Perkuat Basis Akar Rumput, PDI Perjuangan Kota Malang Rangkul Komunitas ‘Generasi Gotong Royong’ Madyopuro

- Jurnalis

Minggu, 11 Januari 2026 - 22:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_16908288

Oplus_16908288

MALANG realitapublik.id – Memasuki awal tahun 2026, DPC PDI Perjuangan Kota Malang mulai melakukan akselerasi gerakan politik dengan pendekatan yang lebih humanis. Alih-alih menggelar acara seremonial besar, partai berlambang banteng moncong putih ini memilih turun ke tingkat RW untuk memperkuat kedekatan dengan komunitas masyarakat.

 

Langkah ini diwujudkan melalui tasyakuran peringatan HUT ke-53 PDI Perjuangan yang digelar di Balai RW 13, Kelurahan Madyopuro, Kota Malang, pada Sabtu (10/1/2026) malam. Acara tersebut dihadiri oleh pengurus partai dan komunitas Generasi Gotong Royong H2, sebuah kelompok masyarakat yang dikenal memiliki rekam jejak di bidang sosial dan lingkungan.

 

Wakil Ketua Bidang Tenaga Kerja, Jaminan Sosial, Hukum, dan Advokasi DPC PDI Perjuangan Kota Malang, Yiyesta Ndaru Abadi, SH., MH., yang menginisiasi kegiatan ini, menegaskan bahwa arahan partai saat ini adalah menciptakan dampak nyata.

Baca Juga :  Serap Aspirasi Warga, Yantoni (Gerindra) Gelar Reses, Janjikan Perjuangkan Lapangan Bola dan Infrastruktur jalan

“Kami ingin lebih banyak menyentuh komunitas masyarakat daripada melakukan acara seremonial yang miskin dampak. Kader PDI Perjuangan harus berinteraksi langsung, mendengar, dan mencarikan solusi atas persoalan di akar rumput,” ujar Yiyesta dalam sambutannya.

 

Menurut Yiyesta, pola interaksi langsung ini bertujuan untuk memetakan persoalan warga secara presisi. Dengan data yang jelas dari lapangan, partai dapat mengawal kebijakan pemerintah daerah agar lebih berpihak pada kebutuhan riil masyarakat, mulai dari isu ekonomi hingga jaminan sosial.

Mengapresiasi Inovasi Bank Sampah untuk Bayar Pajak

Fokus utama dalam pertemuan tersebut adalah apresiasi terhadap komunitas Generasi Gotong Royong H2. Komunitas di Madyopuro ini bukan sekadar kelompok biasa; mereka telah meraih berbagai penghargaan di tingkat kota, provinsi, hingga nasional atas dedikasinya di bidang lingkungan.

Baca Juga :  HUT ke-17 Tubaba: Pemkab Gebrak Sektor Kesehatan Lewat Program "Tubaba Q Sehat Home Care"

 

Salah satu inovasi yang menonjol adalah pengelolaan sampah rumah tangga yang terintegrasi. Warga tidak hanya didorong untuk mengolah sampah menjadi kompos, tetapi juga aktif dalam sistem Bank Sampah. Uniknya, hasil dari tabungan sampah ini dikonversi untuk membantu warga dalam membayar Pajak Bumi dan Bangunan (PBB).

 

“Ini adalah contoh nyata kemandirian ekonomi berbasis gotong royong. Komunitas seperti ini harus tumbuh subur di Malang, namun mereka membutuhkan dukungan berkelanjutan agar potensinya bisa lebih optimal,” tambah Yiyesta.

 

Selain membahas isu lingkungan dan sosial, agenda ini juga menjadi sarana edukasi politik dan pengawalan kebijakan bagi generasi muda di Madyopuro. PDI Perjuangan berkomitmen untuk memberikan pemahaman bahwa politik bukan sekadar kontestasi kekuasaan, melainkan alat untuk mengawal kebijakan publik.

Baca Juga :  Polres Pasuruan Takziah dan Berikan santunan untuk Korban Laka di Perlintasan Kereta

 

Kegiatan yang berlangsung hangat ini diakhiri dengan diskusi terbuka antara kader partai dan pengurus komunitas. Sinergi ini diharapkan menjadi model pergerakan politik baru di Kota Malang, di mana partai politik hadir sebagai mitra strategis komunitas dalam menyelesaikan masalah sehari-hari.

 

Dengan langkah “tancap gas” di awal tahun ini, PDI Perjuangan Kota Malang memberikan sinyal kuat bahwa penguatan basis massa ke depan akan lebih mengedepankan pemberdayaan komunitas sosial yang sudah eksis dan punya prestasi di tengah masyarakat.

Penulis : Bil

Berita Terkait

Kado Terindah Hari Kartini, DPR Resmi Sahkan UU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga
Laboratorium Arsitektur Dunia: Mahasiswa TU Delft Belanda Bedah Konsep “Tubaba Masa Depan”
Sinergi Lintas Sektor Diperkuat, SPPI Tumijajar Gandeng Forkopimcam dalam Rapat Strategis.
Lagi Dan Lagi Ungkap kasus Narkoba, Dua Pelaku dengan Puluhan Paket Sabu di Amankan Sat Narkoba Polres Lampung Utara
Hari Kartini 2026: Mahasiswi Unair Asal Situbondo Ajak Gen Z Teladani Semangat Belajar Tanpa Batas R.A. Kartini
Geger Penemuan Mayat di Rawa Tiyuh Karta, Polisi: Murni Meninggal Sakit
Buntut Audiensi Nihil Hasil, PKL Sorogenen Seret Dugaan Pungli ke Jalur Hukum
Geger! Sesosok Mayat Pria Tanpa Identitas Ditemukan Mengapung di Sungai Belakang Pabrik BTJ 
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 22 April 2026 - 01:36 WIB

Kado Terindah Hari Kartini, DPR Resmi Sahkan UU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga

Selasa, 21 April 2026 - 22:01 WIB

Laboratorium Arsitektur Dunia: Mahasiswa TU Delft Belanda Bedah Konsep “Tubaba Masa Depan”

Selasa, 21 April 2026 - 21:52 WIB

Sinergi Lintas Sektor Diperkuat, SPPI Tumijajar Gandeng Forkopimcam dalam Rapat Strategis.

Selasa, 21 April 2026 - 21:05 WIB

Lagi Dan Lagi Ungkap kasus Narkoba, Dua Pelaku dengan Puluhan Paket Sabu di Amankan Sat Narkoba Polres Lampung Utara

Selasa, 21 April 2026 - 15:36 WIB

Hari Kartini 2026: Mahasiswi Unair Asal Situbondo Ajak Gen Z Teladani Semangat Belajar Tanpa Batas R.A. Kartini

Selasa, 21 April 2026 - 13:58 WIB

Geger Penemuan Mayat di Rawa Tiyuh Karta, Polisi: Murni Meninggal Sakit

Senin, 20 April 2026 - 22:03 WIB

Buntut Audiensi Nihil Hasil, PKL Sorogenen Seret Dugaan Pungli ke Jalur Hukum

Senin, 20 April 2026 - 20:35 WIB

Geger! Sesosok Mayat Pria Tanpa Identitas Ditemukan Mengapung di Sungai Belakang Pabrik BTJ 

Berita Terbaru