IWO Tubaba Bentuk Tim Investigasi, Kawal Skandal Menu MBG Tak Layak dan Dugaan Pengurangan Porsi

- Jurnalis

Sabtu, 28 Februari 2026 - 16:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_16908288

Oplus_16908288

TULANG BAWANG BARAT, Realitapublik.id — Polemik buruknya kualitas porsi Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) memicu reaksi keras dari insan pers. Ketua Pengurus Daerah Ikatan Wartawan Online (PD-IWO) Tubaba, Arpani, secara resmi menyatakan akan membentuk tim khusus sebagai fungsi kontrol sosial untuk mengawal distribusi program unggulan Presiden Prabowo Subianto tersebut.

 

Langkah ini diambil menyusul banyaknya keluhan wali murid, ibu hamil, dan ibu menyusui terkait menu “kering” yang dinilai tidak layak, hingga temuan makanan basi yang berisiko bagi kesehatan penerima manfaat selama bulan Ramadhan 1447 Hijriah.

 

Arpani menegaskan bahwa pihaknya tidak akan tinggal diam melihat kekecewaan masyarakat yang viral di media sosial, mulai dari Facebook, TikTok, hingga grup WhatsApp. IWO Tubaba akan mengerahkan 42 pengurus dan anggotanya untuk melakukan pengawasan melekat di lapangan.

Baca Juga :  Sinergi DPRD Provinsi & Kabupaten: Yozi Rizal Tanamkan Nilai Pancasila di Abung Surakarta

 

“Kami akan membentuk tim investigasi dari seluruh anggota IWO Tubaba. Nantinya, setiap kecamatan akan dijaga oleh 4 hingga 5 orang anggota untuk memantau langsung proses distribusi di sekolah-sekolah. Kami akan pastikan apakah porsi yang sampai ke tangan siswa sudah sesuai dengan standar anggaran APBN yang ditentukan pemerintah,” tegas Arpani, Sabtu (28/02/2026).

 

Tak hanya soal porsi, IWO Tubaba juga akan membedah legalitas dan standar operasional prosedur (SOP) pada Dapur Satuan Pelayanan Persiapan Gizi (SPPG). Pengawasan akan difokuskan pada pemenuhan syarat keamanan pangan yang sangat ketat.

Baca Juga :  Safari Ramadhan, Wakil Bupati Pererat Silaturahmi Pemerintah Daerah dengan Masyarakat Sukadana Udik

 

Poin-Poin Pengawasan Investigasi IWO:

Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS): Memastikan kebersihan fasilitas pengolahan.

Sertifikasi HACCP (Hazard Analysis and Critical Control Points): Menjamin manajemen risiko pangan agar tidak terjadi kontaminasi atau makanan basi.

Sertifikasi Halal: Memastikan aspek religiusitas dan kepatuhan hukum pangan.

Izin Lingkungan: Memastikan keberadaan dapur tidak berdampak buruk bagi warga sekitar.

 

Arpani mengingatkan bahwa program MBG dibiayai oleh uang rakyat melalui APBN. Jika ditemukan unsur kesengajaan dalam pengurangan porsi atau pemberian makanan tidak layak, hal tersebut merupakan perbuatan melawan hukum yang masuk dalam ranah tindak pidana korupsi.

Baca Juga :  Waspada Cuaca Ekstrem! BMKG Prakirakan Hujan Lebat Merata di Jawa Tengah Hari Ini

 

“Program ini adalah cita-cita besar Presiden Prabowo untuk mencerdaskan bangsa. Jika ada oknum Dapur SPPG yang berani bermain-main dengan hak gizi anak-anak dan ibu hamil demi keuntungan pribadi, itu adalah korupsi. Kami akan kawal hingga ke ranah hukum,” lanjutnya.

 

IWO Tubaba juga mengajak seluruh elemen masyarakat, LSM, DPRD, hingga Badan Gizi Nasional (BGN) untuk bersinergi melakukan pengawasan ketat. Arpani menekankan bahwa pengawasan kolektif adalah kunci agar program MBG di Tubaba tidak diselewengkan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. (*)

Berita Terkait

Cegah Perang Sarung dan Balap Liar, Polsek Tamansari Bogor Sisir Titik Rawan Setiap Malam
H. Putra Jaya Umar Gelar Reses Tahap I Tahun 2026 di Tulang Bawang Barat
Waspada Cuaca Ekstrem: Jawa Tengah Berpotensi Hujan Lebat dan Angin Kencang Hingga Malam Ini
BREAKING NEWS: Pemerintah Imbau Penundaan Umrah Akibat Eskalasi Konflik Timur Tengah
“Mati Roso”: Atlet Kota Pasuruan Buang Simbolis Bonus, Massa LIRA dan GM-FKPPI Desak Walikota Mundur !
Diduga Depresi Usai Cekcok dengan Istri, Seorang Sopir di Lampung Utara Nekat Akhiri Hidup
Pererat Persaudaraan di Bulan Ramadan, XTC 09 Jatibarang Indramayu Berbagi Takjil 
Atasi Sampah, Aksi “Let’s Clean It Up Together” HMI Indramayu Libatkan Kader dan Warga
Berita ini 19 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 2 Maret 2026 - 20:31 WIB

Cegah Perang Sarung dan Balap Liar, Polsek Tamansari Bogor Sisir Titik Rawan Setiap Malam

Senin, 2 Maret 2026 - 20:15 WIB

H. Putra Jaya Umar Gelar Reses Tahap I Tahun 2026 di Tulang Bawang Barat

Senin, 2 Maret 2026 - 14:12 WIB

Waspada Cuaca Ekstrem: Jawa Tengah Berpotensi Hujan Lebat dan Angin Kencang Hingga Malam Ini

Senin, 2 Maret 2026 - 13:32 WIB

BREAKING NEWS: Pemerintah Imbau Penundaan Umrah Akibat Eskalasi Konflik Timur Tengah

Senin, 2 Maret 2026 - 10:48 WIB

“Mati Roso”: Atlet Kota Pasuruan Buang Simbolis Bonus, Massa LIRA dan GM-FKPPI Desak Walikota Mundur !

Senin, 2 Maret 2026 - 00:20 WIB

Pererat Persaudaraan di Bulan Ramadan, XTC 09 Jatibarang Indramayu Berbagi Takjil 

Minggu, 1 Maret 2026 - 19:54 WIB

Atasi Sampah, Aksi “Let’s Clean It Up Together” HMI Indramayu Libatkan Kader dan Warga

Minggu, 1 Maret 2026 - 17:24 WIB

Gerebek Arena Judi Sabung Ayam Pelaku Kabur Kesungai, Ini Penjelaskan Polres Lampung Utara

Berita Terbaru