Gandeng Gapoktan Sukajaya, PT PMC Kelola Agrowisata dan Hortikultura Demi Ketahanan Pangan

- Jurnalis

Rabu, 15 Juli 2026 - 15:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_16908288

i

Oplus_16908288

BOGOR, realitapublik.id — PT Prima Mustika Chandra (PMC) secara transparan memaparkan program kerja pemberdayaan masyarakat di hadapan warga Desa Sukajaya, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor, pada Rabu (15/07/2026). Program strategis ini difokuskan untuk memprioritaskan serta melegalkan para petani penggarap pribumi yang tergabung dalam Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) untuk mengelola lahan milik perusahaan.

 

Dalam sosialisasi yang berlangsung di Aula Desa Sukajaya tersebut, perwakilan PT PMC, Ruben, menegaskan bahwa lahan tersebut dipastikan tidak akan dibangun perumahan. Sebaliknya, wilayah Sukajaya dan Sukaluyu akan dipertahankan sebagai area hijau melalui program hortikultura serta pengembangan desa wisata yang dikelola secara profesional.

Baca Juga :  Hasil Autopsi Keluar, Misteri Kematian Pemuda di Pekalongan Dipastikan Korban Pembunuhan

 

Sebagai langkah nyata pemberdayaan ekonomi, PT PMC juga berencana membangun kios khusus bagi warga sekitar. Fasilitas ini nantinya dapat dimanfaatkan masyarakat untuk menjual hasil tani mereka sekaligus menjadi pusat oleh-oleh bagi para wisatawan yang berkunjung.

Baca Juga :  Respons Cepat Polres Blitar Kota dan Tim Jibom Brimob Polda Jatim Berhasil Evakuasi Bom Udara Aktif

 

Langkah pro-rakyat ini mendapat sambutan hangat dan apresiasi positif dari pihak pemerintah desa serta warga setempat. Anggota BPD Desa Sukajaya, Lutfi, berharap program pertanian dan peternakan terintegrasi ini mampu membawa manfaat finansial yang nyata bagi ekonomi warga lokal dalam suasana yang aman dan kondusif.

Baca Juga :  Kabar Gembira! PIP 2026 Segera Cair, Simak Jadwal, Penerima, dan Besaran Dana untuk SD hingga SMA

 

Sementara itu, Herman, salah seorang warga Sukajaya, menyambut baik komitmen perusahaan tersebut. Namun, ia juga meminta pihak manajemen PT PMC untuk segera menerbitkan surat legalitas resmi bagi para petani agar status hubungan kerja sama pengolahan lahan tersebut menjadi lebih jelas dan memiliki kekuatan hukum yang tetap. (*)

Penulis : Lucyana

Berita Terkait

Bekali Siswa Baru Literasi Digital dan Bahaya Narkoba, SMAN 1 Tumijajar Gandeng PWI, IWO, dan Polres Tubaba
Kawal Program MBG, Pemprov dan Kejati Lampung Perkuat Pengawasan Mutu Makanan Siswa
Pakar Hukum Tata Negara: KUHAP Baru Tegaskan Penetapan Tersangka Berdasarkan Minimal Dua Alat Bukti Sah
Tekan Inflasi, Pemkab Tubaba Gelar Operasi Pasar Murah di Pasar Mulya Asri
Terlilit Utang Judi Online, Dua Pelaku Curas Bermotif Pembunuhan di Lampung Utara Ditangkap
Pertanyakan Kasus Dana Rp2 Miliar Perumdam, AMKI Indramayu Surati Kejari 
Pusaran Korupsi Batu Bara PLN, dari Status Tersangka Eks Jampidsus hingga Nama Dirut
Proyek Jalan Gadang–Bumiayu: Infrastruktur Miliaran yang Minim Transparansi dan Abaikan Keselamatan Warga
Berita ini 56 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 15 Juli 2026 - 15:24 WIB

Gandeng Gapoktan Sukajaya, PT PMC Kelola Agrowisata dan Hortikultura Demi Ketahanan Pangan

Rabu, 15 Juli 2026 - 15:15 WIB

Bekali Siswa Baru Literasi Digital dan Bahaya Narkoba, SMAN 1 Tumijajar Gandeng PWI, IWO, dan Polres Tubaba

Selasa, 14 Juli 2026 - 15:36 WIB

Pakar Hukum Tata Negara: KUHAP Baru Tegaskan Penetapan Tersangka Berdasarkan Minimal Dua Alat Bukti Sah

Selasa, 14 Juli 2026 - 11:56 WIB

Tekan Inflasi, Pemkab Tubaba Gelar Operasi Pasar Murah di Pasar Mulya Asri

Senin, 13 Juli 2026 - 17:26 WIB

Terlilit Utang Judi Online, Dua Pelaku Curas Bermotif Pembunuhan di Lampung Utara Ditangkap

Senin, 13 Juli 2026 - 16:53 WIB

Pertanyakan Kasus Dana Rp2 Miliar Perumdam, AMKI Indramayu Surati Kejari 

Senin, 13 Juli 2026 - 10:32 WIB

Pusaran Korupsi Batu Bara PLN, dari Status Tersangka Eks Jampidsus hingga Nama Dirut

Senin, 13 Juli 2026 - 10:27 WIB

Proyek Jalan Gadang–Bumiayu: Infrastruktur Miliaran yang Minim Transparansi dan Abaikan Keselamatan Warga

Berita Terbaru