MALANG (Realitapublik.id) – Sebagai wujud nyata pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, tim dosen dari Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Pembangunan Nasional (UPN) “Veteran” Jawa Timur menggelar aksi pengabdian masyarakat di Desa Gadingkulon, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, Selasa (21/4/2026).
Kegiatan ini berfokus pada pemberian penyuluhan dan pendampingan strategis bagi kelompok tani jeruk setempat guna mendongkrak nilai ekonomi hasil panen. Hadir sebagai motor penggerak kegiatan, Ardyan Wicaksana, S.T., M.M., bersama rekan sejawatnya, memberikan edukasi mendalam mengenai manajemen usaha tani yang modern dan terencana.
Desa Gadingkulon selama ini memang dikenal sebagai salah satu sentra penghasil buah jeruk andalan di wilayah Kecamatan Dau. Namun, potensi agraria yang besar ini dinilai memerlukan sentuhan manajemen pasca-panen yang tepat agar profit yang dihasilkan para petani bisa lebih maksimal.
Dalam sesi penyuluhan tersebut, Ardyan Wicaksana menekankan bahwa kunci keberhasilan dunia pertanian modern saat ini tidak lagi hanya bergantung pada faktor alam seperti cuaca dan luasan lahan semata.
“Produktivitas yang tinggi berakar dari kemampuan para petani dalam mengelola proses produksi secara terperinci dan terukur. Penyuluhan ini hadir untuk membekali petani dengan pengetahuan manajemen modern agar mereka lebih siap menghadapi tantangan pasar yang kian dinamis,” ujar Ardyan di hadapan kelompok tani.
Melalui pendampingan ini, para petani lokal didorong untuk lebih efisien dalam penggunaan sumber daya serta wajib menjaga standar kualitas hasil panen (quality control) agar memiliki daya saing kuat dan nilai jual yang tinggi di tingkat tengkulak maupun pasar modern.
Langkah kolaboratif antara pihak kampus dan petani Dau ini ternyata mengusung misi besar yang berorientasi pada tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs).
Setidaknya ada empat poin utama dalam target SDGs yang disasar lewat program pengabdian ini:
– SDG 2 (Tanpa Kelaparan): Mendukung ketahanan pangan daerah melalui peningkatan produktivitas serta kualitas pertanian lokal.
– SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi): Mengangkat taraf hidup, kesejahteraan, dan pendapatan riil masyarakat desa.
– SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab): Mendorong pengelolaan kebun jeruk yang efisien, minim limbah, dan berkelanjutan.
– SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan): Memperkuat sinergi nyata yang saling menguntungkan antara kaum akademisi (kampus) dan masyarakat dalam membangun desa.
Melalui inisiatif strategis ini, tim dosen Manajemen FEB UPN “Veteran” Jawa Timur berharap kelompok tani di Desa Gadingkulon dapat tumbuh menjadi komunitas yang lebih mandiri, adaptif, dan produktif.
Harapan besarnya, komoditas jeruk yang berkualitas tinggi tidak hanya menjadi kebanggaan lokal Desa Gadingkulon, tetapi juga mampu menjadi motor penggerak utama pertumbuhan ekonomi berkelanjutan di wilayah Kabupaten Malang. (*)
Penulis : Fe
Sumber Berita : Ardyan Wicaksana, S.T M.M






