KOTA PASURUAN, realitapublik.id — Semangat “Guyub Rukun Bareng-Bareng Mbangun Kutho Anugrah” membahana di sepanjang jalan protokol Kota Pasuruan. Dalam rangka memperingati Hari Jadi Kota Pasuruan ke-340, Masyarakat Adat Nusantara (MATRA) DPD Kota Pasuruan menggelar kirab budaya bertajuk “Kirab 999 Budaya Satrio Piningit”, Sabtu (04/04/2026).
Agenda kolosal ini merupakan bagian dari rangkaian festival “Paseroean Tempo Doeloe” yang dijadwalkan berlangsung selama sembilan hari penuh.
Kirab dimulai pukul 15.00 WIB dengan titik start dari Stadion Untung Suropati menyusuri Jalan Pahlawan menuju GOR Untung Suropati. Ratusan peserta tampil memukau dengan beragam busana adat Jawa dan nusantara. Suasana tempo dulu semakin terasa kental dengan iring-iringan delman yang membawa para tamu undangan menyusuri jantung kota.

Kegiatan ini bertujuan memperkenalkan sejarah singkat Kota Pasuruan kepada khalayak luas, khususnya generasi milenial, agar tetap menghargai dan melestarikan warisan leluhur di tengah arus modernisasi.
Kemeriahan kirab ini turut didukung oleh puluhan paguyuban pegiat budaya di wilayah Pasuruan Raya. Di antaranya tampak barisan dari Lembaga Pelestari Pelindung Budaya Nusantara (LP2BN), Laras Suropati Pasuruan, dan berbagai komunitas adat lainnya yang bersatu padu menampilkan kekayaan tradisi lokal.

Meski berlangsung meriah, tokoh budayawan Pasuruan, Ki Rubani, memberikan catatan penting sebagai bahan evaluasi untuk tahun mendatang. Ia mengapresiasi pembukaan pameran “Paseroean Tempo Doeloe” yang berlangsung dari 4 hingga 12 April 2026, namun ia menilai masih ada ruang untuk penyempurnaan.
“Kegiatan ini sudah cukup bagus, namun perlu penyempurnaan lagi tahun depan. Mengingat jumlah pegiat budaya di Pasuruan sangat banyak, hari ini kelihatannya masih ada paguyuban yang belum terlibat. Perlu adanya pendekatan dan konsolidasi lebih mendalam agar seluruh penggiat Budaya Nusantara di Pasuruan semakin kompak,” papar Ki Rubani.
Ia berharap momentum Hari Jadi Kota Pasuruan ini menjadi titik bangkitnya semangat gotong royong dan kecintaan masyarakat terhadap kearifan lokal.
Acara Kirab 999 Budaya Satrio Piningit ini sukses menjadi magnet bagi warga Kota Pasuruan yang memadati sepanjang rute kirab, membuktikan bahwa identitas budaya tetap menjadi kebanggaan warga di usia kota yang sudah menginjak lebih dari tiga abad ini.
Penulis : Saichu






