Diduga Ada Keharusan Beli Buku Mapel, Wali Murid Keberatan, Kepala SDN Pasir Eurih 4: Tidak Mewajibkan 

- Jurnalis

Sabtu, 19 Juli 2025 - 03:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BOGOR, realitapublik.id – Wali murid SDN Pasir Eurih 4, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor mengeluhkan pembelian beberapa buku mata pelajaran (Mapel). Keluhan ini, salah satunya datang dari AN kepada realitapublik.id beberapa hari lalu.

 

Sementara, para wali murid belum mengetahui beberapa buku mapel yang dibeli tersebut apakah termasuk dalam anggaran sekolah ataukah tidak.

 

Menurut AN, awal mengetahui informasi mengenai sejumlah buku mapel yang dapat dibeli secara online, di WhatsApp Group (WAG) wali murid. Informasi untuk pembelian buku mapel ini disinyalir direkomendasikan oleh pihak sekolah melalui komunikasi di WAG, dan kemungkinan informasi yang disampaikan di WAG itu merupakan hasil dari rapat wali murid bersama guru kelas.

 

Ironisnya di WAG itu, juga ada informasi diduga dari seorang guru wali kelas yang mengharuskan wali murid untuk membeli sejumlah buku mapel tersebut.

 

Setelah mengetahui informasi di WAG, AN pun dengan berat hati membeli sejumlah buku mapel untuk anaknya seperti saat anaknya masih di bangku kelas 2.

Baca Juga :  Akselerasi Akses Kesehatan di Lampung Utara, PT SGN Serahkan Ambulans ke Puskesmas Mider

 

“Meski saya keberatan, saya tetap membeli karena anak saya butuh buku itu di kelas. Sejak anak kelas 2, terkesan guru yang selalu mengarahkan kepada kami untuk beli buku tertentu,” katanya.

 

Selain merasa keberatan, AN juga mempertanyakan terkait pembelian buku mapel tersebut. Sebab menurutnya jika memang buku tersebut diperlukan untuk pembelajaran di kelas, kenapa pemerintah melalui sekolah tidak menyediakan buku itu secara gratis.

 

“Kenapa Pemerintah tidak memberikan buku gratis di sekolah anak saya kalau memang perlu di sekolah dan dibelajarkan di kelas,” ujar AN.

 

Wali murid meminta klarifikasi lebih lanjut tentang informasi ini, termasuk detail tentang buku pelajaran yang dimaksud dan prosedur pembelian yang tepat.

 

Harapannya, sekolah atau pemerintah dapat menyediakan buku yang dibutuhkan oleh siswa. Selain tidak memberatkan orang tua – wali murid dalam hal biaya untuk proses pembelajaran juga dapat berjalan lancar tanpa beban tambahan bagi wali murid.

Baca Juga :  Praperadilan Kasus Kekerasan Seksual Padepokan Padang Ati Ditolak, PN Tegaskan Penetapan Tersangka Sah

 

Untuk mendapatkan penjelasan terkait informasi pembelian sejumlah buku mata pelajaran, awak media sempat melakukan konfirmasi melalui sambungan telepon terhadap Kepala SDN Pasir Eurih 4.

 

Sebab, seperti diketahui bersama bahwa buku pelajaran sebenarnya bisa dibiayai melalui Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) atau BOS Daerah (BOSDA). Dana ini diberikan pemerintah untuk mendukung kebutuhan operasional sekolah, termasuk pengadaan buku pelajaran agar siswa tidak dibebani biaya tambahan.

 

Kemudian, wartawan media ini dengan wartawan media lain mendatangi SDN Pasir Eurih 4 untuk mendapat keterangan dan klarifikasi secara langsung dari pihak sekolah, pada Jumat (18/7/2025).

 

Setibanya di kantor SDN Pasir Eurih 4, sejumlah orangtua/wali murid terlihat berkumpul bersama kepala sekolah.

 

Namun beberapa wartawan yang datang di sekolah ini merasakan kehadirannya sangat tidak disenangi dan mendapat respon yang tidak baik. Hingga kemudian situasi mendadak memanas.

Baca Juga :  Meriahkan HUT RI ke-81, Pemdes Tiyuh Karta Sari Gelar Kuda Lumping dan Tari Sembah

 

Di sekolah ini, juga terlihat sejumlah anggota polsek setempat. Diduga kepala sekolah menghubunginya dengan alasan ada beberapa wartawan membuat kerusuhan dan mengganggu proses belajar. Padahal tujuan utama kedatangan wartawan dari beberapa media, untuk mengkonfirmasikan dan mendapat klarifikasi dari pihak sekolah tersebut.

 

 

Menanggapi terkait pembelian sejumlah buku mapel, Rohimah selaku Kepala SDN Pasir Eurih 4 menyampaikan klarifikasi kepada media realitapublik.id dengan pernyataan bahwa terkait buku, guru hanya memberikan referensi.

 

“Sekolah kami tidak mengharuskan, tidak mewajibkan dan tidak ada paksaan untuk orang tua membeli buku di online. Disini guru hanya memberikan referensi ataupun contoh buku yang akan dibeli yang sesuai dengan pembelajaran di sekolah dan saya pun memberikan izin karena tidak keluar aturan,” tandasnya.

Penulis : Lucy

Editor : Abdul Hakim

Berita Terkait

Kunjungi Tiyuh Gunung Katun Tanjungan, Anggota DPRD Lampung Putra Jaya Umar Tinjau Proyek Pembangunan Jembatan
Puluhan Jurnalis Resmi Polisikan Akun TikTok “Makmun Serba Guna” di Tulang Bawang
Terekam CCTV, Oknum Kepsek dan Guru SD di Pekalongan Diduga Berselingkuh
Tepis Dakwaan Jaksa, Kubu Abdul Halim Minta Hakim Uji Alat Bukti di Persidangan
Darurat Kebakaran Hutan, BBKSDA Jatim Tutup Total Suaka Margasatwa Dataran Tinggi Yang
Jaga Mutu Pembangunan, Pemkab Batang Aktifkan Kembali Program UHC pada Akhir 2026
Adian Napitupulu Tegaskan Tolak Kekerasan Terkait Konflik Agraria di Desa Sukajaya
FAJI Probolinggo Sikat Dua Emas di Sungai Brantas, Atlet Muda Bikin Gebrakan di Kejurprov 2026
Berita ini 116 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 8 September 2026 - 13:51 WIB

Kunjungi Tiyuh Gunung Katun Tanjungan, Anggota DPRD Lampung Putra Jaya Umar Tinjau Proyek Pembangunan Jembatan

Selasa, 8 September 2026 - 13:39 WIB

Puluhan Jurnalis Resmi Polisikan Akun TikTok “Makmun Serba Guna” di Tulang Bawang

Selasa, 8 September 2026 - 09:56 WIB

Terekam CCTV, Oknum Kepsek dan Guru SD di Pekalongan Diduga Berselingkuh

Senin, 7 September 2026 - 20:21 WIB

Tepis Dakwaan Jaksa, Kubu Abdul Halim Minta Hakim Uji Alat Bukti di Persidangan

Senin, 7 September 2026 - 20:07 WIB

Darurat Kebakaran Hutan, BBKSDA Jatim Tutup Total Suaka Margasatwa Dataran Tinggi Yang

Senin, 7 September 2026 - 13:35 WIB

Jaga Mutu Pembangunan, Pemkab Batang Aktifkan Kembali Program UHC pada Akhir 2026

Minggu, 6 September 2026 - 17:13 WIB

Adian Napitupulu Tegaskan Tolak Kekerasan Terkait Konflik Agraria di Desa Sukajaya

Minggu, 6 September 2026 - 16:59 WIB

FAJI Probolinggo Sikat Dua Emas di Sungai Brantas, Atlet Muda Bikin Gebrakan di Kejurprov 2026

Berita Terbaru