi warga Desa Ambalkliwonan, sekaligus menjadi peringatan agar masyarakat lebih berhati-hati dalam menjalani aktivitas di luar ruangan, khususnya saat musim hujan tiba.(*)

Penulis : Wahyudin

Editor : Abdul Hakim

Berita Terkait

Sinergi BPJPH Lampung dan Kemenag Pesisir Barat: Akselerasi Sertifikasi Halal Gratis Menuju Target Oktober 2026
Pria Gantung Diri di Sumur, Polisi Lakukan Penanganan dan Olah TKP
Pelantikan DPD AGPAII Tubaba, Perkuat Peran Guru PAI dan Teguhkan Komitmen Pendidikan Berkarakter
Proyek Air Bersih DAK Desa Purbasakti Sudah Serah Terima, Kadis Perkim Lampung Utara: Masih Masa Perawatan
Sempat Memanas, Pembentukan Panitia Pilkades PAW Selomukti Berakhir Kondusif
Percepat Sertifikasi UMKM, Balai PJPH Lampung dan Pemkab Pesisir Barat Sinergi Sukseskan WHO 2026
Hanifal Sosialisasi Pembinaan Ideologi Pancasila di Karta Sari “Generasi Muda Harus Hafal dan Paham”
Penyaluran BLT Dana Desa 2026 Tahap Pertama di Tiyuh Gunung Katun Tanjungan: 27 KPM Terima Bantuan
Berita ini 91 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 29 April 2026 - 21:28 WIB

Sinergi BPJPH Lampung dan Kemenag Pesisir Barat: Akselerasi Sertifikasi Halal Gratis Menuju Target Oktober 2026

Rabu, 29 April 2026 - 19:10 WIB

Pria Gantung Diri di Sumur, Polisi Lakukan Penanganan dan Olah TKP

Rabu, 29 April 2026 - 17:40 WIB

Pelantikan DPD AGPAII Tubaba, Perkuat Peran Guru PAI dan Teguhkan Komitmen Pendidikan Berkarakter

Rabu, 29 April 2026 - 17:01 WIB

Proyek Air Bersih DAK Desa Purbasakti Sudah Serah Terima, Kadis Perkim Lampung Utara: Masih Masa Perawatan

Rabu, 29 April 2026 - 12:19 WIB

Percepat Sertifikasi UMKM, Balai PJPH Lampung dan Pemkab Pesisir Barat Sinergi Sukseskan WHO 2026

Rabu, 29 April 2026 - 11:33 WIB

Hanifal Sosialisasi Pembinaan Ideologi Pancasila di Karta Sari “Generasi Muda Harus Hafal dan Paham”

Rabu, 29 April 2026 - 09:51 WIB

Penyaluran BLT Dana Desa 2026 Tahap Pertama di Tiyuh Gunung Katun Tanjungan: 27 KPM Terima Bantuan

Rabu, 29 April 2026 - 01:00 WIB

Surabaya Siaga Macet, Ribuan Truk Bakal Kepung Kota 29-30 April 2026

Berita Terbaru