Medan, realitapublik.id – Gerakan Muda Peduli Ono Niha (GM-PON) Sumatera Utara mengeluhkan kinerja Polres Nias dibawah kepemimpinan AKBP Revi Nurvelani yang dianggap tidak mampu menuntaskan kasus-kasus yang terjadi. Seperti kasus Ketua Bawaslu Nias Barat terkait penipuan dan penggelapan, kebakaran Kantor Camat, pada tanggal 04 Mei 2019 dan kasus pembunuhan di Pantai Hoya pada tanggal 26 Juli 2021.
“Kapolres Nias kami nilai tidak mampu menuntaskan segudang kasus yang ada diwilayah hukumnya, terbukti sampai sekarang kebakaran Kantor Camat yang merangkap sebagai Kantor PPK pada Pemilihan umum 2019, kasus pembunuhan di Pantai Hoya belum juga ditetapkan siapa tersangka yang merupakan dalang dibalik itu semua,” kata Ketua GM-PON, Silsilah Halawa, Jumat (28/03/2025), di Medan
GM-PON meminta Kapolres Nias dapat mempertanggungjawabkan kinerjanya dalam menuntaskan semua kasus tersebut, termasuk kasus ketua Bawaslu Nias Barat, kebakaran Kantor Camat dan kasus pembunuhan di Pantai Hoya. “Kami menilai kinerja Kapolres Nias sangat buruk,” imbuhnya.
Silsilah Halawa juga meminta kepada Kapolri Drs. Listyo Sigit Prabowo untuk segera mengevaluasi kinerja Kapolres Nias saat ini yang terkesan tidak mampu menjalankan tugas dan fungsi Kepolisian sebagai penegak hukum.
“Kami meminta Kapolri Listyo Sigit Prabowo untuk segera mengevaluasi kinerja Kapolres Nias karena terkesan tidak mampu menjalankan tugas dan fungsi Kepolisian sebagai penegak hukum. Ini demi menjaga nama baik institusi Kepolisian dimata Masyarakat,” pungkasnya. (*)
Penulis : Jepril Harefa
Editor : Abdul Hakim







