SEMARANG, Realitapublik.id — Memasuki hari ke-11 Ramadan 1447 Hijriah, persiapan menyambut lonjakan arus mudik Lebaran 2026 terus dikebut. PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi 4 Semarang memastikan seluruh jalur kereta api dalam kondisi prima dengan mengintensifkan perawatan prasarana di sepanjang 677 kilometer lintasan.
Langkah ini menjadi sangat krusial mengingat beberapa wilayah di Jawa Tengah sebelumnya sempat terdampak bencana banjir yang menggenangi lintasan rel, sehingga diperlukan audit fisik menyeluruh demi menjamin keselamatan penumpang.
Berdasarkan pantauan di lapangan, puluhan petugas berpakaian oranye-biru tampak menyusuri jalur rel untuk melakukan serangkaian pengecekan teknis. Fokus utama perawatan meliputi:
Pengukuran Geometri: Mengecek lebar jalur dan kelurusan rel menggunakan alat ukur presisi.
Audit Bantalan & Ballast: Pemeriksaan kondisi bantalan rel dan penataan batu ballast (kricak) untuk menjaga stabilitas struktur.
Normalisasi Drainase: Pembersihan saluran air di titik rawan banjir guna mencegah genangan di atas rel.
Pemeriksaan Jembatan: Audit mendetail pada struktur jembatan di seluruh wilayah operasional.
Manajer Humas KAI Daop 4 Semarang, Luqman Arif, menegaskan bahwa mobilitas masyarakat yang meningkat signifikan saat Lebaran menjadikan kesiapan prasarana sebagai prioritas utama.
“Kesiapan jalur adalah harga mati untuk memastikan perjalanan tetap selamat dan nyaman. Kami mengerahkan total 27 Unit Pelaksana Teknis (UPT) yang terdiri dari 22 UPT Jalan Rel, 4 UPT Jembatan, dan 1 UPT Mekanik,” ujar Luqman, Sabtu (28/02/2026).
Wilayah operasional Daop 4 yang membentang dari Stasiun Tegal (Barat), Stasiun Cepu (Timur), hingga Stasiun Gundih (Selatan) mencakup 10 kabupaten/kota yang akan dipastikan keamanannya selama masa angkutan Lebaran.
Siaga 24 Jam dan Penempatan AMUS
Sebagai langkah antisipasi darurat, PT KAI Daop 4 Semarang menerapkan strategi deteksi dini dan respons cepat:
Patroli Diperketat: Penambahan jumlah Petugas Pemeriksa Jalur (PPJ) di area rawan amblesan, longsor, dan genangan.
Petugas Siaga: Personel prasarana disiagakan 24 jam penuh di titik-titik krusial.
AMUS (Alat Material Untuk Siaga): Penempatan material darurat berupa ballast, besi, kayu, dan bantalan beton di atas gerbong datar yang disiagakan di lima titik strategis.
Masyarakat menyambut positif upaya preventif ini. Langkah PT KAI dinilai memberikan rasa aman bagi para pemudik yang menggantungkan perjalanannya pada moda transportasi kereta api untuk bertemu keluarga di kampung halaman.
Penulis : Fery Eka spt







