IN HOUSE TRAINING IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN SOSIAL EMOSIONAL DALAM KURIKULUM MERDEKA SUKSES DIGELAR DI SMP NEGERI 4 PASURUAN

- Jurnalis

Selasa, 13 Agustus 2024 - 20:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

SMP Negeri 4 Pasuruan kembali menegaskan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pendidikan melalui penyelenggaraan In House Training (IHT) bertajuk “Implementasi Pembelajaran Sosial Emosional dalam Kurikulum Merdeka”. Kegiatan yang dilaksanakan pada Senin, 12 Agustus 2024 ini sukses digelar dengan partisipasi penuh dari seluruh tenaga pendidik dan staf sekolah. IHT dihadiri sekitar 50 peserta dan berlangsung mulai pukul 14.00 dan berakhir pada pukul 15.00 WIB. Acara ini dihadiri oleh guru, kepala sekolah, dan staf tata usaha. Hal ini menjadi bukti bahwa SMP Negeri 4 Pasuruan benar-benar menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan mutu Pendidikan. IHT tersebut bertujuan untuk memperkuat pemahaman guru tentang pembelajaran sosial emosional (PSE) yang menjadi bagian integral dari Kurikulum Merdeka.

Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk Kepala Sekolah SMP Negeri 4 Pasuruan, Bapak Makhrus Siddiq,S.Psi., M.Pd.I., yang dalam sambutannya menekankan betapa pentingnya integrasi aspek sosial dan emosional dalam proses pembelajaran untuk menghasilkan siswa yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga matang secara emosional dan sosial.

“Kita hidup di era yang penuh tantangan, di mana kecerdasan emosional dan sosial menjadi kunci untuk keberhasilan jangka panjang. Melalui IHT ini, kami ingin memastikan bahwa seluruh guru di SMP Negeri 4 Pasuruan mampu mengimplementasikan pembelajaran sosial emosional secara efektif dalam Kurikulum Merdeka, sehingga kita dapat mendidik siswa yang tidak hanya pandai secara akademis, tetapi juga memiliki kecerdasan emosional dan keterampilan sosial yang baik,” ujar Bapak Makhrus Siddiq.

Baca Juga :  HUT ke-62 Provinsi Lampung: Wabup Nadirsyah Paparkan Transformasi Ekonomi dan Capaian Prestisius

In House Training ini menghadirkan narasumber, Ibu Citra Dwi Wijayanti, M.Pd., Pengawas sekolah jenjang SMP dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pasuruan. Dalam sesinya, Ibu Citra menekankan pentingnya pembelajaran sosial emosional sebagai landasan dalam membentuk karakter siswa.

“Pembelajaran sosial emosional bukan hanya sekadar teori, tetapi harus menjadi bagian dari praktik sehari-hari di kelas. Ini adalah keterampilan hidup yang esensial, yang akan membantu siswa dalam menghadapi tantangan kehidupan dengan lebih baik,” jelas Ibu Citra.

Selama pelatihan, para peserta dibekali dengan berbagai metode dan strategi untuk mengintegrasikan PSE ke dalam Kurikulum Merdeka. Salah satu materi yang menjadi perhatian utama adalah cara mengidentifikasi dan memahami emosi siswa serta bagaimana membantu mereka mengelola emosi tersebut dalam konteks pembelajaran. Selain itu, pelatihan ini juga menekankan pentingnya membangun hubungan positif antara guru dan siswa, yang merupakan salah satu aspek penting dalam pembelajaran sosial emosional.

Ibu Nurul Mawaridah, salah satu guru yang turut serta dalam pelatihan ini, mengungkapkan kesannya. “IHT ini benar-benar membuka mata saya tentang bagaimana pentingnya memahami dan mengelola emosi siswa. Saya merasa lebih siap untuk mengimplementasikan pembelajaran sosial emosional di kelas, karena kini saya memiliki alat dan strategi yang tepat untuk membantu siswa saya mengembangkan kecerdasan emosional mereka,” ujarnya.

Penerapan dalam Kurikulum Merdeka: Langkah Konkret untuk Masa Depan

Baca Juga :  LSM Pejuang 24 Geruduk Dinkes Pekalongan, Pertanyakan Gaji Buta Kepala Puskesmas yang Diduga Absen Berbulan-bulan

Setelah mengikuti IHT ini, para guru diharapkan dapat langsung mengimplementasikan pembelajaran sosial emosional dalam kegiatan belajar mengajar sehari-hari. Kurikulum Merdeka yang memberikan kebebasan kepada sekolah untuk merancang pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan siswa, menjadi platform yang ideal untuk integrasi PSE. Para peserta pelatihan juga diberikan panduan praktis dalam merancang rencana pembelajaran yang memasukkan elemen sosial emosional secara konsisten.

Kepala Sekolah, Bapak Makhrus Siddiq,S.Psi., M.Pd.I., dalam penutupan acara menekankan bahwa keberhasilan implementasi PSE dalam Kurikulum Merdeka sangat bergantung pada komitmen dan konsistensi para guru. “Kami berharap setelah pelatihan ini, seluruh guru di SMP Negeri 4 Pasuruan tidak hanya memahami pentingnya PSE, tetapi juga menerapkannya secara konsisten dalam proses pembelajaran. Ini adalah investasi jangka panjang kita untuk membentuk generasi yang cerdas secara intelektual dan emosional,” tutupnya.

Respon Positif dari Para Peserta

Pelatihan ini mendapat respon positif dari para peserta. Banyak guru yang merasa bahwa materi yang disampaikan sangat relevan dengan tantangan yang mereka hadapi di kelas. Beberapa guru juga mengungkapkan bahwa mereka merasa lebih percaya diri dalam menghadapi siswa dengan kebutuhan emosional yang beragam setelah mengikuti pelatihan ini.

Ibu Putri, seorang guru di SMP Negeri 4 Pasuruan, menyampaikan bahwa IHT ini memberikan pemahaman baru yang sangat dibutuhkan dalam konteks pendidikan saat ini. “Kami sering kali fokus pada pencapaian akademis, tetapi setelah mengikuti IHT ini, saya semakin sadar bahwa aspek sosial dan emosional sama pentingnya. Saya berterima kasih kepada pihak sekolah yang telah mengadakan pelatihan ini, dan saya siap untuk mengimplementasikan apa yang telah saya pelajari di kelas,” ungkapnya.

Baca Juga :  Apel Sabuk Kamtibmas Dan Simulasi Sispam Mako Polres Tulang Bawang Barat, Perkuat Kesiapsiagaan Personel

Masa Depan Pembelajaran Sosial Emosional di SMP Negeri 4 Pasuruan

Dengan terselenggaranya IHT ini, SMP Negeri 4 Pasuruan menunjukkan komitmen yang kuat untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan melalui pendekatan yang holistik. Pembelajaran sosial emosional diharapkan dapat menjadi bagian integral dari Kurikulum Merdeka di sekolah ini, sehingga seluruh siswa dapat tumbuh menjadi individu yang tidak hanya cerdas, tetapi juga memiliki kecerdasan emosional dan keterampilan sosial yang mumpuni.

Ke depan, SMP Negeri 4 Pasuruan berencana untuk terus mengadakan pelatihan serupa dan memastikan bahwa seluruh guru mendapatkan dukungan yang mereka butuhkan dalam mengimplementasikan PSE di kelas. Sekolah ini juga akan melakukan evaluasi rutin terhadap efektivitas pembelajaran sosial emosional dalam kurikulum, dengan tujuan untuk terus memperbaiki dan menyempurnakan pendekatan yang digunakan.

SMP Negeri 4 Pasuruan telah mengambil langkah awal yang penting dalam perjalanan panjang menuju pendidikan yang lebih inklusif dan berorientasi pada pengembangan karakter siswa. Dengan dukungan penuh dari seluruh staf pengajar dan manajemen sekolah, implementasi pembelajaran sosial emosional dalam Kurikulum Merdeka di SMP Negeri 4 Pasuruan diharapkan akan membawa dampak positif jangka panjang bagi para siswa dan komunitas sekolah.

 

 

Penulis : Nurul Mawaridah

Editor : Fr

Berita Terkait

Buntut Audiensi Nihil Hasil, PKL Sorogenen Seret Dugaan Pungli ke Jalur Hukum
Geger! Sesosok Mayat Pria Tanpa Identitas Ditemukan Mengapung di Sungai Belakang Pabrik BTJ 
Ironi !, Warung D’Jadul Diduga Gunakan LPG Bersubsidi, LPI Desak Tindakan Tegas
Terima 700 Mahasiswa KKN UM Metro, Wabup Tubaba Minta Mahasiswa Jadi Motivator Pembangunan di Tiyuh
Rekrutmen Relawan SPPG Besuki 005 Berujung RDP, DPRD Situbondo Desak Prioritaskan 47 Relawan Lama
Kabar Gembira! KAI Daop 4 Semarang Aktifkan Kembali Layanan Penumpang di Stasiun Plabuan, Comal, dan Batang per 27 April
Pastikan Tepat Waktu, Satlantas Polres Lampung Utara Kawal Distribusi Makan Bergizi Gratis ke Sekolah
Resmi Ditutup, Kejurprov Road Race HUT Tubaba ke-17 Sukses Jaring Ratusan Pembalap Antar Provinsi
Berita ini 157 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 20 April 2026 - 22:03 WIB

Buntut Audiensi Nihil Hasil, PKL Sorogenen Seret Dugaan Pungli ke Jalur Hukum

Senin, 20 April 2026 - 20:35 WIB

Geger! Sesosok Mayat Pria Tanpa Identitas Ditemukan Mengapung di Sungai Belakang Pabrik BTJ 

Senin, 20 April 2026 - 20:23 WIB

Ironi !, Warung D’Jadul Diduga Gunakan LPG Bersubsidi, LPI Desak Tindakan Tegas

Senin, 20 April 2026 - 20:23 WIB

Terima 700 Mahasiswa KKN UM Metro, Wabup Tubaba Minta Mahasiswa Jadi Motivator Pembangunan di Tiyuh

Senin, 20 April 2026 - 19:26 WIB

Rekrutmen Relawan SPPG Besuki 005 Berujung RDP, DPRD Situbondo Desak Prioritaskan 47 Relawan Lama

Senin, 20 April 2026 - 17:03 WIB

Pastikan Tepat Waktu, Satlantas Polres Lampung Utara Kawal Distribusi Makan Bergizi Gratis ke Sekolah

Minggu, 19 April 2026 - 21:10 WIB

Resmi Ditutup, Kejurprov Road Race HUT Tubaba ke-17 Sukses Jaring Ratusan Pembalap Antar Provinsi

Minggu, 19 April 2026 - 19:38 WIB

Bentengi Keluarga dari Narkoba dan Judi Online: H. Putra Jaya Umar Sosialisasikan Perda Pencegahan Narkotika di Gunung Timbul

Berita Terbaru