Antara Penegakan Aturan dan Urusan Perut: Menakar Efektivitas Penertiban PKL di Kota Pekalongan

- Jurnalis

Sabtu, 18 April 2026 - 20:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KOTA PEKALONGAN, realitapublik.id – Suasana di kawasan eks Pasar Sorogenen mendadak tegang pada Sabtu (18/4/2026). Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Pekalongan kembali melakukan penertiban terhadap Pedagang Kaki Lima (PKL).

 

Namun, langkah tersebut justru membuka kotak pandora terkait carut-marutnya koordinasi penataan kawasan di Kota Batik.

 

Dialog di Tengah Penertiban

Penertiban sempat terhenti ketika LSM Pejuang 24 turun tangan mendampingi pedagang untuk menuntut ruang dialog.

 

Saat itu, sempat terjadi ketegangan. Bahkan, ketegangan berlanjut hingga ke kantor Satpol PP, di mana para pedagang meminta kejelasan atas penyitaan barang dagangan mereka.

Baca Juga :  Semarak HUT RI ke-81, Ribuan Warga Dengkol Tumpah Ruah Ikuti Parade Gerak Jalan Sehat

 

Ketua DPP LSM Pejuang 24, Teguh Hadi Santoso, menegaskan bahwa persoalannya bukan pada penolakan Perda, melainkan pada asas keadilan.

 

“Aturan harus tegak untuk semua. Mengapa hanya pedagang kecil di sini yang disikat, sementara aktivitas di ruang terbuka hijau seperti Alun-alun justru dibiarkan?” gugatnya.

 

Lempar Tanggung Jawab dan Solusi “Mati Suri”

Persoalan menjadi pelik ketika terjadi tumpang tindih kewenangan. Plt. Kepala Disperindagkop UKM, Wismo Adityo, menyebut pengelolaan ruang terbuka hijau bukan domain instansinya.

 

Di sisi lain, solusi relokasi yang ditawarkan pemerintah, seperti Pasar Sugihwaras, kini kondisinya memprihatinkan dan “mati suri”. “Lokasi relokasi sepi pembeli. Memindahkan kami ke sana sama saja membunuh usaha kami secara perlahan,” keluh salah satu pedagang yang telah berjualan selama delapan tahun sejak kebakaran Pasar Banjarsari.

Baca Juga :  Kreator dan Jurnalis Keluhkan Jaringan Internet Hilang Saat Aksi di Depan Gedung DPR RI

 

Dugaan Pungli dan Lemahnya Koordinasi

Di tengah polemik ini, muncul pengakuan mengejutkan dari pedagang terkait adanya iuran bulanan sebesar Rp30.000 selama mereka berjualan di lokasi terlarang tersebut. Hal ini memicu pertanyaan besar: ke mana aliran dana tersebut selama delapan tahun terakhir jika lokasi tersebut memang dilarang?

Baca Juga :  Revitalisasi Gedung SDN 2 Gunung Malang Suboh Intensif Dikerjakan, Target Rampung November

 

Kasatpol PP Kota Pekalongan, M. Taufiq, bersikeras bahwa penertiban sudah sesuai prosedur dan solusi telah disediakan. Namun, fakta di lapangan menunjukkan adanya jurang pemisah antara kebijakan administratif dan realitas ekonomi warga.

 

Tidak hanya itu. Sinkronisasi antarinstansi yang dinilai tak optimal dan tidak ada solusi relokasi yang bena-benar hidup secara ekonomi, penertiban ini dikhawatirkan hanya akan menjadi siklus rutin tanpa ujung: tertibkan, pindah, dan muncul kembali.

 

Hingga berita ini naik, pihak Satpol PP belum memberikan keterangan lanjutan terkait dugaan iuran dan langkah koordinasi ke depan. (*)

Penulis : Wildan

Editor : Red

Berita Terkait

Diseret Isu Pita Cukai Palsu, Ketua Komisi XI DPR RI Misbakhun Tegas Bantah Tuduhan Tempo
GP Ansor Malang Soal Penganiayaan Anggota DPRD: Demokrasi Bukan Bikin Onar, Polisi Jangan Lembek Usut Pelaku!
Penjual Sosis Korban Pengeroyokan di SKNC Resmi Lapor Polisi
Peserta Simbang Kulon Night Carnival Meninggal Usai Tampil Kenakan Kostum Monster
Pedagang Buah Pasuruan Geruduk Ketua DPRD: Omzet Anjlok Pasca-Relokasi, Wali Kota Dituntut Turun Tangan
Heboh ! Penemuan Emas di Sungai Comal Pemalang, Warga Luar Desa Ramai Berbondong-bondong Mendulang
Meneladani Akhlak Rasulullah, Kecamatan Suboh Raih Keberkahan Melalui Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H
Perkokoh Sinergi Pelayanan, Pemkab Tubaba Gelar Sertijab dan Pisah Sambut Camat Pagar Dewa
Berita ini 38 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 13:06 WIB

Diseret Isu Pita Cukai Palsu, Ketua Komisi XI DPR RI Misbakhun Tegas Bantah Tuduhan Tempo

Sabtu, 12 September 2026 - 23:09 WIB

GP Ansor Malang Soal Penganiayaan Anggota DPRD: Demokrasi Bukan Bikin Onar, Polisi Jangan Lembek Usut Pelaku!

Sabtu, 12 September 2026 - 10:19 WIB

Penjual Sosis Korban Pengeroyokan di SKNC Resmi Lapor Polisi

Jumat, 11 September 2026 - 22:39 WIB

Peserta Simbang Kulon Night Carnival Meninggal Usai Tampil Kenakan Kostum Monster

Jumat, 11 September 2026 - 21:23 WIB

Pedagang Buah Pasuruan Geruduk Ketua DPRD: Omzet Anjlok Pasca-Relokasi, Wali Kota Dituntut Turun Tangan

Jumat, 11 September 2026 - 13:21 WIB

Heboh ! Penemuan Emas di Sungai Comal Pemalang, Warga Luar Desa Ramai Berbondong-bondong Mendulang

Jumat, 11 September 2026 - 09:47 WIB

Meneladani Akhlak Rasulullah, Kecamatan Suboh Raih Keberkahan Melalui Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H

Jumat, 11 September 2026 - 07:32 WIB

Perkokoh Sinergi Pelayanan, Pemkab Tubaba Gelar Sertijab dan Pisah Sambut Camat Pagar Dewa

Berita Terbaru