Kelangkaan BBM Lumpuhkan Pelayanan SPBU di Sumut, Pertamina Diminta Bertanggung Jawab

- Jurnalis

Jumat, 10 Juli 2026 - 15:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_16908288

i

Oplus_16908288

Medan realitapublik.id– Kelangkaan hampir seluruh jenis BBM Pertamina kembali terjadi di berbagai wilayah Sumatera Utara. Situasi tersebut meliputi Kota Medan, Deliserdang, Binjai, Langkat, Serdang Bedagai, Tebing Tinggi, Asahan, Batu Bara, hingga Tanjung Balai.10/7/2026

 

Kondisi ini bukan lagi sekadar keterlambatan distribusi, tetapi telah mengganggu pelayanan publik, aktivitas ekonomi, dan operasional ratusan SPBU. Masyarakat kembali dipaksa mengantre panjang hanya untuk mendapatkan BBM, sementara banyak SPBU tidak dapat melayani konsumen karena stok belum tiba.

 

Salah satu kondisi tersebut terlihat pada SPBU 14.201.106 Jalan AH. Nasution, Medan, pada Jumat (10/7/2026) pukul 07.37 WIB. Terlihat papan pemberitahuan Pertalite, Biosolar, Pertamax, dan Pertamina Dex “Dalam Perjalanan”, yang menunjukkan pasokan belum tersedia di SPBU, begitu juga jalan Lintas Langkat – Banda Aceh lumpuh total.

Baca Juga :  Lagi dan Lagi! Lansia Bersepeda di Jalur Maut Tewas Terlindas Truk Tronton

 

Anto, warga Medan Johor menuturkan, ia sudah mendatangi sejumlah SPBU di Medan, tapi rata-rata pihak pengelola mengaku kehabisan stok atau lagi dalam perjalanan.

 

“Besar sekali efeknya kalau terjadi kelangkaan seperti ini. Aktivitas masyarakat pun jadi terhambat,” keluhnya.

 

Ia juga menyesalkan sikap Pertamina sebagai perusahaan yang mengurusi penyediaan BBM di tanah air yang terkesan tidak peka dengan kondisi ini.

 

“Masyarakat sudah diberatkan dengan harga BBM yang tinggi, sekarang dihadapkan lagi dengan kelangkaan. Kan kacau. Sudah hampir 81 tahun kita merdeka, tapi permasalahan klasik seperti ini terus saja berulang,” ucapnya.

 

Ironisnya, meskipun berbagai pihak telah meminta adanya perbaikan sistem distribusi BBM di Sumatera Utara, tapi hal itu belum juga terealisasi.

 

Selain masyarakat, para pengusaha SPBU turut mempertanyakan mengapa gangguan distribusi masih terus terjadi tanpa solusi yang mampu mencegah kejadian berulang.

Baca Juga :  Pemkot Pasuruan Gandeng BRI untuk Bayar PBB, Pengamat Desak Perda Tegas Bagi Pengusaha Menengah ke Atas

 

Pada gangguan distribusi sebelumnya, Pertamina pernah menyampaikan bahwa faktor cuaca menjadi penyebab terhambatnya distribusi.

 

Dampak yang ditimbulkan sangat besar:

 

* Antrean kendaraan mengular hingga keluar area SPBU dan menyebabkan kemacetan panjang.

* Aktivitas masyarakat terganggu karena waktu habis untuk mengantre BBM.

* Pengusaha SPBU mengalami kerugian karena tidak dapat melakukan penjualan, sementara biaya operasional seperti gaji karyawan, listrik, keamanan, dan biaya lainnya tetap berjalan.

* Banyak Delivery Order (DO) yang belum terealisasi sehingga stok di SPBU kosong berjam-jam bahkan lebih lama.

 

Para pengusaha SPBU juga meminta Pertamina Patra Niaga menjelaskan secara terbuka penyebab terganggunya distribusi BBM. Berbagai informasi yang beredar di lapangan mengenai keterbatasan armada mobil tangki, perubahan jumlah pengemudi, maupun faktor operasional lainnya perlu dijelaskan secara resmi agar tidak menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat.

Baca Juga :  Sengketa Lahan di Curah Dukuh Memanas: Kuasa Hukum Tuding Pemerintah Mati Suri dan Desak Bongkar Peran 'Tim 9'

 

Pengusaha SPBU dan masyarakat mendesak Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut untuk:

 

1. Memulihkan distribusi BBM secepatnya di seluruh Sumatera Utara.

2. Menjelaskan secara terbuka penyebab gangguan distribusi.

3. Menjamin kejadian serupa tidak terus berulang.

4. Mengevaluasi seluruh rantai distribusi BBM apabila terbukti terdapat kelemahan yang menyebabkan keterlambatan pasokan.

 

“BBM merupakan kebutuhan vital masyarakat. Gangguan distribusi yang berulang tidak hanya merugikan pengusaha SPBU, tetapi juga menghambat aktivitas ekonomi, pelayanan publik, dan mobilitas masyarakat luas. Karena itu, penyelesaian yang cepat, transparan, dan menyeluruh menjadi kebutuhan mendesak,” ucap salah seorang pengusaha SPBU di Medan. (*)

Penulis : Rody Sandra

Berita Terkait

BMKG Imbau Wisatawan Waspadai Penurunan Suhu Ekstrem dan Fenomena Embun Upas di Dieng
Babak Baru Kasus MAWA di Pekalongan: Saksi Ahli Sebut Potensi Cacat Formil dan Materiil
Hari Ketiga Pencarian, Pemancing Asal Banyuwangi Ditemukan Tewas di Pantai Bama Situbondo
Niat Majukan Kampung Halaman, Sukamto Siap Calonkan Diri sebagai Kepalo Tiyuh Daya Sakti
Terpeleset ke Palung Saat Memancing, Warga Banyuwangi Hilang Terseret Arus di Pantai Bama Situbondo
Sengketa Lahan di Curah Dukuh Memanas: Kuasa Hukum Tuding Pemerintah Mati Suri dan Desak Bongkar Peran ‘Tim 9’
Rupiah Menguat Signifikan, Tekan Dolar AS hingga Level Rp17.879
Haul Buyut Tentrem, Warga Sebani Padukan Tradisi Religi dengan Santunan Anak Yatim
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 10 Juli 2026 - 16:56 WIB

BMKG Imbau Wisatawan Waspadai Penurunan Suhu Ekstrem dan Fenomena Embun Upas di Dieng

Jumat, 10 Juli 2026 - 15:52 WIB

Babak Baru Kasus MAWA di Pekalongan: Saksi Ahli Sebut Potensi Cacat Formil dan Materiil

Jumat, 3 Juli 2026 - 14:46 WIB

Hari Ketiga Pencarian, Pemancing Asal Banyuwangi Ditemukan Tewas di Pantai Bama Situbondo

Kamis, 2 Juli 2026 - 11:43 WIB

Niat Majukan Kampung Halaman, Sukamto Siap Calonkan Diri sebagai Kepalo Tiyuh Daya Sakti

Rabu, 1 Juli 2026 - 18:13 WIB

Terpeleset ke Palung Saat Memancing, Warga Banyuwangi Hilang Terseret Arus di Pantai Bama Situbondo

Rabu, 1 Juli 2026 - 14:55 WIB

Sengketa Lahan di Curah Dukuh Memanas: Kuasa Hukum Tuding Pemerintah Mati Suri dan Desak Bongkar Peran ‘Tim 9’

Senin, 29 Juni 2026 - 13:02 WIB

Rupiah Menguat Signifikan, Tekan Dolar AS hingga Level Rp17.879

Minggu, 28 Juni 2026 - 21:16 WIB

Haul Buyut Tentrem, Warga Sebani Padukan Tradisi Religi dengan Santunan Anak Yatim

Berita Terbaru

Oplus_16908288

Berita

MoU Polri-Dewan Pers: Antara Sengketa Berita dan Pidana

Jumat, 10 Jul 2026 - 22:06 WIB