KABUPATEN PEKALONGAN, realitapublik.id — Misteri kematian Daniel Faza, seorang pemuda asal Desa Kebonsari, Kecamatan Karangdadap, Kabupaten Pekalongan, mulai menemui titik terang. Hasil autopsi yang dilakukan oleh Tim DVI Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Tengah memastikan bahwa korban meninggal dunia akibat dibunuh.
Proses autopsi tersebut berlangsung di kamar jenazah RSUD Kraton Pekalongan pada Minggu sore. Berdasarkan pemeriksaan forensik, korban diketahui mengalami luka sayatan yang cukup dalam di bagian leher, yang diidentifikasi sebagai penyebab utama kematian.
Kapolres Pekalongan, AKBP Rachmad C. Yusuf, menjelaskan bahwa hasil pemeriksaan menunjukkan terdapat luka robek sepanjang sekitar 12 sentimeter dengan kedalaman lebih dari 3 sentimeter pada leher korban.
“Luka tersebut menjadi penyebab utama kematian korban. Berdasarkan pemeriksaan menyeluruh, tim medis tidak menemukan adanya luka lain pada tubuh korban,” ujar AKBP Rachmad C. Yusuf kepada media.
Pihak kepolisian menduga kuat luka tersebut diakibatkan oleh senjata tajam karena bentuk sayatannya yang memanjang dan beraturan. Guna mengungkap pelaku di balik tindakan keji ini, tim penyidik bahkan telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) hingga dua kali untuk mencari barang bukti maupun petunjuk tambahan.
Selain olah TKP, polisi juga telah memintai keterangan dari kakak korban. Kakak korban diketahui tinggal serumah dan merupakan orang pertama yang menemukan adiknya dalam kondisi tidak bernyawa dan bersimbah darah.
Peristiwa ini sebelumnya sempat menggegerkan warga Desa Kebonsari pada Minggu pagi. Daniel Faza, yang sehari-harinya diketahui bekerja sebagai anak buah kapal (ABK), ditemukan tewas mengenaskan di dalam rumahnya. Sebelum ditemukan meninggal dunia, korban dilaporkan sempat menemui sejumlah orang di teras rumahnya pada Sabtu malam.
Hingga berita ini diturunkan, jajaran kepolisian masih terus melakukan pengejaran terhadap pelaku serta mendalami motif di balik aksi pembunuhan tersebut. (*)
Penulis : Fery Eka spt






