BATANG, realitapublik.id – Rangkaian penggalangan Bulan Dana PMI Kabupaten Batang tahun 2025 resmi berakhir. Dalam seremoni penutupan yang digelar di Aula Bupati Batang pada Selasa (6/1/2026), dilaporkan bahwa dana yang berhasil dihimpun mencapai Rp 1.703.081.754.
Angka tersebut setara dengan 96% dari target yang ditetapkan sebesar Rp 1.776.345.000. Meski mencapai miliaran rupiah, perolehan tahun ini tercatat mengalami sedikit penurunan dibandingkan periode sebelumnya.
Ketua PMI Batang, Achmad Taufiq, menjelaskan bahwa kendala utama tidak tercapainya target 100% adalah perubahan sistem pada instansi pelayanan publik.
“Peralihan layanan dari tatap muka ke sistem daring (online) membuat pemungutan dana sukarela di sektor pelayanan masyarakat menjadi lebih menantang. Selain itu, mutasi dan pensiunnya sejumlah ASN juga memengaruhi potensi penyumbang,” ungkapnya.
Taufiq menegaskan bahwa dana hasil penggalangan tahun 2025 ini masih utuh. Sesuai regulasi:
10% disetorkan ke PMI Jawa Tengah sebagai Sumbangan Wajib Bulan Dana (SWBD).
90% dikelola PMI Batang untuk program sosial, termasuk rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).
Sepanjang tahun 2025, PMI Batang telah menunjukkan kerja nyata dengan merehabilitasi 33 unit RTLH, melampaui target awal sebanyak 30 unit.
Bupati Batang, M. Faiz Kurniawan, memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh pihak yang terlibat, khususnya di bawah kepemimpinan Ketua DPRD Batang, Suudi, selaku Ketua Panitia Bulan Dana. Namun, Bupati juga memberikan evaluasi tajam terkait ketimpangan kontribusi antar-instansi.
“Apresiasi luar biasa untuk jajaran Koramil yang capaiannya mencapai 235%, dua kali lipat lebih dari target. Ini patut dicontoh,” ujar Bupati Faiz.
Di sisi lain, Bupati memberikan catatan khusus bagi instansi yang kontribusinya dinilai minim.
“Yang menjadi catatan adalah kantor BPN. Tanahnya banyak, tapi sumbangannya paling rendah. Ini perlu dievaluasi untuk tahun depan,” sentilnya.
Menyiasati penurunan di sektor pelayanan publik, PMI Batang berencana memberikan perhatian khusus pada sektor pedesaan, kelurahan, instansi vertikal, serta penguatan di lingkungan pelajar pada tahun 2026 mendatang agar kemandirian dana PMI tetap terjaga.
Penulis : Fery Eka







