Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Dana Desa Ambal Ambil Belum Ada, Ada Apa?

- Jurnalis

Jumat, 21 Februari 2025 - 15:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PASURUAN, realitapublik.id – Dugaan penyalahgunaan Dana Desa di Desa Ambal Ambil semakin mencurigakan. Laporan masyarakat dan aktivis telah masuk ke Polres Pasuruan, tetapi hingga kini, belum ada tersangka meskipun bukti dan audit Inspektorat dengan jelas menunjukkan indikasi kerugian negara.

Berdasarkan Laporan Informasi dan Surat Perintah Penyelidikan Sp. Lidik/566/VI/RES.3.1/2023 tanggal 8 Juni 2023 dan Sp. Lidik/803/IX/RES.3.1/2023 tanggal 2 September 2023, Polres Pasuruan menyelidiki proyek fisik, bor air bersih, PJU, bantuan ketahanan pangan ternak kambing dan lele, serta anggaran Silva yang bersumber dari Dana Desa dan Provinsi. Audit Inspektorat mengungkap potensi kerugian mencapai miliaran rupiah.

Melansir dari jawapes.or.id, pada April 2024, Dwi Anto dari Inspektorat Pasuruan mengungkapkan kerugian di Desa Ambal Ambil sangat besar.

Baca Juga :  Reses di Dua Tiyuh, Legislator Golkar Putra Jaya Umar Perjuangkan Usulan Infrastruktur Warga

Ia menyebut beberapa anggaran tidak dapat dipertanggungjawabkan sesuai ketentuan oleh Kepala Desa, yang jelas mengindikasikan adanya korupsi. Namun, hingga kini belum ada tindakan tegas dari pihak kepolisian.

Terhimpun informasi, bahwa Inspektorat Kabupaten Pasuruan telah menerima surat dari Inspektorat Provinsi Jawa Timur untuk menindaklanjuti dugaan penyimpangan bantuan pipanisasi bor dari Provinsi.

Sementara menurut Kepala Desa yang telah diperiksa, ia mengaku akan mengembalikan apa yang telah dibuat, dan pasrah saja.

“Aku kate mbalekno opo sing digawe, pasrah wes”, katanya.

Terpisah, Kasi Humas Polres Pasuruan mengatakan masih ada tambahan pemeriksaan saksi. Wasidik belum bersedia menetapkan tersangka.

“Gelar perkara sudah dilakukan tiga kali, tetapi keputusan belum bisa diambil karena masih ada saksi yang harus diperiksa,” kata Ksi Humas Polres Pasuruan, Joko Suseno, Kamis, 20 Februari 2025.

Baca Juga :  Satlantas Polres Lampung Utara Pantau Rekayasa Lalu Lintas di Simpang Kebun 4 Kotabumi

Perihal laporan yang masuk sejak 2023 hingga 2025 terkait dugaan penyalahgunaan Dana Desa di Desa Ambal Ambil, mendapat sorotan publik.

Dalam kasus yang proses hukumnya masih berjalan tersebut, ditemukan kerugian sudah nyata. Namun hingga saat ini masih belum berujung pada penetapan tersangka.

Hal tersebut membuat masyarakat mulai geram dan mempertanyakan mengapa kasus ini seolah-olah dilindungi?

“Kenapa laporan dugaan korupsi Desa Ambal Ambil seperti sengaja diperlambat? Saksi-saksi dari perangkat desa, kader, BPD, dan toko bangunan telah diperiksa. Tapi sampai sekarang, Kepala Desa yang diduga menjadi otak di balik skandal ini masih bebas,” ujar M, seorang warga yang juga saksi kasus ini, Jumat, 21 Februari 2025.

Baca Juga :  Digerebek di Gudang, Empat Komplotan Pengedar Sabu di PALI Diringkus Polisi

Sementara itu, Ketua Jawa Corruption Watch (JCW), Rizal Diansyah Soesanto, ST, CPLA menilai ada kejanggalan serius dalam kasus ini. Bukti sudah lengkap, audit Inspektorat membuktikan kerugian negara, saksi telah diperiksa, bahkan terduga tidak mampu mengembalikan dana yang hilang. Lalu mengapa belum ada tersangka? Apakah ada campur tangan kekuatan tertentu dalam kasus ini?

“Kami melihat ada indikasi kesengajaan dalam memperlambat kasus ini. Jika benar-benar serius, seharusnya tidak butuh waktu selama ini untuk menetapkan tersangka. Ini bukan hanya soal administrasi, tetapi menyangkut keadilan bagi masyarakat dan integritas hukum. Kami tidak akan tinggal diam dan akan terus mengawal kasus ini hingga ada kejelasan hukum,” tegas Rizal.(*)

Penulis : Saichu

Editor : Abdul Hakim

Berita Terkait

Dinkes Tulang Bawang Barat Gelar Skrining TBC Terintegrasi di Tiyuh Marga Asri
Manfaatkan Pintu Belakang Tak Dikunci, Maling Motor dan Uang Rp3,2 Juta di PALI Diringkus Polisi
BPKAD PALI Batasi Pencairan Dana Proyek Rp1 Miliar per Bulan, Kontraktor Mengeluh dan Ancam Lapor DPRD
Skandal Jual Beli Kios Pasar Among Tani, Mantan Kepala UPT Jadi Tersangka, Isyaratkan Ada Pelaku Lain
Isu Selingkuh Ajudan Bupati Malang Memanas: Inspektorat Tunggu Laporan, ADK Bantah Keras
Digerebek di Gudang, Empat Komplotan Pengedar Sabu di PALI Diringkus Polisi
Akselerasi Akses Kesehatan di Lampung Utara, PT SGN Serahkan Ambulans ke Puskesmas Mider
Padukan Nilai Religius dan Kebangsaan, PD PWI-LS Batang Gelar Refleksi Organisasi
Berita ini 205 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 5 September 2026 - 09:12 WIB

Dinkes Tulang Bawang Barat Gelar Skrining TBC Terintegrasi di Tiyuh Marga Asri

Sabtu, 5 September 2026 - 08:42 WIB

BPKAD PALI Batasi Pencairan Dana Proyek Rp1 Miliar per Bulan, Kontraktor Mengeluh dan Ancam Lapor DPRD

Jumat, 4 September 2026 - 10:57 WIB

Skandal Jual Beli Kios Pasar Among Tani, Mantan Kepala UPT Jadi Tersangka, Isyaratkan Ada Pelaku Lain

Jumat, 4 September 2026 - 10:00 WIB

Isu Selingkuh Ajudan Bupati Malang Memanas: Inspektorat Tunggu Laporan, ADK Bantah Keras

Jumat, 4 September 2026 - 08:06 WIB

Digerebek di Gudang, Empat Komplotan Pengedar Sabu di PALI Diringkus Polisi

Kamis, 3 September 2026 - 19:17 WIB

Akselerasi Akses Kesehatan di Lampung Utara, PT SGN Serahkan Ambulans ke Puskesmas Mider

Kamis, 3 September 2026 - 17:26 WIB

Padukan Nilai Religius dan Kebangsaan, PD PWI-LS Batang Gelar Refleksi Organisasi

Kamis, 3 September 2026 - 10:22 WIB

Diduga Cemari Lingkungan dan Gunakan Aset KUD, Pabrik Plastik di Purwosari Dilaporkan ke Polres Pasuruan

Berita Terbaru