SEMARANG, Realitapublik.id — Wilayah Jawa Tengah diprediksi masih akan dikepung cuaca ekstrem dalam beberapa hari ke depan. Fenomena hujan lebat yang disertai petir dan angin kencang diprakirakan terjadi merata di 33 daerah pada Jumat (23/1/2026), memicu peringatan dini terkait potensi bencana hidrometeorologi.
Prakirawan BMKG Stasiun Maritim Tanjung Emas Semarang, Shafira Tsanyfadhila, menyoroti risiko tinggi di sektor pelayaran. Ketinggian gelombang di perairan selatan Jawa Tengah diprediksi mencapai 2,5 hingga 4 meter, sementara di perairan utara berkisar 1,25 hingga 2,5 meter.
“Kecepatan angin di atas 15 knot berisiko tinggi bagi perahu nelayan, tongkang, hingga kapal penumpang. Masyarakat pesisir juga harus waspada karena air laut pasang (rob) dengan ketinggian maksimum 0,9 meter diprediksi terjadi pada pukul 18.00-24.00 WIB,” jelas Shafira.
Kondisi rob ini mengakibatkan banjir di wilayah Pantura seperti Pemalang, Pekalongan, Batang, Kendal, Semarang, Demak, Jepara, dan Pati menjadi sulit surut.
Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang, Ferry Oktarisa, menambahkan bahwa ancaman cuaca ekstrem tidak hanya di pesisir, tetapi juga meluas ke kawasan pegunungan, dataran tinggi, hingga Solo Raya.
“Kami menghimbau warga untuk waspada terhadap bencana hidrometeorologi seperti tanah longsor, banjir bandang, dan angin puting beliung sebagai dampak langsung dari cuaca ekstrem ini,” ujar Ferry.
Daftar 33 Daerah Berpotensi Cuaca Ekstrem:
Pegunungan & Dataran Tinggi Purbalingga, Banjarnegara, Wonosobo, Temanggung, Mungkid, Ungaran, Ambarawa.
Pantura (Utara) Brebes, Tegal, Slawi, Pemalang, Pekalongan, Kajen, Batang, Kendal, Semarang, Demak, Jepara, Kudus, Pati, Rembang.
Solo Raya & Timur Surakarta, Boyolali, Klaten, Sukoharjo, Wonogiri, Karanganyar, Sragen, Grobogan, Blora.
Wilayah Selatan Cilacap, Banyumas, Majenang, Bumiayu.
Parameter Cuaca:
Kecepatan Angin: 10–30 km/jam (dari Barat ke Utara).
Suhu Udara: 18–32°C.
Kelembapan: 60%–95%.
Masyarakat dihimbau untuk terus memantau informasi resmi dari kanal media sosial BMKG dan segera melakukan evakuasi mandiri jika melihat tanda-tanda alam yang membahayakan di lingkungan sekitar.
Penulis : Fery Eka Saputra







