Protes Retribusi, Ratusan Warga Perbatasan Malang-Blitar Segel Pintu Masuk Bendungan Lahor dengan Petisi

- Jurnalis

Selasa, 27 Januari 2026 - 14:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pintu masuk bendungan Lahor di kepung ratusan warga (foto: Bil Realita Publik)

Pintu masuk bendungan Lahor di kepung ratusan warga (foto: Bil Realita Publik)

MALANG, Realitapublik.id — Ratusan warga yang berdomisili di sekitar Bendungan Karangkates, Kabupaten Malang, menggelar aksi damai di pintu masuk Bendungan Lahor, Senin (26/01/2026). Aksi ini dipicu oleh kebijakan penarikan retribusi non-tunai di loket jalan masuk yang dinilai mencekik aktivitas ekonomi warga lokal dan dianggap tidak memiliki landasan hukum yang kuat.

 

Didampingi oleh Lembaga Komunitas Masyarakat Pemerhati Pelayanan Publik Anti Koruptor (KOMPPPAK), warga membubuhkan tanda tangan di atas petisi sebagai bentuk protes keras terhadap manajemen Perum Jasa Tirta (PJT) I.

Ketua Bidang Advokasi Lembaga KOMPPPAK, Hertanto Budhi Prasetyo, S.S., S.H., M.H., menegaskan bahwa kebijakan ini berpotensi melanggar Pasal 34 UU No. 38 Tahun 2024 tentang Jalan. Pihaknya telah melayangkan surat audiensi kedua karena jawaban dari PJT I sebelumnya dianggap tidak menyentuh pokok perkara.

Baca Juga :  Hari Kartini 2026: Mahasiswi Unair Asal Situbondo Ajak Gen Z Teladani Semangat Belajar Tanpa Batas R.A. Kartini

 

“Secara hukum, hak atas jalan adalah hak konstitusional. Melintas tidak bisa disamakan dengan berwisata. Tanpa regulasi eksplisit setingkat UU atau Perda, penarikan biaya terhadap masyarakat umum yang sekadar melintas ini berpotensi memenuhi unsur Pungutan Liar (Pungli),” tegas Hertanto.

 

Ketua Tim Aksi Damai, Rahman Arifin (Radi), menyatakan bahwa warga yang sudah puluhan tahun tinggal di wilayah tersebut kini merasa “terasing” di tanah sendiri karena harus membayar setiap kali melintas untuk bekerja atau bersekolah.

Baca Juga :  Serap Aspirasi Warga, Yantoni (Gerindra) Gelar Reses, Janjikan Perjuangkan Lapangan Bola dan Infrastruktur jalan

Dalam aksi tersebut, warga menuntut lima poin krusial kepada manajemen PJT I:

1. Humanisasi SOP: Penerapan penjagaan portal yang lebih sopan dan tidak represif.

2. Akses Pelajar Gratis: Pembebasan biaya total bagi seluruh pelajar yang melintas.

3. Gratifikasi Angkutan Umum: Akses tanpa biaya bagi angkutan umum rute Malang-Blitar.

4. Kompensasi Warga Terdampak: Pembebasan tarif bagi warga yang tanahnya terdampak pembangunan bendungan.

5. Perlindungan UMKM: Pembebasan biaya bagi pedagang kecil yang melintas setiap hari untuk mencari nafkah.

Baca Juga :  Kedepankan Dialog, Pertamina EP Adera Field Respons Aspirasi Ketenagakerjaan Masyarakat PALI

 

Aksi berjalan kondusif di bawah pengawalan Kasat Intel Polres Malang, AKP Yuli Widodo, S.H., M.H. Kepolisian berhasil memfasilitasi mediasi antara perwakilan warga dengan manajemen.

 

Mewakili manajemen Jasa Tirta 1, Sucipto Eko, menyatakan telah menerima seluruh aspirasi warga. “Tuntutan ini segera kami sampaikan kepada pimpinan pusat. Kami mengapresiasi masyarakat yang menyampaikan pendapat secara tertib,” ujarnya singkat.

 

Warga memberikan tenggat waktu bagi PJT I untuk memberikan jawaban pasti. Jika tidak ada solusi yang berpihak pada rakyat, warga berkomitmen membawa perkara ini ke jalur hukum yang lebih tinggi.

Penulis : Bil

Editor : Chu

Berita Terkait

Laboratorium Arsitektur Dunia: Mahasiswa TU Delft Belanda Bedah Konsep “Tubaba Masa Depan”
Sinergi Lintas Sektor Diperkuat, SPPI Tumijajar Gandeng Forkopimcam dalam Rapat Strategis.
Lagi Dan Lagi Ungkap kasus Narkoba, Dua Pelaku dengan Puluhan Paket Sabu di Amankan Sat Narkoba Polres Lampung Utara
Hari Kartini 2026: Mahasiswi Unair Asal Situbondo Ajak Gen Z Teladani Semangat Belajar Tanpa Batas R.A. Kartini
Geger Penemuan Mayat di Rawa Tiyuh Karta, Polisi: Murni Meninggal Sakit
Buntut Audiensi Nihil Hasil, PKL Sorogenen Seret Dugaan Pungli ke Jalur Hukum
Geger! Sesosok Mayat Pria Tanpa Identitas Ditemukan Mengapung di Sungai Belakang Pabrik BTJ 
Ironi !, Warung D’Jadul Diduga Gunakan LPG Bersubsidi, LPI Desak Tindakan Tegas
Berita ini 56 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 21 April 2026 - 22:01 WIB

Laboratorium Arsitektur Dunia: Mahasiswa TU Delft Belanda Bedah Konsep “Tubaba Masa Depan”

Selasa, 21 April 2026 - 21:52 WIB

Sinergi Lintas Sektor Diperkuat, SPPI Tumijajar Gandeng Forkopimcam dalam Rapat Strategis.

Selasa, 21 April 2026 - 21:05 WIB

Lagi Dan Lagi Ungkap kasus Narkoba, Dua Pelaku dengan Puluhan Paket Sabu di Amankan Sat Narkoba Polres Lampung Utara

Selasa, 21 April 2026 - 13:58 WIB

Geger Penemuan Mayat di Rawa Tiyuh Karta, Polisi: Murni Meninggal Sakit

Senin, 20 April 2026 - 22:03 WIB

Buntut Audiensi Nihil Hasil, PKL Sorogenen Seret Dugaan Pungli ke Jalur Hukum

Senin, 20 April 2026 - 20:35 WIB

Geger! Sesosok Mayat Pria Tanpa Identitas Ditemukan Mengapung di Sungai Belakang Pabrik BTJ 

Senin, 20 April 2026 - 20:23 WIB

Ironi !, Warung D’Jadul Diduga Gunakan LPG Bersubsidi, LPI Desak Tindakan Tegas

Senin, 20 April 2026 - 20:23 WIB

Terima 700 Mahasiswa KKN UM Metro, Wabup Tubaba Minta Mahasiswa Jadi Motivator Pembangunan di Tiyuh

Berita Terbaru